Mau Cepet IHSG rebound dan Rupiah menguat?
Selain cut proyek proyek yang gajelas hasilnya tapi pembiayaannya tinggi,
Coba aja nawarin diri buat utang sama IMF lagi. Misal nih misalll. Sapa tau yekan 🤣
@pinkbourbon8898 si tolol, subsidi buat muter ekonomi ya akhirnya balik lg jd penerimaan
emg lu pikir mbg beli barang kemana? ke petani sama umkm ya ajg
makanya kalo tolol jgn jd buzzer, gampang di debunk kan
tlol sih
$IHSG
Ketika asing dan pemain besar lainnya tidak bisa 'menghitung' potensi resiko dan reward karena keadaan yg tidak pasti dan bisa berubah2, aksi pertama dari manajer investasi adalah keluar dulu. Think risk first.
Ini mirip seperti saat Covid diawal 2020, saham2 jatuh karena mereka melepas posisi untuk menganalisa situasi.
Saat itu 1 orang meninggal dari 3 orang yg terinfeksi Covid.
Jika itu yg terjadi, potensi kedepannya revenue dan net income perusahaan2 kebanyakan akan turun karena populasi dunia akan turun.
Tapi market recovered dgn cepat disaat fakta dilapangan Covid masih terus berlanjut.
Yg artinya, Covid tidak seberbahaya dari perkiraan awal.
Dan ini terbukti seiring waktu berjalan.
Jadi kita tunggu signal itu muncul disaat akum mulai terjadi, bullish setup mulai terbentuk dan muncul dibanyak saham.
Saat ini banyak sekali yg bilang harga2 udah murah dan itu benar..secara historical nya.
Misalnya saham banking yg sering disebut2 jika dibeli saat ini bisa memberikan dividen hampir 10% dan itu merupakan kesempatan baik.
Itu benar jika dividen sebesar itu bisa dipertahankan dan apalagi terus bertumbuh.
Namun bisa juga ada aturan baru yg 'meminta' bagian dari keuntungan itu yg tadinya tidak ada, bentuknya bisa banyak variasinya. Jika ini yg terjadi, otomatis profitability bakal berkurang seperti yg terjadi di PGAS dan juga saham rokok bbrp thn lalu.
Contoh lain misalnya $AMRT
Saham ini price action dari chart nya udah full-blown downtrend. Tentu harga pastinya murah atau terlihat murah karena harga sebelomnya jauh lebih tinggi.
Kinerja nya memang profitable tapi kalo ijin pembukaan gerai dibatasi atau yg udah ada dicabut, otomatis potensi revenue growth dan net income growth akan hilang dan itu yg menyebabkan re-valuasi dari intrinsic value nya.
Saya untuk 1-2thn kedepan akan lebih fokus trading (untuk pasar lokal) agar lebih leluasa hit-and-run.
Stick to trading.. boleh scalp (kalo udah bisa), boleh swing.
Skip investing long-term karena keadaan telah berubah, paling tidak sampai nanti price action memberi tanda.
Investing di pasar global terutama Jepang (saya sebut bukan karena skrg udah naik tapi sejak 2024 ketika Japan stock index itu mulai breakout dari historical 30 year stagnancy. The bigger the base, the greater the breakout).
Diversifikasi aset, non-liquid maupun liquid diberbagai belahan tempat agar aman dari potensi terkunci dan di jaman sekarang, diversifikasi ini sangat mudah dan murah dilakukan.
Dunia financial itu ruthless.
Kalo kita punya kemampuan dan bisa memberikan hasil, mereka akan nempel.
Jika tidak, mau kita sembah pun mereka ga akan peduli.
Prinsip Suntzu di Art of War,
Jika punya uang, berlagaklah seperti tidak punya uang.
Jika punya kekuatan, berlagaklah seperti tidak punya kekuatan.
Sebaliknya, jika tidak punya kekuatan, gertaklah seakan punya kekuatan.
Jika tidak punya uang, berlagaklah seakan punya uang.
Jika paham dgn kalimat diatas, seiring waktu berjalan, orang atau pihak yg mengeluarkan gertakan tidak akan bisa menutupi keadaan real selamanya dan terbuka fakta sebenarnya.
Ketika itu terjadi, reputasi (keadaan real) nya telah terbentuk dan musuh akan mengetahui kemampuan asli dari 'musuhnya'.
Ketika hal atau program yg paling utama, penting dan dibanggakan tiba2 mulai dikecilkan seperti saran2 banyak pihak dari awal yg diabaikan, kita udah seharusnya tau sebab sebenarnya apa.
Pelajarilah sejarah dunia terutama apa yg terjadi di 1930 USA, 1950s China famine, 2010s Cyprus.
Untuk melawan arus itu sulit dan diawal akan terlihat bodoh tapi itulah yg terjadi jika ingin return yg tinggi.
Pemain besar akum dibawah sedangkan mayoritas fomo saat di fase blow off top dan distribusi diatas.
Kalo kalian udah lama di Stockbit, terutama sejak 2016-2017 pas saya mulai posting,
ini adalah pertama kali disaat market IHSG turun dalem dan udah di major support, saya membuat post yg tidak yakin kalo buy at low price untuk investing 4-5thn akan memberikan hasil yg baik.
#MarketCall
#IHSG
Menurut gw ini salah satu saham Anomali kalo dari dilihat dari gerakannya, jadi agak ngga cocok kalo buat contoh materi bid offer. Lebih ke suka suka MM nya aja mau gimana🙏🏼
Kelompok 1: Yang Bikin Biji Plastiknya
TPIA (Chandra Asri Pacific) ini pabrik biji plastik paling gede di Indonesia. TPIA bikin biji plastik PP merek Trilene serta HDPE dan LLDPE merek Asrene
BRPT (Barito Pacific) ini perusahaan induknya TPIA.
FPNI (Lotte Chemical Titan) punya pabrik di Merak, Banten. Mereka bikin biji plastik buat kantong kresek sama kemasan. Pemiliknya Lotte Grup dari Korea Selatan.
Kelompok 2: Yang Pakai Biji Plastik Buat Bikin Barang
PBID (Panca Budi Idaman) bikin kantong kresek merek Tomat. Yang biasa kita lihat di pasar atau warung.
ASPR (Asia Pramulia) bikin botol Aqua, galon air, jerigen minyak goreng, ember cat, sama tutup botol. Pabriknya di Surabaya. Mereka yang pertama kali bikin galon air bebas zat berbahaya BPA di Indonesia.
ESIP (Sinergi Inti Plastindo) bikin kantong kresek merek Diana sama plastik wrap makanan. Sahamnya lagi naik tinggi minggu ini, tapi hati-hati gampang volatile.
EPAC (Megalestari Epack) bikin pembungkus makanan sama minuman.
IPOL (Indopoly Swakarsa) bikin plastik tipis buat bungkus snack kayak Chitato atau Taro.
BRNA (Berlina) bikin botol plastik, tube buat odol Pepsodent atau kosmetik, sama tutup botol.
IGAR (Champion Pacific) khusus bikin kemasan obat-obatan kayak botol obat sirup sama tempat pil.
PDPP (Primadaya Plastisindo) bikin galon air, botol minum plastik, jerigen, sedotan, sama tutup botol. Pelanggannya Aqua, VIT, sama Indofood. Sekarang mereka lagi geser dari galon model lama ke galon yang lebih sehat.