ini basic manner, kalo lu dikasih tau sesuatu yang sifatnya privasi dan lu udah di percaya banget, tolong jaga privasinya. sekalipun nanti lu udah ga akrab lagi jangan di kasih tau ke siapapun. karna itu bukan ranah lu untuk cerita ke orang-orang untuk ngegibah biar di anggep asik. ngerti ga lu monyet.
🙋♂️: Gimana cara ngilangin rasa minder pas kumpul bareng temen² yang lebih sukses?
🗣️: Fokus serep ilmu dan cara pikir mereka, bukan sibuk ngebandingin ini itu.
Dihapus? Ya sudah.
Diunfollow? Ya sudah.
Tidak diajak? Ya sudah.
Tidak dikabari? Ya sudah.
Tidak perlu marah.
Tidak perlu bertanya.
Tidak perlu membuat pengumuman.
Tetaplah menjadi dirimu dan lanjutkan hidup.
Ketenangan lebih mahal daripada penjelasan.
"enggak harus good looking kok, tapi kamu wajib jadi human with a mind, with attitude and with class."
aku setuju dengan statement tersebut. tapi, pada kenyataannya enggak seperti itu. enggak bisa dipungkuri bahwa; good looking is still number one.
Awalnya kupikir, set boundaries itu tentang menjaga jarak, menghindari orang, dan dengan tegas memilih siapa yang boleh masuk dan siapa yang harus pergi.
Tapi makin ke sini aku sadar, batasan ternyata bukan tentang membangun tembok yang tinggi dan kokoh.
Melainkan tentang kesadaran, tahu kapan harus membuka diri, kapan harus berkata "cukup", apa yang bisa ditoleransi, dan apa yang memang nggak seharusnya lagi kita biarkan masuk ke dalam hidup.
The saddest thing from Surah Maryam is:
"Kadang-kadang kamu akan diuji dengan ujian yang begitu berat, hingga kamu berharap seandainya kamu tidak pernah dilahirkan."
Namun, di balik ayat itu ada pelajaran yang begitu menenangkan: bahkan orang-orang yang paling dicintai Allah pun pernah berada di titik paling rapuh. Merasa lelah, merasa sendiri, bahkan berharap semua ini tidak pernah terjadi.
Itu bukan akhir dari cerita. Setelah kesulitan, Allah selalu menyiapkan jalan keluar dengan cara yang tidak pernah kita duga. Maka, jika hari ini hidup terasa begitu berat, bertahanlah. Sebab pertolongan Allah sering kali datang tepat ketika kita merasa tidak lagi memiliki kekuatan.
Kalau ternyata nggak ada?
Ya udah, nggak apa-apa.
Emang hidup kayak gitu.
Nggak semua orang akan peduli sama kita.
Dan itu bukan berarti kita nggak berharga.
Justru kesadaran itu bikin gue berhenti terlalu berharap sama manusia, berhenti pengen dimengerti semua orang, dan mulai fokus menjalani hidup sebaik mungkin.
Karena, yang paling bertanggung jawab atas hidup kita ya diri kita sendiri.
Sisanya, kalau ada orang yang memilih tetap ada, itu bonus yang layak disyukuri.
senja diujung dunia memang terlihat indah..
namun senja diujung usia bersamamu kukira itu jauh lebih indah..
terbayang nanti diusia senja kita menikmati senja..
awan jingga diufuk sana menangis gerimis ketika gelarnya kuberikan padamu dalam kata "kau lah senjaku.."
Adakalanya kita dilema dngan pilihan kita sendiri ntah itu mau mengikuti kata hati ataupun fikiran, pdhal itu hnya sbtas tabu nyatanya tindakan menentukan sgalanya
Baru paham di umur 30+.
Psikologku pernah bilang, selama kita masih terus terpapar stresor yang sama, proses pemulihan memang bisa menjadi lebih sulit.
Lalu aku membaca firman Allah:
"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan, dan jauhilah mereka dengan cara yang baik."
(QS. Al-Muzzammil: 10)
“Bagaimana kalau orang lain salah menilaimu?”
Let them.
I don’t owe any explanation to anyone, aku sudah berhenti menggunakan energiku untuk meluruskan segala prasangka.
Karena tidak semua orang datang dengan niat untuk memahami. Ada yang memang sudah memutuskan ingin melihatmu dari sudut pandang mereka sendiri.
Orang yang avoidant itu jago bikin jarak. Mereka tau cara detach, diam, dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Mereka bisa meyakinkan diri sendiri kalau hidup tetap berjalan tanpa kehadiranmu.
Tapi ada satu tipe orang yang paling sulit mereka lupakan.
Bukan orang yang terus mengejar mereka. Bukan juga yang memaksa mereka berubah. Justru orang yang pernah membuat mereka merasa diterima tanpa dihakimi, dihargai tanpa dituntut, dan dicintai tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain.
Ternyata tak selamanya mmberi empati pada orang lain itu baik. Adakalanya itu menjadi Boomerang untuk diri sendiri.
Ya udah sih mungkin gua slah pilih orang and but aku dapat pelajaranya
@vyowiz_ Yups orang yang suka nnton bokep ketika sendirian bkalan terpancar auranya ketika bersosialisasi, ngomong jadi Belibet ngga focus dan pikirannya omes teruss.
CARA NGE-HACK OTAK
SENDIRI
Dopamin (hormon bikin happy)
• Makan enak.
• Rayain kemenangan kecil.
• Jalan-jalan sendiri / me time.
• Bersih-bersih kamar dan rumah.
Serotonin (hormon penenang mood)
• Jogging pagi.
• Berjemur kena matahari.
• Meditasi.
• Main dan having fun.
Oksitosin (hormon cinta dan bonding)
• Ngasih pujian ke orang.
• Main sama hewan peliharaan.
• Ngobrol hal positif sama orang.
• Pelukan sama keluarga.
Melatonin (hormon tidur nyenak)
• Kurangi screen time.
• Makan makanan sehat.
• Redupin lampu.
• Hindari kafein.
Sekelam.sesulit, seterjal apapun kita dalam proses menjalani hidup. Pastikan jangan Melakukan kesalahan yang disengaja ataupun keburukan yang diciptakan.
Toh knyataanya kebiasaan buruk jauh lebih gampang diciptakan ktimbng kebiasaan baik, soo jadi Gamau hancur lagi kan ? 😊