I've learned everything in my early 20. Itulah kenapa pemikiran gue dianggap "lebih maju dan berat" daripada umurnya. Dan gue merasa bangga juga bahagia atas apa yang terjadi. Ga ada yang gue sesali.
Dulu tuh gue pernah salah karena nge-judge. Padahal gue ga tau apa yang terjadi di "sepatu" dia. Jadi semenjak itu gue ga pernah judge orang-orang.
Kayak bisa nyantai aja ga si? 😭
Gue pernah kehilangan diri gue. Yang terjadi gue semakin menemukan esensi dalam beragama. Gue menerima diri gue dengan sangat baik dan masih tetap dalam agama gue sendiri. Kemudian yang melakukannya pun ga gue judge. Klopun gue ngelakuin pun gue ga merasa gimana-gimana sih 😭
Kalau menurut gue ya. Ga usah lah lu ngatur-ngatur bagaimana mereka beragama. Mending urus diri lu sendiri ga sih? Kita ga pernah tau apa yang terjadi di dalam hidup manusia.
Kalau menurut gue ya. Ga usah lah lu ngatur-ngatur bagaimana mereka beragama. Mending urus diri lu sendiri ga sih? Kita ga pernah tau apa yang terjadi di dalam hidup manusia.
Ada kok yg beragama, udah tua bangka, ga LGBT, rajin ibadah, hidup dgn aturan agama, tapi pedofil dan hobi cabulin santri sih.
Jadi apa jaminan orang beragama = bermoral? Diiming2 bidadari surga sedikit, udah berasa manusia paling bener. Lebih lucu dari stand up comedy😂
Can y’all stop making someone’s personal life your business? If they leave Islam or any religion, support LGBTQ+, don’t pray and/or just wanna live freely, THAT’S THEIR CHOICE!
Why police them? Use that energy to criticize the government instead. Our country’s struggling, homie!
bayangin Anies Baswedan itu mantan rektor, yang tentu berkapasitas dalam dunia akademik. Ganjar Pranowo itu magister alias S2, wakilnya sekelas prof, dimana itu adalah jabatan fungsional tertinggi dalam akademik. tapi kita hari ini, justri dipimpin sama orang ga berpendidikan.
Iya. Gue juga pernah denger gini. I keep wondering why I always end up with the same story. Iya, kayaknya gue aja yg belum pernah benar-benar belajar dari apa yang sebelumnya udah pernah terjadi.
Kalo menurut gue itu bukan fomo ya, melainkan sebuah fase mencari esensi beragama. Seringkali di Indo ini kita ngalamin religious trauma. Orang yang terlihat pendosa dicap jahat dan dijauhi, sementara orang terlihat alim melakukan dosa masih dirangkul apalagi saat dia TOBAT wkwk.
Wkwkwk liat komentar orang orang yang bangga murtad, liat umurnya pas murtad mayoritas dibawah 23 masih krisis identitas, LGBTQ, males ibadah, mau hidup bebas tanpa aturan agama, dimarahi orang tua 🤣
Ini lebih lucu dari pada stand up comedy
Wkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwk
Makanya waktu gue ngajar ga usahlah sempurna kalau siswanya ga mampu yaudah. Yang penting jujur apa adanya. Yang terlihat tampak di lembaran belum tentu menggambarkan kualitas kemampuan anak.
Makanya waktu gue ngajar ga usahlah sempurna kalau siswanya ga mampu yaudah. Yang penting jujur apa adanya. Yang terlihat tampak di lembaran belum tentu menggambarkan kualitas kemampuan anak.
Ini parah banget sih. Bisa-bisanya kita apply2 kerja dengan syarat ngadi-ngadi itu dan gaji yang tidak seberapa seberapa itu. Sementara Nepo Babi ini kelakuannya begini :")
baru di rezim ini, wapres terbukti ga punya ijazah tapi gabisa didiskualifikasi krn udh terlanjur jadi wapres. baru di rezim ini, pembakaran hutan udah berbulan2 blm selesai tapi status bencana nasional ga kunjung ditetapkan.
Papaku pernah bilang, "Talk about the government as much as you can, for as long as you can, because one day you may no longer be able to speak. Not because you have nothing to say, tapi karena mungkin kamu akan menjadi bagian di dalam sistem itu, atau kamu terlalu sibuk memikirkan cara untuk bertahan hidup"
Dan sekarang aku paham apa yang dimaksud sama papaku..