"Polisi menangkap Dokter Tifa seperti menangkap teroris
Oegroseno.
#RevolusiBebaskanRoyTifa
Beliau mau ujian, kendaraannya dipepet dari belakang dan samping. Dokter Tifa kecewa" (Oegroseno)
#RevolusiBebaskanRoyTifa
POLISI NANGANI PERKARA SIBER TANPA KOMPETENSI?
Sebenarnya Aneh Direktur Kriminal Umum kok malah menangani kasus pencemaran nama baik menggunakan UU ITE, itu bukan Tupoksinya. Pidana ITE itu yg nangani harusnya Direktorat Kriminal Khusus, Bagian Polisi Siber, bukan Direktorat Kriminal Umum.
Kalau Dirkrimum itu kompetensi dan pekerjaannya terkait Kejahatan Umum, yaitu menangani kejahatan Umum seperti Perampokan, Pembunuhan, Perkosaan, Perjudian dan kejahatan jalanan lainnya. Perkara pidana terkat UU ITE yg kompeten bukan mereka, tapi bagian Kejahatan Siber.
Pantas saja polisi yang nangani Roy Suryo dan bu dr Tifa itu gak profesional, gak paham penggunaan UU ITE secara benar. Sudah seperti itu dipaksakan P-21 oleh kekuatan luar yang lebih tidak kompeten lagi, termasuk dengan permainan opini. Terus alat bukti elektroniknya apa yg mau ditunjukkan oleh polisi ke publik sebagai bukti utama ada kejahatan siber yang melanggar UU ITE?
Direktorat Kriminal Umum itu biasa menangkap perampok. Menangkap pencuri. Menangkap Penjudi, Pemerkosa dan penjahat penjahat jalanan. Makanya tak heran mereka memperlakukan Roy dan Tifa mirip atau bahkan disamakan dengan pelaku kejahatan umum. Ini jelas penyimpangan.
Mereka tidak seharusnya memperlakukan dua orang tersangka kasus Kebebasan Berpendapat terkait ucapan atau komunikasinya di dunia digital diperlakukan seperti pelaku kriminal umum di jalanan.
Pidana siber yang dikenakan ke Roy dan Tifa menyangkut “kejahatan” komunikasi yang dianggap fitnah melalui internet itu substansinya bukan kompetensi dan bukan urusan jajaran Direktorat Kriminal Umum seperti yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya ini.
Jadi Polisi sejak awal dalam menangani kasus ITE ini sudah salah kamar, salah kaprah. Ditabgani oleh direktorat yg tidak tepat. Mosok Pidana ITE malah ditangani oleh direkorat yang bukan mengurusi perkara siber. Tentu saja polisi polisi di Direktorat Krimum tidak terbiasa dan tidak kompeten dengan pidana ITE.
Makanya merekapun menggunakan pasal pasal yang salah, tidak tepat, tidak relevan, dan berbekal pemahaman terhadap kasus dan hukumnya secara salah juga. Bukti bukti yang dipakai pun tidak valid, tidak berdasar ilmu digital forensik berdasar UU ITE.
Sudah begitu berani melakukan penangkapan penahanan dan memperlakukan tersangka seperti pesakitan pelaku Kejahatan Jalanan. Coba saya sekali lagi bertanya, apa dasar pasal yang dipakai nahan para tersangka itu?
Yang turun tangan Kapolri nya langsung. 🤗🤗🤗
Jadi memperkuat dugaan publik, kalau ini orangnya Jokowi bahkan menurut keyakinan publik yg beredar salah satu tugasnya adalah mengamankan Jokowi pasca jadi Presiden. Gimana guys loe percaya kagak...
Tanggapan Amien Rais soal penangkapan Roy Suryo dan Dr Tifa:
“Prabowo dan Polda Metro Jaya telah melakukan kezaliman atas Roy Suryo dan Tifauzia. Bung Bowo, jika anda membiarkan kezaliman hukum ini tunggu saja prahara politik yang akan anda hadapi. Di mata saya dan banyak rakyat Indonesia, anda telah menjadi presiden yang zalim dan takabur.”
Rakyat kau jual
Iman kau belang
Kau tak lagi presiden
Kau PENJAJAH BARU
History tak akan lupa
Namamu penuh noda
Bukan batu mulia
Karma akan menjadi
bayangan mu 🔥
@jokowi
@BinocularEye5@LambeSahamjja Rentetan ijazah... Juga tidak hanya jokoDOG saja...
.
Ada yang bilang (lupa siapa itu) , lebih dari 700 orang terseret kasus ijazah jokoDOG...
Paiman, Pratikno, Ova, dll ikut disebut...
@direktoridosen Dulu sering banget makan...
Sampai SMA waktu masih ikut ortu...
Dibuat jenang garut, pake kuah santan... Nikmat banget...
Diparut terus disaring....
@LambeSahamjja Ini mah sebenarnya adalah basic sikap yang dimiliki oleh semua pejabat dan poliTIKUS...
Kalo pejabatnya bukan KEPARAT....
.
Yang substansial kritik program kerja hanya point MBG...
Tapi harus mengingatkan attitude seorang presiden melalui kritik, demo...
dalam podcast terbarunya ada tuntutan Fatimah (BEM UI) ke Prabowo:
- Jangan remehkan kritik rakyat
- berhenti bercanda/nyengir saat ditanya soal masalah serius atau malah marah marah
- Kurangi ketergantungan ke militer
- jangan jadikan negara ini "negara milik militer saja"
- Hargai ahli/ilmuwan
- jangan diskreditkan ahli gizi dan pakar lain
- Kelola informasi yang diterima
- sadari laporan bawahan bisa beda dengan kenyataan rakyat
- Dengar suara rakyat tanpa filter
- jangan hanya dengar orang-orang dekat yang takut tidak enak sama Bapak
- Tunjukkan tanggung jawab langsung,
- jangan lempar semua ke bawahan seperti Bu Nani
- Evaluasi ulang MBG secara total
- kalau tidak sesuai tujuan (stunting/ekonomi), lebih baik diberhentikan dulu