Penyulut flare dalam pertandingan Persebaya vs Persib lalu, Fajar Bahari, sore tadi datang ke Kantor Persebaya. Meski bukan anggota Green Nord, ia datang ditemani Cak Conk, Cak Bojes, juga sejumlah personel GN lainnya. Pendampingan itu dilakukan karena Fajar menyalakan flare di tribun 3-4 yang selama ini ditempati GN. Mereka diterima dan berdiskusi dengan perwakilan manajemen Persebaya, Alex Tualeka dan Nanang Prianto.
Dalam pertemuan itu, Fajar mengaku bersalah, ia menyatakan permohonan maaf, karena perbuatannya membuat Persebaya kena denda. Ia pun bersedia menjalani larangan menonton di stadion.
Manajemen Persebaya menerima permintaan maaf Fajar. Persebaya berharap ke depan tidak ada lagi penyalaan flare maupun tindakan dilarang lainnya yang berujung pada denda pada Persebaya. Maupun tindakan lain yang berakibat ketidaknyaman pada sesama penonton di tribun.
Dengan kunjungan Fajar tersebut, manajemen Persebaya juga men-takedown postingan Fajar di akun official. Ke depan, manajemen Persebaya juga tidak akan mem-posting foto dan identitas pelaku perbuatan yang berujung denda. Sebagai ganti, PERSEBAYA AKAN MEWAJIBKAN SIAPA PUN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN DI TRIBUN GBT UNTUK MEMBAYAR DENDA!!! BAIK PENYULUT FLARE, PELEMPAR, MAUPUN PELANGGARAN LAIN.
GBT dilengkapi puluhan kamera CCTV yang bisa mendeteksi pelaku-pelaku perbuatan tidak seharusnya di tribun. Persebaya juga akan menyebarkan personel fotografer dan videografer untuk memastikan para pelaku dikenali dan dihukum.
Untuk kebijakan yang lebih tegas ini, Persebaya sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya, dan mendapatkan dukungan penuh. Tujuan Panpel Persebaya dan Polrestabes Surabaya sama, yaitu untuk memastikan tribun GBT aman dan nyaman untuk semua. Cukuplah pelajaran dari tragedi sebelumnya, korban jiwa jatuh berawal dari pelanggaran beberapa suporter. (*)
Tuah Jersey Kuning.
Setahun lalu, 6 Maret 2024, bertempat di Surabaya Town Square (Sutos), ide untuk membuat jersey Persebaya berwarna kuning dimatangkan. Kami mengundang dua legenda Persebaya, Om Maura Hally dan Om Yongki Kastanya. Beliau berdua adalah saksi sejarah, pernah mengenakan jersey kuning Persebaya.
Om Yongki bahkan masih menyimpan matchworn jersey kuning miliknya. Nomornya 17. Dominan kuning dengan aksen merah dan biru di pundak.
โSaya ingat waktu itu 1993, ketika itu aturan jersey belum seketat sekarang, satu tim bisa saja memilih warna jersey tertentu menjelang hari H pertandingan. Manajer Persebaya saat itu, Almarhum H. Agil Haji Ali tanpa kami ketahui sudah menyiapkan jersey kuning ini, kami pun memakainya. Ternyata kami berhasil menang di Makassar melawan PSM,โ kenang Om Yongki.
Clear! Tim Aza Wear sejak hari itu mulai mengembangkan desain jersey kuning Persebaya. Kuning keemasan dengan aksen merah dan hijau. Menjadi jersey keempat yang digunakan di musim 2024/ 2025. Jersey yang mendapatkan banyak pujian dari banyak pecinta dan kolektor jersey.
Tadi malam, jersey cantik itu kita saksikan bersama, digunakan skuad Persebaya untuk mengalahkan PSM Makassar di kandangnya di Parepare. Kemenangan pertama di tanah Sulawesi Selatan sejak 1993. Hampir 32 tahun lamanya.
Kemenangan lawan PSM tadi malam adalah kemenangan perdana yang diraih Persebaya musim ini dengan mengenakan jersey kuning. Ketika dipakai sebelumnya melawan Malut United, Persebaya kalah.
Sejarah memang pintar memilih momen terbaik untuk ditorehkan.
#Persebaya #Blessin97ourney