@lamourned Salfok ke "I've been dealing" dan "nothing new to me" artinya ga ada introspeksi selama tahunan tetep terabas pakai pakaian terbuka di negara mayoritas muslim adalah keputusan risky dan tidak bijak, apalagi public figur banyak disorot. Konsekuensi dihujat jd keniscayaan
male-centered women love projecting. when you do everything for male attention and validation, you assume that’s the case for everyone. when in fact… wdgaf
*sigh* kenapa jadi lo pada yang merasa teropresi anjing? Lo tuh cuman ally. Sengsaranya lo ga setara sama temen-temen queer yang lain. Lo masih punya safety. Gedek gue dari kemarin bandingin, “jadi ally juga susah.” what a privileged cunts.
Makanya hidup jangan kek apa kali lah dikontolin kapitalisme mulu. Touch grass. People outside will definitely laugh on your face kalo lo bilang “gue ngetweet dibayar”.
Pengen belajar ngetweet ikhlas dari akun kpop
Pernah liat ada akun kpop Indo yg dapet 10juta impression dari 1 post waktu dia posting fan-cam footage
Tapi akun dia ga cenblue, ga pasang link shopee affiliate, ga minta follow, ga jualan, ga attach postingan yg lain
Gila jir the real ngetweet ikhlas
PDMK yang didapat Andrea Kimi Antonelli kemarin memastikan Mercedes sejauh ini jadi satu-satunya tim yang mendapatkan di musim ini.
Total PDMK:
Russell - 2
Antonelli - 1
Pole Doang Menangnya Kagak 🔥
loh gak liat? mereka aja pada dukung trump gegara anti-lgbt, bodo amat iced nindas imigran, evangelis ngehina muslim & minoritas, yg penting anti pelangi, oon emang 😭👌🏻
Terlepas dari diksi dlm tweet ini yg kurang sopan ya, sebagai bocah yg hidup di masa ORBA, film ini like film wajib tonton biar 'kita' as bocah lugu lucu imut ini percaya kalau kejadian G-30s itu krn PKI. Dan aku mempercayainya sampai akhirnya aku baca Ronggeng Dukuh Paruk dan penasaran PKI itu apa krn knp gara2 mrk nasib Srintil begitu menderita. Penasaran terus aku baca buku2 sejarah lainnya, sampai sekarang bahkan bacanya hehehehe tapi masih ada baby boomer yg aku temui bahkan msh menganggap kejadian itu salah PKI. Gak salah jika sebuah film atau karya seni lainnya bisa punya kekuatan utk me membangun collective memory.
Wags love to spew some gender essentialist bullshit about lack of interest for women with sports fandom instead of addressing the real issue which is that men make sports fandom hostile and unsafe for women
wag culture at its peek wdym knowledge of the players and statistics is "male-centric marketing"?? we the woman who watch it do not have this knowledge? are we supposed to only care about the fashion? insane take
between this, “world cup guide for girls” that are just photos of hot players and explaining the sport like love island, media basically calling female hockey fans puck bunnies, f1/f1a centring wags on social media and the dumbing down of sport for female fans, i’m exhausted