Sodara gue gak pernah ungkit "inget gak dulu Om usir saya dari kursi?"
Gak pernah sekalipun.
Karena dia bilang ke gue gini malem itu:
"Balas dendam paling mahal itu... bukan bikin dia miskin. Tapi bikin orang yang ngerendahin lo, hutang budi sama lo."
Cc:threads
Faktanya:
2013 ikut Konvensi Capres Partai Demokrat, gagal
2014 jadi Juru Bicara Pemenangan Jokowi
2017 jadi Gubernur DKI diusung Prabowo
2024 jadi Capres diusung Nasdem, ditikungan akhir meninggalkan Demokrat lalu menggandeng Cak Imin jadi Cawapres
2029?
Karakter politik Anies sangat mudah dibaca:
Dia selalu ingin branding sebagai figur yang "paling beda" dan antitesis.
Masalahnya, demi menjaga panggung tersebut, dia mengorbankan satu hal fundamental dalam politik:
Loyalitas.
Dia tidak pernah benar-benar loyal pada partai politik mana pun.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Dulu pernah ada OB yg ketahuan suka nilep makanan anak kantor.
Waktu itu anak-anak kantor resah. Makanan dan cemilan mereka sering hilang. Yang aneh, uang receh di meja malah aman. Jadi pelakunya ini spesialis makanan.
Anak-anak langsung minta bantuan security buat cek CCTV. Ketahuanlah salah satu OB yg selama ini ngambil.
Langsung disidang.
Gw, HR, sama si OB.
HR 👨🏻: “Kamu ngapain ambilin makanan orang?”
OB 👦🏻: “Maaf pak… saya lapar. Saya kan nggak ambil uang pak, saya ambil makanan karena lapar.”
Jujur aja, pas dengar itu gw langsung nggak tega meskipun sebenarnya nggak ada nada penyesalan.
Tapi gw paling nggak kuat kalau dengar orang kurus sampai harus nyuri karena lapar. Rasanya pengen langsung gw daftarin MBG.
Anyway, HR masih lanjut nasihatin.
👨🏻: “Kalau kamu mau, kan bisa minta baik-baik sama yg punya. Kalo yg kasih ikhlas kan jadi halal.”
👦🏻: “Iya pak.”
Nasehat panjang lebar, cuman dijawab “iya pak”, “maaf pak”, “saya lapar pak.”
Sebenarnya surat PHK sudah disiapkan. Tapi mendekati akhir, gw langsung intervensi.
☹️: “Yaudah, jangan diulangi lagi. Ini seharusnya PHK, tapi kali ini saya kasih SP. Jadi masih saya kasih kesempatan. Kalau ketahuan lagi, langsung PHK ya.”
Muka HRD gw uda bete aja karena gw memaafkan maling kue nastarnya dia, apalagi karena wajah oknum OB ini flat-flat aja.
👦🏻: “Terima kasih pak…”
☹️: “Sekarang kamu minta maaf sama teman-teman mu yg pernah kamu ambil makanannya. Nanti ditemenin HR. Biar dosa kamu berkurang.”
Makin ditekuklah muka HRD gw karena gw suruh temenin ngiter, gw biarin aja, biar beneran minta maaf ke semua, biar damai saling memaafkan.
👦🏻: “Baik pak. Kalau gitu saya minta maaf ke bapak dulu. Saya ada ambil indomie bapak.”
😶: “Indomie saya?”
👦🏻: “Iya pak.”
😶: “Saya nggak simpan Indomie…”
👦🏻: “Itu pak… yg tulisan Jepang di lemari samping bapak. Saya penasaran waktu itu.”
Gw langsung curiga.
😀: “Yg bungkusnya panjang-panjang warna-warni?”
👦🏻: “Iya pak.”
😀: “Itu tonkotsu ramen.”
👦🏻: “Iya kali pak, nggak tau saya.”
😂: “Mas… gw cuman nyetok tonkotsu ramen, alias ramen babi.”
😱: “Astaghfirullah…”
😂: “Heh!! Pas maling selow lu. Pas makan babi istighfar.”
