Perbedaan Sistem Pengelolaan Budidaya/Tanam Petani dan Pengusaha Pertanian menurut pengamatan saya, mohon maaf jika ada yang tidak sepemahaman 🙏
1.Lahan yang dikelola :
Petani : 0,3 ha – 2 ha.
Pengusaha : 3 ha ke atas
2.Pengerjaan
Petani : dikerjakan sendiri
Pengusaha :
Dibantu oleh pekerja, tenaga profesional, mesin pertanian, dll.
3.Komoditas
Petani :
Yang banyak ditanam petani lainnya.
Pengusaha Pertanian :
Yang dibutuhkan buyer/ market.
4.Pemasaran
Petani : ke Pengepul + Tengkulak.
Pengusaha Pertanian :
Memiliki tim manajemen untuk memasarkan hasil panennya.
5.Budidaya
Petani :
Tidak menggunakan SOP yang baku
Pengusaha Pertanian : Menggunakan SOP Budidaya yang baik, dan memiliki tim Riset & Development.
6.Manajemen
Petani : Tidak memiliki manajemen.
Pengusaha Pertanian : Membangun manajemen perusahaan yang lengkap.
7.Permodalan
Petani : Modal sendiri + modal tengkulak.
Pengusaha Pertanian : Perbankan & Investor.
Mari kita perbaiki sistem Manajemen Budidaya/Tanam, seperti :
1. Merencanakan apa yg akan kita tanam, jangan ikut ikutan.
2. Buat Program Catatan/Jadwal Tanam, mulai dari olah lahan, perawatan, sampai panennya
3. Pilih Jenis Bibit/Benih dan Pupuk yg baik
4. Buat Pupuk sendiri :
KOMPOS (Kohe, Sabut Kelapa, Bonggol/Kulit Pisang, Garam Krosok)
POC NPK (bahan = Kompos)
JAKABA, BIOSAKA, JADAM/JMS Pestisida Nabati
Dengan bahan bahan yg ada di sekitar kita
5. Lakukan penanaman, sesuai SOP Tanam
6. Lakukan kegiatan monitoring Tanaman, mulai kita datang ke Kebun/Sawah, lihat apakah ada gejala serangan awal OPT, sampai jam 16.00 sore
7. Lakukan Tindakan Pencegahan awal dengan menggunakan Pestisida Nabati yg kita buat sendiri, Jangan tunggu sampai serangan OPT meluas, baru ditangani.
8. Jika memungkinkan lakukan sendiri Penjualan Hasil Panen atau Produk Olahan nya.
Memang ini bukan pekerjaan yang sederhana, tapi tidak ada yg mustahil jika kita berusaha dan mengerjakannya.
Dan jika ingin mendapatkan hasil yg maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga, kita wajib melakukannya, dengan semangat.
Bukan hanya sekedar mengeluh dan bercerita panjang lebar tentang situasi sulit yang saat ini sedang dihadapi oleh Petani, Tetapi mari mencari solusi terbaik agar bisa merubah nasib menjadi lebih baik.
Semoga ada manfaat...🙏
"Min, gw dikasih budget 30.000.000 per bulan, bagaimana cara spend yang baik?"
Definisi dari "ads yang efektif" atau "ads yang baik" bisa kita gambarkan di dalam grafik simpel yang isinya
> Result
> Budget
> CPR
> Max CPR
Pertanyaannya... bagaimana kombinasi dari result, budget, CPR yang baik?
“Musuh” sains itu bukan kebodohan atau ketidakpahaman, tapi keraguan (doubts). Karena ragu = delay of actions.
Dan “pedagang keraguan” itu beneran ada :(
Buku ini salah satu yg kuulas untuk tulisan climate literature di @jakpost.
📌 Tugasnya emang memproduksi keraguan
Idealnya jika pengambilan kebijakan atau bikin aturan kan memang pake bukti, umumnya ilmiah. Mengakui kebenaran sains = jalan untuk regulasi yg benar.
Segelintir ilmuwan dipakai industri untuk menyebar keraguan atas sains, dari rokok, ozon, sampai perubahan iklim: strategi mereka selalu sama: bingungkan publik, tunda regulasi.
📌 Retorika lebih laris dari data atau bukti
Para pedagang ini nggak akan bilang misalnya “nggak ada itu climate change” tapi bilang:
✅ Datanya belum lengkap
✅ Masih ada perdebatan
✅ Tunggu riset lanjut
Mereka ngerti cara kerja media dan karakter ilmuwan. Kalau satu ilmuwan bilang A, dan satu bilang B, maka media akan sajikan “dua sisi”. Padahal 99 ilmuwan lainnya juga bilang A.
Jadi deh ilusi “masih ada perdebatan.”
