Reiko bergidik ngeri begitu mendengar permintaan Kinara. Dulu wanita ini hanya diam dan mengamati, bicarapun apa adanya tapi tidak pernah mengucapkan kata tolong, maaf dan terima kasih karena Kinara selalu melakukan semuanya sendirian.
Cynthia membelai perutnya dengan wajah kesakitan. "Dimana mas Adit?"
"Masih sama perempuan murahan itu," jawab ibu Adit.
"Bu, jangan begitu sama Kinara." Cyntia menasehati ibu mertuanya. Perasaannya membaik begitu melihat kebencian ibu mertuanya.
Kinara menitikan air mata. Aku tidak pernah membeli perhiasan, selama ini aku hanya mengandalkan perhiasan milik mama, gaun mahal pun semuanya hadiah dari teman atau menabung beberapa bulan. Aku tidak bisa sembarangan memakai uang karena memikirkan manajemen hotel.
"Apakah hidup laki-laki itu sangat berharga sampai kamu seperti ini?" tegur Dimas.
"Kak, aku tidak bisa hidup tanpanya."
"Dia sudah menginjak dan membohongi kamu! masih kamu bela dia?"
"Setidaknya kami punya anak, jadi dia-"
"Dia juga punya anak dengan wanita lain!"
"Kamu tahu Kinara, harusnya kamu bersyukur mendapatkan dua anak setelah dulu berusaha menghancurkan pertunangan suami kamu dulu."
Kinara tertawa masam dan sengaja menumpahkan minuman di tangannya ke baju tetangga kepo itu yang dengan bangga menghina dirinya di depan umum.
Aku melihat gelas berisikan racun di tanganku dan segera menenggaknya sebelum berubah pikiran.
Sekarang cintaku hilang, itu berarti hidupku ikut menghilang.
"MAMA!"
"NARA!"
Sakit, panas, cepat... aku harus pergi...
Sesampainya didalam gua, hantu itu lalu membenturkan kepala Ustadzah Romah ke bebatuan, membuat dahinya berdarah. Ustadzah Romah hanya meringis kesakitan lalu kemudian merangkak dan memeluk kaki hantu itu.
Miya hanya diam, ia tentu kecewa dengan Ustadzah yang membimbingnya selama ini. Ustadzah, yang ia sudah anggap seperti kakak sendiri, telah membiarkan semua ini terjadi bertahun-tahun. Badan seorang wanita tua, diawetkan...
Bahkan ketika Miya duduk di karpet, tidak ada satupun yang menganggapnya seorang Santriwati, malah beberapa pejabat hidung belang yang tadi menggoda Ustadzah Shinta, nampak mencoba menggoda Miya.
Ketika hari semakin sore, beberapa mobil nampak mulai berdatangan. Terlihat plat mobil-mobil mewah itu berwarna merah dengan bermacam-macam huruf alphabet. Nampaknya mereka adalah pejabat-pejabat dari berbagai kota besar yang tempatnya sangat jauh dari wilayah desa ini.
Ustadzah Nyi Wati tidak berkata apa-apa, ia terus mengusap-usap kepala Miya. Apakah yang di maksud Ustadzah Nyi Wati adalah sikap Ustadzah Romah yang begitu kejam? Lalu apa maksudnya mengingatkan semua orang? ... OH!
Betapa terkejutnya Miya, Nabila muncul dengan mengenakan pakaian serba hitam. Ia lalu menatap kosong Nabila untuk beberapa saat.
"Nggak papa, Nab" ucap Miya dengan sedikit terisak.
"Tante marah banget sama lo, yak"
"Marah kenapa ... Apa yang sudah aku lakukan, Nab"
Setelah kejadian malam itu, teror 'Hantu Ustadzah' justru semakin menjadi-jadi. Hampir setiap malam sosok itu selalu menampakkan diri kepada santriwati lain. Hal ini mungkin disebabkan karena kegiatan mengaji di malam hari berhenti.
Miya menggeleng-gelengkan kepala ketika mendengar penjabaran Ira yang begitu antusias. Ia tidak habis pikir, di tempat yang suci dan Agamis seperti pondok, masih ada saja hantu dan semacamnya. Mana hantu ini sering menampakkan diri, keluh Miya dalam hati.
"Aku sudah tau apa jawabannya kak. Aku akan kembali ke Jerman dan tinggal selamanya disana. Tolong kau urus semuanya kak aku percayakan semuanya padamu. Dan satu lagi kak, aku ingin Daniel dan keluarga Jessieca tak tau keberadaanku. jelas Nichole dengan tatapan kosong.
Nichole menghapus air matanya. Ia mencoba berpikir jernih tentang semua ini. Apa lagi ia sedang mengandung. Jika Jessieca mengincarnya sudah pasti ia akan mengincar calon bayinya juga. https://t.co/o6WGxNUsF3
Kedua gadis itu masih saling bertatapan meski tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut masing-masing. Sampai -tiba-tiba aurora mengulurkan tangan kanannya untuk menyentuh pelipis melody dengan lembut.
https://t.co/2OiE3ZzoFz
"Kau sedang sakit kah?" Tanya Davita khawatir di sebrang telepon.
"Tidak aku a-aku sedang sedang..."
"Kenapa dengan dirimu Nichole? Kau tak sedang menutupi sesuatu dariku kan?"
"A-aku aku sedang mengandung anak Daniel" ucap Nichole gugup.
https://t.co/o6WGxNTUPv
"Aku ke atas dulu ya, Kak."
Siapa? Entahlah-mungkin pacarnya, yang jelas itu bukan urusan melody. Melody yakin kepentingannya hari itu bersama Avion sudah selesai. https://t.co/2OiE3ZzoFz
Melody yg melihat itu pun segera menepikan mobilnya ketika sudah sampai.ia pun berbalik melihat nabilah yg kini menundukan kepalanya.
"Hei kamu kenapa sayang?"tanya melody lembut sambil mengangkat dagu nabilah untuk menatapnya.