"Islam ala Prabowo" buku itu bisa dianggap penistaan agama... Seluruh Muslim di dunia mengikutinya Islam ala Nabi Muhammad SAW, sejak kapan Prabowo jadi nabi kok di ikuti??
Coba dibaca daftar isi buku "ISLAM ALA PRABOWO" ini, bukunya bener2 basah sama air liur. Astaga buku macam apa ini, jika buku adalah jendela dunia, maka buku ini adalah jendela ke neraka kali ya? bawa2 islam tentu tokoh yang dijadikan contoh dalam hal perkataan dan perbuatan dalam buku itu mesti yang punya keilmuan dalam ilmu agama. islam gak ada ala-ala, jangan dimodifikasi, beragama harus sesuai dengan sunnah, bukan hawa nafsu, bukan dari sudut pandang seorang tokoh yang dia sendiri bukan seorang alim dan bukan penuntut ilmu syar'i
apakah prabowo dikenal sebagai pendakwah?
dibilang juga apa, maganghub ini kalo dilihat dari sisi jangka panjang bakal merugikan fresh graduate itu sendiri dan merusak pasar.
anggap lah sekarang kita fresh graduate yg keterima maganghub, ok dalam waktu beberapa bulan kita dapat gaji, kita sedikit tenang karena “sekarang” ini ada penghasilan. tp apakah setelah masa maganghub kita selesai, kita langsung dijadikan kartap? belum tentu
perusahaan tinggal cari anak magang lagi, bahkan kemarin aku sempat liat tweet pekerja yg bilang dikantornya lebih banyak anak magang daripada karyawannya sendiri. kalo gini terus polanya pengangguran bakal masih banyak
Menurutku kita justru perlu lebih banyak PH sebesar Imajinari yang berani maju dengan ide-ide segar.
Dan berharap jangan sampai Imajinari berjuang sendirian.
A24 juga perlu waktu bertahun-tahun hingga namanya diidentikkan dengan kesegaran/kebaruan dan akhirnya mengundang semakin banyak penonton setia.
“dear diary…
hari ini aku sama mas wowo kunjungan ke rusia, karena aku ngeluh ke mas wowo soal asap karhutla. aku takut asap itu akan mencapai jakarta seperti doa orang-orang di twitter. jujur aku benci banget asap! makanya aku selalu melarang mas wowo merokok supaya asap itu tidak jatuh mengenai rambutku, gimana asap karhutla?
kemarin pagi, 2 hari setelah aku mengeluhkan soal karhutla, mas wowo bangunin aku dengan memegang 2 tiket di tangannya. katanya, “surprise! ayo kita berlibur yang jauh biar sayangku ini gak stress di dalam negeri terus.”
aku memberengut, “uangnya? mau pake uang aku lagi?”
mas wowo tersenyum simpul. “di anggaran perjalanan dinas luar negeri, sudah kusisipkan biaya liburan rutin kita. aku tau kamu gampang stress menghadapi dinamika negara ini.” dia diam sebentar. “yuk? nanti kita jalan-jalan yang puas di sana.” aku tersenyum lebar, “serius??? berangkat sekarang, mas?”
“dua jam lagi.” kata mas wowo. tangannya yang kekar membelai pipiku lembut. “tidak usah bawa barang banyak-banyak,” katanya. “nanti kita beli di sana saja. kita shopping baju yang banyak.”
aku memekik bahagia dan reflek memeluk mas wowo saking senangnya. lalu buru-buru kulepaskan pelukanku, pipiku bersemu merah. aku menundukkan kepala, malu menatap mata teduh sang tuan.
“kenapa malu, hm?” jemari mas wowo turun ke daguku, diangkatnya daguku dengan lembut. “sudah 2 tahun serumah kok masih malu-malu?”
“hehe iya, masih suka deg-degan mas.”
mas wowo tersenyum lembut. diraihnya tengkukku menuju dirinya. kurasakan kelembutan menyapu bibirku secara perlahan. ciumannya tidak pernah menuntut, penuh dengan kasih sayang dan ketulusan. kuraba dadanya dengan kedua tanganku, dan tangannya yang gempal mengusap tengkukku dengan lembut.
“terima kasih ya mas, udah mengusahakan apapun yang aku pengen.” kataku pelan setelah dia melepas ciumannya. “anything for you, sweety.”
bibirnya kembali melahap bibirku, tetapi kali ini dengan tergesa-gesa. aku memejamkan mataku, siap untuk menerima kenikmatan lain yang ia berikan.”
Happy Suicide Prevention Month
I was someone who was close to doing it, even rn Im slightly struggling with it. So I dont really have encouraging words to say since know how truly helpless it felt.
But never let go of any light you found no matter how dim it is
Take care! 💚🎗