Udah gitu ilmuwan itu by nature adalah mengejar kebenaran, bukan mengkomunikasikannya. Jadi pahami juga jika mereka enggan bicara, apalagi di lingkungan yang nganggep sains itu nggak penting.
📌 Buku ini studi kasus (dari kejadian lalu), tapi nyatanya masih relevan sampai sekarang. YHA KANNN?
Lima hal supaya lebih lancar di kerjaan (dan juga hidup secara umum):
1. Kalau bingung, tanya.
2. Kalau “stuck”, minta bantuan.
3. Kalau ada orang kesulitan, bantu.
4. Kalau berbuat salah, akui.
5. Kalau lihat sesuatu yang salah, benarkan.
“selama kamu tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, jangan kaget kalo portomu akan disitu-situ aja”.
Believe in yourself. You are braver than you think, more talented than you know, and capable of more than you imagine.
- Roy T. Bennett
Cara jawab pertanyaan saat HR interview agar kamu bisa lebih stand out! 🙏
Kuasai rumus jawaban ini dan kamu bakal impress HR~
1. Tell me about yourself
Rumus -> Susun narasi yang menjelaskan latar belakang pendidikan, pengalaman relevan, dan motivasi terkait posisi. Mulai dari kuliah/jurusan, ceritain pengalaman kerja/magang/proyek, lalu tutup dengan passion yang align sama job desc. Jaga tone antusias, hindari detail personal yang nggak relevan.
2. What are your strengths?
Rumus -> Pilih 1-2 skill relevan dengan posisi, jelaskan dengan bukti konkret dari pengalaman, dan hubungkan ke kebutuhan perusahaan. Gunakan struktur STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk ceritain situasi di mana skill itu kelihatan. Jangan cuma bilang “saya jago komunikasi”, beri konteks.
3. What are your weaknesses?
Rumus -> Pilih kelemahan yang nggak ganggu performa utama posisi, jelaskan dampaknya, lalu ceritain langkah konkret yang kamu ambil untuk improve. Jaga tone jujur tapi optimis, tunjukin kamu self-aware dan proaktif. Hindari kelemahan fatal atau jawaban klise tanpa solusi.
4. Why do you want to work for our company?
Rumus -> Riset visi, misi, atau budaya perusahaan, lalu hubungkan dengan goal pribadi dan nilai yang kamu pegang. Jelaskan kenapa perusahaan ini spesial buat kamu, bukan hanya “butuh kerja”. Tunjukkan antusiasme dan pemahaman soal industri mereka.
5. Why should we hire you?
Rumus -> Kombinasikan skill, pengalaman, dan antusiasme untuk nunjukin kamu fit sama posisi. Ceritain apa yang bikin kamu unik (e.g., pengalaman magang relevan), hubungkan dengan kebutuhan job desc, dan tutup dengan komitmen buat kontribusi. Jaga tone confident tapi nggak sombong.
6. Where do you see yourself in 5 years?
Rumus -> Gambarkan ambisi realistis yang align sama posisi dan perusahaan, fokus ke growth profesional. Jelaskan role atau skill yang mau kamu kembangkan, sambil nunjukin komitmen jangka panjang. Hindari jawaban yang terlalu muluk atau nggak nyambung sama perusahaan.
7. What are your salary expectations?
Rumus -> Riset range gaji pasar untuk posisi serupa, sebut angka fleksibel atau balik tanya soal budget perusahaan. Jelaskan kamu terbuka negosiasi, tapi kasih konteks risetmu biar kelihatan prepared. Jangan sebut angka pasti kalau belum yakin.
8. What is your greatest achievement?
Rumus -> Pilih satu pencapaian relevan, ceritain pakai struktur STAR: situasi, tugas, tindakan, dan hasil. Fokus ke impact yang measurable (e.g., naikin hasil proyek), jelaskan peranmu secara spesifik. Jangan pilih pencapaian yang nggak nyambung sama posisi.
9. How do you handle stress or pressure?
Rumus -> Ceritain teknik spesifik yang kamu pakai buat manage stress, kasih konteks situasi kerja/studi, dan jelaskan hasilnya. Tunjukkan kamu bisa stay calm dan produktif meski under pressure. Jangan bilang “saya nggak pernah stres”.
10. Do you have any questions for us?
Rumus -> Siapkan 1-2 pertanyaan yang nunjukin kamu curious soal perusahaan atau role. Fokus ke arah budaya tim, ekspektasi manajer, atau tantangan posisi. Jangan tanya hal yang sudah jelas di iklan lowongan atau soal gaji di awal ya.
