NEGARA bangun fasum❌️
NEGARA rampok SDA✅️
Gotong Royong Kumpulkan Rp1 Miliar, Jembatan Enang-Enang Akhirnya Resmi Dibuka
Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, resmi dibuka pada Kamis (2/7/2026). Peresmian disambut tepuk tangan warga yang telah lama menunggu akses tersebut kembali normal setelah putus akibat banjir bandang akhir tahun lalu.
Pembangunan jembatan dan jalan ini terwujud berkat swadaya masyarakat yang berhasil mengumpulkan dana lebih dari **Rp1,08 miliar**.
Pelopor pembangunan, Sahrial Abadi, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan para donatur yang telah bergotong royong mewujudkan proyek tersebut.
Ia mengungkapkan, dari total dana Rp1.081.893.000, sekitar Rp526 juta telah digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan. Sementara sisanya sekitar Rp555 juta akan dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa, seperti dinding penahan jalan, fasilitas tempat wudhu, dan penyempurnaan kawasan.
Sahrial juga menegaskan seluruh penggunaan dana swadaya akan disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.
"permohonan pinjaman anda di tolak"
Kalimat itu berkali2 diterima para petani, di sebuah desa kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Setiap hari mereka bekerja di sawah.
Mereka menanam, mereka memanen.
Namun ketika membutuhkan modal usaha,
Pintu Bank justru tertutup,
Agunan tidak punya,
Penghasilan dianggap tidak pasti.
Pilihan yang tersisa hanya rentenir,
Pinjam sedikit, bayar lebih banyak,
Hutang terus bertambah,
Hidup mereka benar2 tidak pernah berubah.
Masril muak melihat keadaan itu,
Iya sendiri hanya sempat sekolah sampai kelas 4 SD.
Namun ia percaya, masalah petani bukan karena mereka malas,
Mereka hanya tidak pernah diberi kesempatan.
Tahun 2026, Masril mengumpulkan para petani,
Bukan untuk meminta bantuan,
Melainkan mengumpulkan iuran recehan,
Sedikit demi sedikit, dari uang itulah mereka mendirikan lembaga keuangan mikro agribisnis yang dikelola sendiri oleh para petani.
Banyak yang menertawakan,
Bagaimana mungkin petani membangun lembaga keuangan sendiri?
Namun yang dianggap mustahil justru mulai berjalan.
Petani yang dulu ditolak meminjam modal kini bisa saling membantu, usaha mereka berkembang,
Rentenir mulai kehilangan pengaruh,
Dari sebuah desa kecil, lembaga itu terus bertumbuh,
Dana yang dikelola
Mencapai puluhan miliar rupiah.
Ribuan keluarga petani berhasil keluar dari jerat hutang,
Orang2 kemudian mengenalnya sebagai....
Bank Tani.
Kini Bank Tani memiliki jaringan ratusan cabang di berbagai daerah,
Semuanya berawal dari seorang yang hanya sempat sekolah sampai kelas 4 SD,
Namanya Masril Koto.
Mending begini ,ga usah di urus sama negara ,swadaya masyarakat aj,negara urus tuh truk truk yg melintas jalan sampe rusak pajekin kalo mau lewat jalan bagus
Met siang...
Met menikmati makan siang sambil dengerin lagu....
Dan
Lagu ini ditulis semata hanya untuk hiburan, tidak ada niat mengejek nama kota, merendahkan, ataupun hal buruk lainnya. Semoga kalian suka ❤️😎