sedih bgt... sedihhhh bacanya, apakah gk merasa bersalah ya setelah seperti itu... mbayangin bikin seseorang S word aja aku merasa berdosa seumur hidup...
KEMAREN KATANYA GAK PUNYA DUIT BUAT GURU, KENAPA YANG DIKASIH TUGAS MALAH TARUNA AKMIL BUKAN GURU BENERAN?!?!?
PASTI GAK GRATIS DONG TARUNANYA, PASTI GAK RELAWAN DONG??
ya berarti gak cocoookkk doooong!! kalo gak ada di negara lain bukan jadi keunikan tapi jadi mencurigakan! sedikit lebih beda gak selalu jadi sedikit lebih baik bapaaak!
rendang sebenernya awet bgt makanya dulu ibunya malin kundang masak rendang untuk bekal malin kundang merantau, di box makanan itu si ibu nulis:
for malin
Program Layanan Publik
Presiden SBY:
- BidikMisi >> Pelaksananya negara
- BOS >> Negara
- Jamkesmas >> Negara
Presiden Jokowi;
- KIP/PIP >> Negara
- KIPK >> Negara
- KIS >> Negara
Presiden Prabowo;
- MBG >> Mitra swasta
Jelas bedanya kan? dimana design bcornya.
selalu mbrebes mili ketika dengerin lagunya mas hifdzi feat. gustiwiw - sahabat lama... semoga mas hidzi sehat selalu, mas gusti ditempatkan di tempat terbaik di alam sana <3
Nah yaudah, kalo memang udah ngga ada ruang negosiasi, trus ngapain lu pada kecentilan datengin kampus ngaku-ngaku mau diskusi? Ya wajar lah kalo lu pada diusir. Karena mereka juga paham kalo lu cuma mau bela diri.
Lo bilang IMF itu "racun."
Prabowo tolak IMF = kedaulatan ekonomi.
Hebat.
Ini orang yang sama yang rajin koar2 di Twitter waktu rupiah menyentuh Rp15.000:
"Siapa Presiden RI juara utang?"
Yang sindir Sri Mulyani sebagai "menteri terbaik pencetak utang."
Yang bilang pemerintah "gagal menjaga rupiah."
Sekarang rupiah di Rp17.700โ18.000 per dolar.
Fadli Zon: "IMF itu racun. Prabowo jago diplomasi."
Utang luar negeri Indonesia per April 2026 sudah USD439,8 miliar , sekitar Rp7.784 triliun.
Selama 1,5 tahun masa jabatan Prabowo, utang luar negeri pemerintah tumbuh 6,7%.
Nggak ada tweet dari lo
Nggak ada puisi.
Nggak ada pertanyaan retoris.
Karena sekarang lo Menteri Kebudayaannya.
Dulu: utang naik = bencana.
Rupiah lemah = pemerintah gagal total.
Sri Mulyani = pencetak utang.
Sekarang: utang naik = "dikelola cermat dan akuntabel."
Rupiah Rp17.700 = faktor global.
IMF ditolak = kedaulatan.
Kompasnya berputar mengikuti arah kursi, bukan arah kebenaran.
Rakyat yang bayar utangnya tetap sama, Bang.
Yang berubah cuma posisi duduk lo.