- - -
Bulan Juni ini, kami sedang buka layanan simulation interview dan/atau career coaching sebanyak 10 slot saja (1-on-1 (tidak berbarengan); live dengan praktisi HR yang profesional). Kalau kamu tertarik, coba DM kami sekarang, ya!
Coba nonton E-Sport Excel maka kalian akan tahu betapa cupunya kemampuan excel kalian :)
ini adalah video pengerjaan saya, Excel Ninja 2024 yg dipercepat 2x dan diedit potong sana sini, tp para finalis E-sport bisa lebih cepet dari ini, wkwk, ahhh aku iri
Pernah deg-degan waktu masuk ruang interview atau buka Zoom/Google Meet buat wawancara? Ternyata, HR hanya butuh 5 menit pertama buat bikin kesan awal tentang kamu.
Gimana caranya supaya kamu bisa nail it?
Sebagian candidate fokus siapin jawaban teknis, tapi lupa bahwa 5 menit awal bisa jadi game-changer. HR perhatiin segalanya: cara kamu masuk ruangan (atau join meeting virtual), nada bicara, sampai vibe pas ngobrol santai.
Sebenarnya, interviewer juga buat penilaian berdasarkan isyarat non-verbal. Kalau kesan awalnya kurang oke, susah banget buat balikkan situasi.
1. Confidence
Kesan pertama dimulai begitu kamu buka pintu. Jalan dengan tegap, kasih senyum sopan, dan jaga kontak mata saat nyapa HR. HR suka kandidat yang kelihatan siap dan respect. Hindari gerakan nervous: mainin pulpen, nunduk, atau sandaran, soalnya akan buat kamu kelihatan kurang pede.
2. Master small talk
Kalau HR buka dengan pertanyaan santai, misal “Tadi macet nggak?” atau “Dari mana tadi?" jangan cuma jawab “Tidak” atau “Dari rumah.” Manfaatkan momen ini buat beri impresi terbaik. Contoh: “Lancar kok, Pak/Bu. Tadi sempat baca soal proyek XXX di jalanan, menarik perhatian saya.” Nah, hal kecil kayak gitu nunjukkin kamu bisa menghidupkan obrolan. Ingat, small talk bukan cuma basa-basi, tapi kesempatan untuk connect sama HR ya.
3. Body language speaks louder
Postur tubuhmu bisa ngomong lebih keras dari kata-kata. Duduk tegap, jangan menyilang tangan (kelihatan defensif), dan kasih anggukan kecil saat HR bicara biar kelihatan antusias. HR sering notice kandidat yang sopan & energik.
4. Match company culture
Riset budaya perusahaan sebelum wawancara. Kalau startup, boleh agak santai, kalau corporate, boleh formal. HR senang sama kandidat yang kelihatan cocok sama nilai perusahaan. Cek website, Instagram, atau LinkedIn mereka buat tahu vibe-nya (re: personalisasi jadi kunci utama ya).
5. Start with a strong opening
Mulai interview dengan sapaan sopan dan antusias. Contoh: “Selamat pagi, Pak/Bu (Nama HR), terima kasih atas kesempatan ini. Saya antusias untuk mengemban peran sebagai (Posisi X).” Kalau tahu nama HR, sebut nama beliau juga soalnya akan buat kesan personal yang penting banget di budaya kerja Indonesia. Kalimat pembuka yang hangat, tapi profesional bikin suasana langsung nyaman.
Di pasar kerja, HR sering cari kandidat yang "click” sama budaya perusahaan. Ini akan kelihatan dari 5 menit awal. Baik offline atau online, momen awal ini bentuk persepsi HR soal fit kamu. Kalau sampai salah beri impresi, susah buat comeback; tapi kalau berhasil, kamu akan unggul dari kandidat lain.
Pernah punya momen canggung di awal interview? Atau punya trik biar langsung click sama HR? Tulis di kolom komentar dong~
"Pengen belajar skill baru tapi apa ya?"
Here's a cheatsheet buat temen-temen yang mau nambah skill. Satu hal unik yang aku temuin ternyata MULTILINGUAL masuk di kategori out-of-focus skills 😆
Punya temen yang jalannya cepet?
Studi menunjukan orang yang jalannya cepat memiliki IQ tinggi dan otak yang lebih besar.
Aktivitas motorik seperti jalan cepat dan olahraga mempercepat pertumbuhan neuron dan rewires brain.
Bisa alleviate trauma dan depresi.
Funfact:
Peristiwa idul adha itu bukan Tuhan nyuruh Nabi Ibrahim sembelih anaknya.
Menurut Ibn Arabi, peristiwa tersebut bukan untuk ngetes kesalehan.
Tapi adalah cara Tuhan memberi divine revelation.
Bahwa Ismail ini adalah calon nabi berikutnya, berada pada jalur nubuwah.