Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah ๐ฎ๐ฉ tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah ๐ฎ๐ฉ tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. ๐ฎ๐ฉ sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi.ย Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn ๐ฎ๐ฉ takut/sungkan thdp Amerika ? Has โFEARโ become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak ๐ฎ๐ฉ bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.ย
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi ๐ฎ๐ฉ dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkanย
Boleh dikutip.
@mirikicib Welcome...
Bbrapa case juga untuk sinpkification/standardization:
- remove LAN
- remove usb 2.0
- Charger ganti type C
-no disk drive
Jadi laptop lbh simple/compact dan interchangeable
Konsekwensinya: user perlu beli dongle seduai keperluan.
@mirikicib As needed aja, Kak
1. (Mungkin) probability orang pakai Lan vs reduction cost nya significant, terhadap market yg ingin laptop Slim / compact
2. Banyak Dongle after market (Lan + USB 2.0) yg murah
3. Opsi Lan masih ada bbrapa tipe/brand, tinggal compare aja total cost nya๐๐ป
@yosika_yashir@scrolltkp Definisi kekeluargaan perlu diperjelas sih.. gak semua harus dimaklumi:
1. Punya carport tapi parkir dilahan diperuntukan untuk umum/tamu
2. Ada lahan bersama tapi menaro barang pribadi
Ke2 Hal tersebut bisa dimaklumi dengan asas kekeluargaan bila sementara๐
@collegemfs Hasil penelitian mesti dijabarkan, apapun itu:
1. Pastikan method+sample sesuai
2. Compare riset lainnya (baik yg ngaruh/tidak) cari pendukung atau gap dari sana
@collegemfs Hello...
Coba kamu seach dulu melalu google scholar, atau dr salah1 jurnal yg km dapet, check semua referensinya.
Tergantung Univ, biasanya mereka langganan Elsevier, etc berdasarkan DOI nya atau cari undertable lewat telegram๐
@KucengTerbanggg Semoga segera selesai masalahnya๐๐ป๐๐ป
Case ini terjadi dbberapa sekolah swasta yg tidak besar di daerah.
My view:
Ada bbrapa "niat" orang nabung di sekolah:
- Biasakan Anak nabung langsung
- Tidak punya tabungan anak d Bank
- Gengsi orang tua
- Malas simpan ke Bank karena harian,
@LaLigaLocaID Klo liat proses lolos ke piala dunia dan hasil 1st Match emang sama..
Tapi Argentina 1st Match last World Cup juga terseok2, Kita liat mental mereka 2nd match.. siapa tau ada kejutan ๐
(sama aja)