Satu hal yang bener-bener jadi pembelajaran banget di hidupku adalah:
“Next, jangan bantu atau bela orang terlalu berlebihan lagi ya, karena ga semua orang 'layak' di tolong. Beberapa orang setelah di tolong justru malah bawa masalah baru ke hidup kita karena tipikalnya problematik”.
kalau belum mampu memahami perasaan orang setidaknya pakai logika: "kalau aku di gituin, pasti ga enak ya?"
prinsipnya sederhana : "perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan, attitude itu bukan soal umur, tapi cara kita memperlakukan sesama"
In this economy, gapapa kok kalau mau MUTE story orang. Gapapa kalau mau hapus kontak juga. Gapapa kalau mau cut off dengan sehat. Kendali itu ada pada kita. Kita yang tau caranya ngejaga energ dan kewarasan. Jujur aja, bersih-bersih digital itu melegakan. Gak semua orang harus punya akses ke ruang pribadi kita. Yang sefrekuensi aja. Yang sevibes aja.
“Ketahuan sifat aslinya.”
Aneh juga. Bertahun-tahun baik dianggap palsu, tapi marah 5 menit setelah dipancing, dimanipulasi, dan dihina malah dianggap sifat asli.
Jadi yang palsu itu semua kebaikan sebelumnya?
Ngeri juga ya orang yang jago subtle manipulation.
ternyata bener ya trauma tuh kayak lu mengalami accident, gak mati, tapi cacat seumur hidup.
“time will heal, time never heals its just adapt the pain”.