La culpa siempre es del aire acondicionado, de las duchas de mรกs de 5โ, del coche a gasolina del pobreโฆ pero curiosamente nunca lo es de los jets privados, los campos de golf, la industria fast fashion, los centros de datos, de las toneladas de residuos y gases de las fabricas..
Obrolan ibu-ibu tadi pas di pasar:
"MBG libur harga pada turun bu, murah"
"Iya bener. Ada MBG atau nggak ya sama aja anak tetep jajan"
"Iya bu, menunya juga kadang aneh"
"Ga ada MBG justru orang tua bisa ngasih makan bergizi karena terjangkau"
(Translate dari bahasa Jawa)
Pernah gak sih kamu atau temen kamu lagi cari pasangan, tapi terus diingetin โcari yang sekufu yaโ?
Awalnya mungkin terdengar sepele yaa...
Tapi lama-lama, semakin ngerti kenapa itu penting banget.. terutama di dunia kerja yang semakin berat ini.
Sekufu itu bukan soal sama kaya, sama ganteng, atau sama sukses.
Tapi soal "sama dalam hal yang paling dasar" sekalipun:
- nilai hidup
- cara pandang agama
- visi masa depan
- dan cara memperlakukan orang lain.
Karena kalau dua orang yang beda jauh nikah, yang ada bukan pelengkap, tapi tabrakan jadinya.. ๐ฅฒ๐ฅฒ
Aku nggak tahu harus berterima kasih pada apa mungkin pada algoritma, mungkin pada takdir yg mempertemukan mataku dengan sosok ini. Kamu datang di waktu yg pas, bukan sebagai cinta yg harus aku rebut, tapi sebagai energi positif yang tanpa sadar membuatku ingin jadi lebih baik.
Manusia saling mempengaruhi, kadang membuat sedih, saling melukai, bahkan saling membuat sakit
Namun terkadang, batu yang kita lempar untuk mengubah diri sendiri membuat gelombang yang menjangkau orang lain juga.
ada santri nanya orang kristen bisa masuk surga gk ?
Santri: Cak, kebetulan teman profesi saya beragama Hindu. Beliau sering tanya, nanti setelah mati, selain agama Islam, apakah bisa masuk surganya Allah?
Cak Nun: Sangat bagus pertanyaanmu itu. Tapi ini soal antara qat'i dengan dhanni. Qat'i itu sesuatu yang pasti. Tapi pasti bagi siapa? Bagi kita, itu jadi tidak pasti. Yang kedua, dhanni itu berprasangka kira-kira masuk atau tidak masuk.
Santri lain: Mbah, apakah selain Islam bisa masuk surganya Allah?
Cak Nun: Itu jawabannya qat'i, Mas dan qat'i itu pasti. Tapi coba, aku tanya balik: kamu sendiri pasti masuk surga?
Santri: ...Ragu-ragu, Cak.
Cak Nun: Nah, kan. Dan tidak mungkin ada kepastian, karena kepastian hanya ada di tangan Allah. Kita hidup ini cuma mudah-mudahan "laallakum", bukan kepastian. Sama seperti puasa: kutiba 'alaikumus-shiyam... laallakum tattaqun supaya kamu bertakwa, bukan "supaya kamu pasti jadi takwa". Dinamis, kadang naik kadang turun.
Santri: Jadi bagaimana sikap kita, Cak?
Cak Nun: Kalau saya, posisinya sederhana: ayo didoakan saja. Mudah-mudahan semua orang yang baik diterima Allah, dimasukkan surga. Karena dia Hindu, Buddha, Kristen, atau Islam, itu urusan dia sama Allah bukan urusan saya. Kalau dia bersyahadat, itu kepada Allah, bukan kepada saya. Jadi saya tidak punya urusan menghakimi itu. Yang penting, doakan saja, dan pastikan dia jadi teman yang baik.
Seneng sih melihat usulan beliau, dari semua berita pemerintahan, ini berita kayak angin segar buat kita. Semoga usulan dan niat baik beliau bisa direalisasikan di tengah biadab nya pemerintahan kita๐ฅฒ. Btw ketua MUI kita orang Kediri guys. Monggo bpk presiden sowan Kediri
eh sumpah ada yang bilang the history repeats itself SOALNYA au ryul supir truk ini bikin kaya kita balik ke jaman au ATUY GALON๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
SIAPA YANG MASIH INGET ATUY GALON
Gue bukan ahli perpajakan
Tapi serius gue bertanya
Kenapa ya buku itu jadi objek pajak?
Padahal, buku itu:
Bukan barang mewah
Bukan barang tersier
Bahkan punya fungsi pendidikan..
Contohnya nih, bacaan seperti fiksi dan novel itu melatih kemampuan imajinasi pembaca..
Atau bacaan populer yang justru membangun kebiasaan membaca.
Nah yang menariknya..
Hanya beberapa buku yang bebas pajak:
- buku agama, kitab suci dan buku pelajaran umum menurut PMK 5/2020.
Di luar itu malah dikenakan pajak. Kenapa ada pembedaan seperti ini?
Padahal, kalau negara serius ingin meningkatkan literasi...
Semua jenis buku jangan dipajakin. Kalau harganya lebih murah, makin banyak yang membeli buku.
Penerbit senang, penulis juga untung (apalagi kalau besaran loyaltinya memihak penulis)
Daripada rakyat asyik nonton video pendek,
Apa ga lebih baik rakyat jadi suka baca buku?
FOTO: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
kalo org org masih milih ngomongin isu lgbt ketimbang ini, WALLAH
sampe skrg kebijakan wowo gada yang jelas, ga transparan. coba pikir dr 44rb napi, itu napi dari jenis kriminal apa coba kira kira??????
trus 44rb napi itu akan 'ngutang' sm wowo.
kita gada yang tau itu napi--