“We can night ride—aku sewa mobil nanti atau jalan aja you choose, I heard there's a festival downtown. And we can have a grocery date!”
“What do you think?” tanyanya dengan binar antusias menatap @Treauther.
“Picnic, maybe?” lanjutnya menimbang-nimbang, “I found a spot in the woods that's shaded from the sun. There's a waterfall there.”
Malakai menunduk sejenak, sebelum kembali menatap manik kecoklatan milik Reign. “Let's go into town.”
kucing kelabu itu bukannya naik ke pangkuan Malakai seperti apa yang diminta, ia malah naik ke pangkuan Reign yang membuat Malakai sontak berdecih. “Cih! Pilih kasih!”
Tidak mau kalah, Malakai menarik pinggang @Treauther dan memeluknya erat. “Let's go out on a date, Rei.”
Mungkin di antara mereka, Malakai lah yang paling merindukan Reign. Dia tidak bercanda ketika meminta Kirei—kucing mereka—untuk menemani Reign selama pergi, bahkan meminta kucing kecil itu untuk menjaga kekasih hatinya.
Melihat Kirei yang datang menghampiri,
memberi kenyamanan berlebih untuk yang tengah bersandar.
“Really? Aw! Did you miss me?” ejeknya pada keluhan @Treauther. Dengan gemas ia mendekatkan wajah, mengecup bibir yang mengerucut tersebut. “You have Kirei here. I already told her to keep you company while I'm away.”
Kontras dengan Reign yang terkikik atas ulahnya, Malakai hanya menghela napas dengan banyaknya gerutuan. Tampaknya, vampir satu ini memang sudah begitu kenyang hingga terlihat lebih riang dibandingkan hari-hari biasanya.
Kuasanya mengusap-usap punggung itu naik turun,
“Is this a time for dirty talk? Really?”
Kedua tangannya kini kembali melingkar, menarik @Treauther dalam rengkuhan. Lirikan matanya bergulir ke sembarang arah sebelum lanjut menjawab, “Mm. Try it then.”
“BWEH!” Kecupan yang Reign berikan membuat Malakai menjauhkan kepala dan mengusap bibirnya sendiri secara agresif.
“What—” Tidak hanya dikejutkan dengan kecup, pertanyaan yang terlontar buat Malakai menatap tidak percaya. “What the fuck are you talking about?”
Satu tangannya merengkuh pinggang, satu lagi mengusap lembut surai gelap vampir di pangkuannya. Deru napas dingin yang memberat di perpotongan lehernya membuat Malakai memejamkan mata, mencengkram pinggang tersebut tatkala rasakan taring mulai mengoyak kulitnya.