Tugas rakyat itu “mengawasi” bukan “memuji”
pejabat dan government kerja bagus itu ya bare mininum lah. Kalian digaji dari pajak yg disetor warga kok.
Mager banget baca narasi d tiktok yg anggep pihak yg kritik pemerintah itu = musuh.
Astaga.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Wowo hidup dalam imajinasinya sendiri. Ga mau menerima realita keadaan rakyatnya. Lebih enak foya-foya dan ditepuk tanganin.
Sekali lagi, presiden terburuk sepanjang sejarah republik.
kayak bangsa lemah aja. lagi krisis ekonomi kok solusinya presiden dan menteri potong gaji 50%.
contoh tuh bangsa yang kuat. kalau lagi krisis ekonomi solusinya ya nambah kementerian, nambah program, naikin gaji dan tunjangan pejabat, sering-sering ke luar negeri. apa lagi?
Coba dipikir.
Cita2 pingin industrialisasi, bikin mobil dan ponsel sendiri
Tp belanja APBN Top 3 nya: BGN, TNI, Polri
Programnya: MBG, Kopdes, Gentengisasi
Budget R&D to GDP cuma 0,28%.
Preman di mana2. Kepastian hukum ga pasti.
Gimana industrialisasi dan investasi bisa jalan?