Di bandingin si sherly tjoanda, bupati Siak ini lebih berbobot dan berisi tapi sayangnya tidak hobi ngonten saja. Beliau lebih memilih focus bekerja.
Berikut profilnya
Nama: Afni Zulkifli
Pendidikan Akademik: Meraih gelar doktor di bidang ilmu administrasi publik, serta aktif mengajar sebagai dosen dan akademisi sebelum menjabat
Karier Jurnalis: Memulai karier profesionalnya sebagai wartawan (jurnalis) dan memiliki rekam jejak panjang di industri media.
Birokrasi & Pemerintah: Berpengalaman sebagai birokrat yang menduduki posisi tenaga ahli, serta sangat vokal menyuarakan isu-isu lingkungan hidup
Nasib tragis menimpa satu keluarga di Solok Selatan, Sumbar (31/5/2026). Gara-gara berani melaporkan kasus pemerkosaan anaknya ke polres beberapa bulan lalu, rumah mereka malah dikepung 15 orang dan diserang secara brutal.
Di dalam rumah cuma ada ibu (ER), suami, dan bayinya yang masih berumur 2,5 tahun!
Mirisnya, pelaku pemerkosaan yang harusnya mendekam di penjara tapi gak ditangkap-tangkap polisi, malah ikutan datang mengepung dan menyerang korban!
Padahal keluarga korban baru aja berani pulang setelah berbulan-bulan kabur, murni cuma mau mengadakan acara akikah anaknya.
Pelaku pemerkosaan bebas berkeliaran dan malahan balik mempersekusi korbannya tanpa takut hukum.
Tolong pak Kapolri, atensi kasus di Solok Selatan ini!
Bantu sebarluaskan video/berita ini gaes agar pelaku cepat diciduk!
Rahma Sarita Aljufri:
Karena Indonesai adalah Negara "Becanda mulu" jadi kritiknya dibuat genre komedi aja ya gaes....
——
Wkwkwk bener dah, ini negara becanda.
Kebijakan aja dibuat saat berpidato.
Boro-boro rakyat disosialisasi. Boro-boro persetujuan DPR (ah DPR juga melempem), yang jadi korban, rakyat lagi, rakyat lagi…
Apa yg publik lihat dari kasus Nadiem Makarim ini banyak sekali kejanggalan kalau ini kasus korupsi, faktanya Nadiem tidak pernah menerima uang, tidak pernah berupaya memperkaya diri melalui kebijakan, bahkan secara finansial Nadiem yg justru menurun kekayaannya semenjak menjadi menteri dan tidak ada mens rea.
Dalam kasus ini kerugian negara juga sama sekali tidak terbukti. Sehingga publik menyimpulkan bahwa kasus Nadiem Makarim ini terkesan Lemah, Rapuh dan Dipaksakan.
Yaa Allah…
September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei, sembilan bulan Haris Husainy meringkuk di penjara lantaran nge-vlog pada saat aksi solidaritas terhadap Affan Kurniawan yang dibunuh secara brutal oleh polisi.
Posisi Haris pada 29 Agustus 2025 adalah di depan Kementerian Pendidikan, tapi dia dituduh membakar halte di Polda Metro Jaya. Sementara para tahanan politik lain sudah menghirup kebebasan, seorang barista muda yang ngimpi bisa kuliah di tahun depan ini, mesti mengalami penundaan penundaan tuntutan atas sesuatu yang ngga dia lakukan.
Sc: suaraakarrumput
Melawan fitnah Jaksa langsung di daerah 3T.
Chromebook faktanya dapat digunakan. Kami cross check langsung faktanya di Kecmatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
Bebaskan Nadiem dan Ibam! Kriminalisasi seperti ini hanya membuat Indonesia semakin tidak aman untuk orang muda!