Gw yakin banget bukan SP yg bikin dia berubah, tapi tonkotsu ramen gw. 😂
Kalau lihat komposisi menteri yang rutin dipanggil ratas di Hambalang (or Kertanegara), Presiden Prahowo cukup punya 10 menteri (+ 10 wamen) plus Danantara. Sisanya kan cuma ketemu di paripurna yg belum tentu 1 kali/bulan. Kondangan elit. Or cuma dipanggil ketemu Seskab Teddy🤷♀️
Jujur aja, respon AHY menanggapi kejadian kereta Bekasi adalah respon terbaik dari pemerintah saat ini 👍
Empatinya hadir, tegasnya keluar, bijaknya ada. 11-12 sama SBY dalam merespon bencana.
Kedekatan SBY dgn Seskabnya Sudi Silalahi dinilai publik biasa saja, begitupun era Jokowi dan Paramono Anung sebagai Seskab juga biasa saja. Semua profesional dan memang karena kebutuhan kerja. Baru sekarang jamannya Prabowo dan Seskab Teddy publik ramai sekali membahas, lebih kepada unsur "personal" dibanding kinerjanya. Semoga kabar2 miring yg beredar di masyarakat tdk benar, terutama isu "penggamparan" Seskab oleh petinggi TNI juga isu2 lainnya. Saran saya utk orang2 terdekat presiden, jgn sering2 memposting hal2 personal yg mengundang pro kontra, fokus saja sama Tupoksinya.
Gw percaya aja tiap ketemu orang baru pasti ada lesson learnednya. Malem ini naik grabcar di Palembang terus tnyt drivernya Bapak2 perantau yg rumahnya sama-sama di Bintaro.
Ngobrol panjang sampe ceritanya dia waktu kerja di Lippo di bawahnya Pak M*chtar Riyadi. Banyak A1 nya😁
Guys Netanyahu baru saja slip of the tongue yang mungkin paling jujur sepanjang konflik ini.
Dia tidak sengaja ungkap alasan sebenarnya di balik perang Iran.
Dan itu bukan soal nuklir.
Netanyahu bilang rencana sesungguhnya adalah membangun pipa minyak dari Teluk langsung ke pelabuhan-pelabuhan Israel. Memotong sepenuhnya jalur yang dikontrol oleh Arab termasuk Selat Hormuz.
Berhenti sebentar dan pahami apa artinya itu.
Selama ini narasi resminya adalah Iran harus dihentikan karena program nuklir mereka mengancam keamanan kawasan. Itu justifikasi yang dijual ke publik Amerika. Ke Kongres. Ke sekutu NATO. Ke seluruh dunia.
Tapi Netanyahu sendiri yang bocorkan bahwa ini soal kontrol jalur energi.
Pipa minyak langsung ke pelabuhan Israel itu artinya Israel tidak perlu lagi bergantung pada jalur maritim yang dikontrol negara-negara Arab. Artinya Israel punya akses independen ke sumber energi Teluk. Dan artinya siapapun yang ingin akses ke minyak Teluk harus berurusan dengan Israel sebagai titik transit.
Itu bukan keamanan nasional. Itu dominasi geopolitik atas sumber energi paling strategis di planet ini.
Dan konteks ini menjelaskan banyak hal yang selama ini terasa tidak konsisten.
Kenapa Israel menyerang South Pars ladang gas terbesar di dunia tanpa koordinasi Amerika. Kenapa fasilitas-fasilitas energi terus jadi target utama. Kenapa Hormuz menjadi pusat dari seluruh konflik ini.
Ini bukan perang untuk menghancurkan nuklir Iran.
Ini perang untuk mengubah siapa yang mengontrol aliran energi dari Teluk ke seluruh dunia.
Dan yang menanggung biayanya Qatar yang LNG-nya rusak diserang. Saudi yang kilangnya diancam. Rakyat Iran yang hidup dalam hujan hitam beracun setelah depot minyaknya dibom. Petani India yang tidak bisa dapat pupuk karena Hormuz tutup. Rakyat Indonesia yang harga BBM-nya akan naik karena semua ini.
Semua menanggung biaya dari satu rencana yang baru saja tidak sengaja diakui oleh orang yang merancangnya sendiri.