Gue pernah dapet satu pengalaman 3S yang menurut gue.. langka banget 👀
Bukan cuma karena permainan dan senjatanya yg gede
Tapi karena cara dia bersikap di dalam situasi itu
Waktu itu gue dan wife ketemu satu partner
yang bukan cuma secara fisik di atas rata-rata
Tapi cara dia membawa diri.. beda
Di momen foreplay..
saat wife gue sudah bener-bener di puncak rangsang
Dia masih sempat nengok ke gue dan bilang:
👉 ‘Koko kalau mau duluan, silakan..
Ini Cici udah basah banget’
Di situ gue langsung ngeh
ini bukan cuma soal skill atau kemampuan
Karena di kondisi seperti itu..
kebanyakan orang justru mulai egois
Tapi dia nggak
Dan makin kelihatan lagi di momen paling panas..
Saat situasi lagi di titik paling intens antara dia dan wife
Sebenarnya dia bisa lanjut tanpa mikir apa-apa
Tapi dia justru pelan-pelan bisikin ke wife:
👉 ‘Cici.. gue udah boleh keluar belum?
atau masih mau gue terusin?’
Simple.. tapi di situ kelihatan jelas
👉 dia sadar posisi
👉 dia paham situasi
👉 dan dia tetap menghargai kami, bukan cuma enakin dirinya sendiri
Dan jujur..
partner kayak gini itu jauh lebih langka
dibanding yang cuma mengandalkan fisik dan modal
Karena yang bikin pengalaman seperti ini terasa beda..
👉 bukan cuma apa yang dia lakukan
👉 tapi bagaimana dia memperlakukan kami sebagai pasangan suami dan istri di dalam situasi itu 😏
Bukan Semua Single Siap Masuk
Dunia Fantasi Pasutri
➖Banyak Yang Masih Level➖
Mokondo
Mengenal “Spesies” Mokondo
Dalam Dinamika Fantasi Pasutri 3some dan Cuckolad
Kalo kalian cukup lama berada di dunia fantasi pasutri, pasti sudah tidak asing dgn satu kata ini
Mokondo
Biasanya muncul di bio atau postingan pasutri sperti
👉No Mokondo
👉Mokondo minggir
👉Pasutri curhat ketemu partner Mokondo lagi
Tapi sebenarnya..
Apa sih Mokondo itu?
Spesies jenis apa ini sampe banyak pasutri “alergi” mendengarnya?
Mari kita bahas
Apa Itu Mokondo?
Singkatnya..
Mokondo adlh orang yg datang hanya bermodal omongan dan nafsu
Biasa orang menyebut Mokondo = Modal Kont*l Doang
Tanpa
👉kesiapan
👉tanggung jawab
👉respect
Tapi dalam konteks 3S pasutri, Mokondo bukan sekedar soal materi.. yg lebih bermasalah justru mentalitasnya
Karena yg dibutuhkan dalam dinamika sperti ini bukan cuma keberanian.. tapi juga kedewasaan
Ciri-ciri Partner Mokondo
Mari kita uraikan dgn bahasa yg paling mudah dipahami
1️⃣ Modal Nafsu, Nol Kesadaran
Mokondo sering mengira bahwa 3S itu sperti bonus gratis
Padahal kenyataannya 3S adlh dinamika relasi
Ada
👉komunikasi
👉batasan
👉kesepakatan
👉kenyamanan tiga pihak
Kalo datang cuma dgn nafsu..
ya jelas pasutri langsung pasang alarm
2️⃣ Tidak Menghargai Pasutri Sebagai Satu Kesatuan
Ini salah satu red flag terbesar
Ciri khas Mokondo
👉lebih fokus ke istri
👉mengabaikan keberadaan suami
👉mencoba memecah komunikasi
Padahal dalam dinamika sehat
Pasutri adlh satu unit. Bukan dua orang yg bisa dipisahkan sesuka hati
3️⃣ Alergi Aturan
Kalimat khas Mokondo biasanya sperti
“Ribet banget sih..”
“Kebanyakan aturan..”
“Santai aja kali..”
Padahal aturan dibuat utk
👉menjaga kenyamanan
👉menjaga keamanan
👉menjaga hubungan pasutri
Kalo dari awal sudah alergi aturan.. biasanya pasutri sudah tahu arahnya ke mana
4️⃣ Minim Tanggung Jawab Emosional
Mokondo biasanya sangat aktif di awal. Tapi begitu keinginannya tidak terpenuhi? Langsung ghosting
Karena yg dia cari bukan relasi sehat. Yg dia cari hanya kesempatan
5️⃣ Merasa Dirinya Pusat Fantasi
Ini yg paling sering terjadi.Kalimat klasiknya
“Ini kan fantasi kalian, aku cuma bantu wujudin”
Padahal kenyataannya Partner adlh tamu dalam dinamika pasutri
Bukan pemeran utama
Yg seharusnya diutamakan adlh
👉kenyamanan pasutri
👉keinginan pasutri
👉batasan pasutri
Jadi Kesimpulannya..
Dalam dunia 3S pasutri
Mokondo bukan hanya miskin uang
Tapi juga miskin kedewasaan
Karena partner Mokondo biasanya datang hanya membawa
👉Nafsu
👉Ego
👉Ekspektasi sepihak
Tanpa membawa hal yg jauh lebih penting, yaitu
👉Empati
👉Respect
👉Kesabaran
👉Tanggung jawab
Partner yang Dicari Pasutri Bukan yang Paling Berani
Tapi yg
✔paling dewasa
✔paling menghargai dinamika
✔paling mengerti batas
✔paling bisa menjaga kenyamanan
Karena pada akhirnya..
Dalam dinamika sperti ini yg dicari bukan petualang,
melainkan orang yg bisa dipercaya