Dosen UGM:
"Mayoritas 82% fiskal Indonesia dikelola pusat. Jadi klo di daerah ada infrastruktur jelek, sekolah2 dan layanan kesehatannya buruk, maka persoalannya ada di pusat"
Rakyat di daerah tak lagi dijajah kolonial, tapi dijajah Presidennya sendiri lewat regulasi fiskal.
Kepada Sdr Wapres @gibran_tweet, berkunjung ke lokasi problem spt dalam video ini sama sekali tak membantu. Ini gaya politiknya Bapakmu. Anda khan milenial. Masak gini? Kuajarkan caranya: Panggil Menteri @KementerianESDM, Kapolri, Menteri @KemenkeuRI dan K/L terkait. Tanyakan, Kenapa masalah ini berulang, apa jalan keluarnya, dimana hambatannya, siapa bertanggungjawab apa, mana skala prioritas, dll. Lalu, buat skenario jangka pendek sambil merancang skenario menengah panjang. Lalu laporkan ke Presiden. Kawal skenario dgn ketat. Jika berhasil, jadikan skenario baku jika peristiwanya berulang. Jika gagal, cari cara baru. Reaksi yg cepat harus diutamakan sebab warga makin tersiksa. Catatan: jadikan kejadian ini bahan utk mengukur kinerja menteri. Usulkan ke Presiden utk ganti menteri gombal. Begini cara Wapres yg bisa membantu. Berkunjung tanpa agenda penyelesaian spt ini hanya menyenangkan kelompok pendukung Anda yang tak sabar menunggu 2029.
Negara mengambil 100 dari kantong rakyat, mengembalikan 10, lalu menuntut rakyat berterimakasih.
Padahal yang 90 dipakai bancakan kroni2 penguasa.
Sadarilah.
guru asn gugat aturan telat perpanjang sim harus bikin baru:
- ahmad royani guru asn gugat pasal 85 ayat 2 uu llaj ke mk
- dia telat perpanjang sim cuma 3 hari karena lagi sibuk urus asesmen siswa
- pas dateng ke satpas malah ditolak
- dan disuruh bikin sim baru dari nol
- dia harus ulang ujian teori dan praktik kayak pemula
- padahal udah lama bisa nyetir
- menurutnya ini rugiin waktu tenaga dan biaya yang gak sebanding
- dia bandingin sama stnk yang telat cuma kena denda gak sampe dihapus registrasinya
buat yg belum nangkep,
hal ini karena menyangkut informasi perbankan. Sadar ga sih kalian mau daftar apa2 di bank itu yg ditanya nama ibu bukannya ayah, yes that's why jangan nulis nama lengkap ibu cukup nama informal hari-hari.
CMIIW karena aku nangkepnya dari sisi ini aja
TERNYATA PERWAKILAN BEM UBK KEMARIN, YANG NEMUIN GIBRAN DI BAYAR POLISI GUIS, SEKALI LAGI DI BAYAR POLISI ANJG😭
DAN BEBERAPA MAHASISWA MENUNTUT DIA UNTUK DI 'DO'
idealisme terlalu murah.....
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester.
Well spoken, data bagus lengkap, penjelasan meyakinkan, ngomongnya dengan penuh percaya diri tajam, kritis dan selalu based on data..
DARITADI NANGISIN INI😭😭,
“saya butuh makan”😭
“rumah saya dibekasi pa”😭
“anak saya sekolah” 😭
“saya butuh makan pak”😭
“tolong pak” “tolong”😭
“Saya minta tolong pak”😭😭😭😭
Driver ojol ini motornya diangkut dishub dia habis ambil orderan customer di pisang goreng bu nanik. Dan sekarang pihak bu nanik pun minta tolong buat yang kenal dengan drivernya. Tolong bantu viralkan ya!!!😭😭😭
Guys ini namanya Ketika hati nurani sudah tidak ada lagi nggak sih?🥲
Ntah kepada siapa lagi kita berharap😭
sc:threadsyetyhandayanii
Menurut gw ini krn kita kebanyakan melihat sosok, terlalu sering dibiasakan ngeliat "siapa yang bicara",
bukan "apa substansinya"
jadi either jadi pendukung atau pengkritik, diskursusnya gak selalu sehat.
kayak mungkin di sekolah, keseringan ngelabel "si yang duduk di depan biasanya si anak pinter", padahal substansi pinter/bodoh bkn dr tempat duduk semata.
Mau dikatain Anak Abah, anaknya lulusan UI. Dikatain Anak Ganjar, anaknya lulusan UGM. Kampus top semua.
Atau gak dikatain mirip junjunganmu. Dimiripin Pa Ganjar, hobinya marathon. Dimiripin Pa Anies, hobinya baca buku. Hobinya bagus semua.
Padahal diskusinya bkn soal tataran siapa nama pemimpinnya, tp apa kebijakannya.
Kalau emang semua kebijakannya top global terbaik dan ekonomi sehat alam terjaga, mau sinchan yang jadi pemimpin jg w gamasalah.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
🤣🤣
Habis ini jg Kita akan mendengar pidatonya bang @pandji
Mungkin besok ato lusa stlh "kunker" katanya di Prancis kmrn..
Nanti tinggal kita hitung brp Kali frasa ini muncul 🥱
Kita ingin
Kita harus
Kita ga boleh
Kita jangan sampai