ㅤ
⠀⠀Begitu jamuan usai, Valentijn menyapukan saputangan di bibirnya lalu berdiri bersama anak-anak Hufflepuff lainnya, bersiap mengekor di belakang langkah Prefect yang mulai memandu mereka menuju ruang rekreasi di dekat dapur.
ㅤ
@SAS_The01 “Terima kasih, Tuan Topi! Murid-murid baru dipersilakan bergabung di meja asrama masing-masing,” ucapnya dengan penuh kesantunan. Dengan jentikan jari, sejumlah hidangan bermunculan di setiap meja panjang. “Selamat menikmati hidangan, para siswa!”
@SAS_The01 Lantunan vokal terhenti, digantikan oleh seruan dari topi legendaris yang kembali mengisi seluruh ruang aula. Secara berurutan, setiap siswa dipanggil untuk mengetahui asrama mereka dengan durasi yang berbeda-beda. Beragam ekspresi pula terpancar dari wajah para murid.
⠀
Kini, Topi Seleksi menjadi pusat atensi seluruh penyihir di Aula Besar. Sebagian ada yang bernyanyi, sebagian lagi memerhatikan selagi menikmati. Saat suara perlahan mulai memudar hingga sirna, satu per satu penyihir cilik naik ke podium.
(@Asrama_Hogwarts)
⠀
⠀
“Mari dengarkan nyanyianku!” seru Topi Seleksi. Seketika, suasana Aula Besar berubah. Langit-langit malam dengan kelap-kelip cahaya bintang mulai mengisi ruangan, sementara alunan lagu Tuan Topi mulai terdengar.
⠀
⠀
Topi Seleksi membuka mulut, sementara sorot matanya mengarah ke para penyihir cilik. “Aku tahu di mana kalian seharusnya berada. Jangan pernah menyembunyikan apapun,” katanya dengan nada tegas. “Asrama apapun yang dipilih akan menjadi rumah kalian.”
⠀
⠀
“Terima kasih atas antusiasnya. Sekarang, mari kita sambut Tuan Topi!” Pranatacara melangkah ke pinggir dengan gestur tangan mempersilakan Topi Seleksi.
“Bagi yang namanya dipanggil, silakan untuk langsung naik ke podium,” titah pranatacara.
⠀
⠀
Seketika, Aula Besar kembali diisi oleh rasa antusias. Banyak murid yang mengacungkan lengan untuk menjawab. “Benar sekali. Tanggal 31 Oktober merupakan tanggal kematian Nearly Headless Nick,” jelasnya. Ia ikut bertepuk tangan sebagai apresiasi.
⠀