Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Beras Oplosan, Rakyat Jadi Korban?
Pengamat hukum dari Universitas Bung Karno, Hudi Yusuf, menilai dugaan pengoplosan beras oleh sejumlah produsen besar, termasuk Wilmar Group, adalah kejahatan ekonomi yang merugikan rakyat.
"Rakyat beli beras mahal tapi kualitasnya tidak sesuai. Ini tak pantas dilakukan saat ekonomi sedang sulit," ujar Hudi, Jumat (11/7).
Apa yang Terjadi?
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman resmi melaporkan 212 produsen ke Kapolri & Jaksa Agung.
Dari 268 merek beras yang diuji:
▫️ 85,56% tidak sesuai mutu
▫️ 59,78% melebihi HET
▫️ 21% tidak sesuai berat kemasan
Produsen yang Diperiksa Polisi:
1. Wilmar Group (Sania, Sovia, Fortune)
2. Food Station Tjipinang Jaya (Setra Pulen, Alfamidi, Ramos)
3. Belitang Panen Raya (Raja Platinum, Ultima)
4. Sentosa Utama Lestari / Japfa Group
Potensi kerugian konsumen: Rp99 triliun!
Padahal, produksi beras nasional diprediksi naik hingga 35,6 juta ton (data FAO 2025).
Hudi menyerukan:
“Jika terbukti bersalah, cabut izin usaha! Jangan beri keringanan untuk pelanggar berulang!”
Satgas Pangan juga telah menguji puluhan sampel dari seluruh Indonesia: Aceh, Lampung, Sulsel, Yogyakarta, Kalimantan, hingga Jabodetabek.
Pemerintah diminta bertindak tegas demi melindungi konsumen. Jangan sampai skandal ini mengulang pola lama: besar di awal, senyap di ujung.
📲 Baca selengkapnya di https://t.co/yiz9ebKUgG
https://t.co/aILnbbC4ce
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #InilahCom #TitikTengah #TitikCerah #BerasOplosan #WilmarGroup #KorupsiEkonomi #HargaBeras #KasusBeras #SatgasPangan #inilahdotcom #Infografis #Pangan #HakKonsumen