Dear Bapak Presiden, dan seluruh pejabat yang hari ini mungkin sedang duduk nyaman di kursi kekuasaan..
Ada sesuatu yang ingin kami sampaikan, bukan dengan amarah yang membabi buta, tapi dengan dada yang sesak dan hati yang sudah terlalu lama menahan🙏
Hari ini, ribuan mahasiswa dari BEM UI dan berbagai perguruan tinggi Jabodetabek turun ke Bundaran HI. Mereka menamai aksinya "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut" - nama yang keras, tapi seperti ungkapan jujur dari hati-hati kami ini.
Nama yang lahir bukan dari kebencian, tapi dari kepedihan yang sudah lama tak kalian dengar.
Mereka bukan turun karena ingin terkenal. Mereka turun karena diam sudah terasa seperti pengkhianatan.
Rupiah pernah menyentuh Rp18.000 per dolar. Harga Pertamax naik lebih dari 30% hanya dalam semalam. Dan yang paling merasakan bukan kalian pejabat tentu saja, tapi ibu yang menghitung ulang belanja hariannya. Bapak yang diam-diam menggaruk kepala memikirkan uang rumah tangganya. Mahasiswa yang mengerjakan skripsi sambil khawatir uang kos bulan depan dari mana.
Indonesia adalah negara yang kaya. Tapi entah mengapa rakyatnya tak kunjung sejahtera. Indonesia adalah negara yang besar. Tapi entah mengapa perut rakyatnya belum bebas dari rasa lapar. Kita belum bicara tentang rasa kenyamanan, itu jauh.
Lima tuntutan mereka sederhana:
"Hentikan pemborosan APBN. Turunkan harga pokok dan BBM. Hentikan program MBG yang kini terseret korupsi. Hentikan Koperasi Desa Merah Putih. Hentikan militerisme di ruang sipil."
Bukan tuntutan anak kemarin sore. Ini adalah tuntutan dari mereka yang melihat pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan pokok, dan kebijakan yang dianggap semakin membebani kehidupan masyarakat - setiap hari, di depan mata mereka.
Kepada adik-adik yang hari ini turun ke jalan~
Kami berdiri bersama kalian. Bukan karena kami tak punya rasa takut. Tapi karena kami tahu: suara rakyat yang diam adalah suara yang sudah menyerah.
Jaga dirimu. Bawa air. Simpan nomor darurat. Jangan terpisah dari kelompokmu. Jika situasi memanas, selamatmu lebih penting dari segalanya. Ingat keluarga dan kami yang sedang mendoakan kalian.
Tapi jika kamu bisa, berdirilah. Tegak. Tenang. Berkepala dingin.
Karena perjuangan ini haruslah jadi kuat dan mampu bertahan.
Kepada para pejabat yang membaca ini.. jika ada:
Bukan mahasiswa yang membuat Indonesia mendekati bangkrut. Yang membuat Indonesia bangkrut adalah ketika kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya sudah habis, dan tak ada yang merasa perlu mengisinya kembali.
Dengarkan mereka. Sebelum jalanan berbicara lebih keras dari yang bisa kalian kendalikan.
- Karirfess, 12 Juni 2026 Untuk Indonesia yang masih layak diperjuangkan -
Demo adalah hak konstitusional. Karirfess mendukung penyampaian aspirasi yang damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga 💀
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Negara lain pasti pejabatnya ga ada yang kepikiran nyuruh rakyatnya matiin kompor kalo udah selesai masak.
Karena pejabat negara lain tau ORANG TOLOL MANA YANG GAK MATIIN KOMPOR KALO MASAKANNYA UDAH MATANG?!
Silakan tag ini ke Bu Stella, kalau ada yang tahu akun medsosnya.
Bu, Stella, saya gak tahu mau dibuat seperti apa model Sekolah Garuda.
Dari pengalaman saya sekitar 20 tahun berkutat di sekolah kurikulum internasional dari IGCSE, IB, dan kurikulum Australia negara bagian Victoria, adalah sebuah resep yang buruk bila kita mencampur kurikulum nasional dengan kurikulum internasional.
Saya sudah melihat beberapa sekolah "internasional" yang mencampur dengan resep menjalankan kedua kurikulum secara paralel. Jadinya mereka mempelajari 2 hal yang sebetulnya hampir sama, 2 kali, dalam bahasa yang berbeda.
Lebih baik buat sekolah yang murni IB, full dalam bahasa Inggris, atau IGCSE, full dalam bahasa Inggris, atau kurikulum nasional murni, tapi bahasa Inggrisnya diupgrade. Dengan pengajaran bahasa Inggris yang mumpuni, anak didik bisa setara kemampuannya dengan mereka yang menggunakan kurikulum IGCSE dan IB (dengan syarat tentu saja pengajaran dalam kurikulum nasional baik juga)
Prabowo bukan oknum. Dia presiden. Keputusan dan tindakan dia menyeret keseluruhan Indonesia jadi pendukung zionis. Ini menyedihkan dan harus dilawan, minimal bersuara. Jangan diem.
Maaf ya, izin posting dari BEM @UGMYogyakarta
—-
Ijin berkabar, Mas dan Mbak Alumni sekalian.
Hari ini BEM UGM surati UNICEF utk respons tragedi kemanusiaan di NTT. Seorang anak yang tak mampu beli buku dan pena seharga Rp10.000,- memilih bunuh diri di saat Negaranya merampas 223T anggaran pendidikan utk alokasi MBG dan menyumbang 16,7T untuk Bord of Peace bikinan Trump. Sungguh ironis.
Sudah habis kesabaran kami sebagai mahasiswa. Saatnya mengatakan bahwa Prabowo Subianto adalah Presiden bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar malah justru membodohi yang lain. Ajaibnya, orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibikin bodoh dan malah menjunjung kebodohan Presidennya.
6 FEB 2026
Tiyo Ardianto
Ketua BEM UGM
Cape banget tinggal di negara dengan kegagalan sistem yang ga ketolong lagi.
Oiya. Makin hari juga makin benci sama presidennya. Kayanya ini presiden terburuk yang seumur gue hidup pernah alami.
SPPG yang menunya jelek dan nggak sesuai sama panduan isi piringku / gizi seimbang bakal tak upload di sini tanpa nyensor nama SPPGnya. Gah men aku kon tunduk karo pencemaran nama baik. Koe-koe wae mengancam nyawa siswa-siswa wani dan pede o!
mau dia orasi ratusan kali, mau dia teriak2 sampe 200dB gak akan benarin kelakuan dia habisin SATU TRILIUN sehari buat program katering yg sulit diukur manfaatnya, sementara ada anak kecil yg mengakhiri hidupnya krn ortu gk punya duit SEPULUH RIBU rupiah buat beli buku pensil.
mohon bantuannya untuk di Share...🙏
Berkaitan dengan adanya Bibit Siklon Tropis yakni:
1. Invest Siklon 91S di barat Lampung (dalam 24 jam mendatang berpotensi menguat) dan;
2. Invest Siklon 93S di selatan NTB.
kami mengharapkan masyarakat baik di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB dan NTT untuk meningkatkan kewaspadaan akan potensi Kebencanaan Hidrometeorologi; Banjir, Longsor, Angin Kencang, Gelombang Tinggi dan Petir untuk wilayah yang telah kami sebutkan diatas.
Penguatan Mitigasi Potensi Bencana diharapkan diterapkan oleh masyarakat, pemerintah maupun dunia usaha.
Kondisi gangguan cuaca ini kami prakirakan terjadi setidaknya sampai akhir bulan Desember 2025.