Exactly, habis umroh aku juga doanya semoga bisa melihat hal-hal kecil yang sebenarnya berkah banget buat kehidupan, jadi lebih mudah bersyukur
Perihal ngebatin pengen es kelapa trus tiba2 di beliin aja senengnya luar biasa
Sejak saat itu kalau lagi berdoa, gue mencoba untuk selalu menyelipkan “buat aku jadi lebih mudah bersyukur”.
Karena “suatu kejadian” tuh cuma fakta aja. Perasaan yang timbul atas suatu kejadian itu tergantung sudut pandang, mau ngeliatnya dari sisi mana?
Mark beneran ngikut tren budak korporat
Resign setelah lebaran, which is sudah terima thr dan bonusan
Trus ini surat kaya email perpisahan di outlook gitu
"Kalo orang tua gue aja gak ngehargain gue, siapa di dunia ini yg bakal mikir gue berharga?"
Ada.
Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Sblm aku lahir, Nabi udh anggap aku berharga. Sblm aku lahir, Nabi udh sayang sama aku, udh doain aku.
Bapak itu kalo habis balik kampung ke Cirebon ke Jkt. Sampe sekarang gua selalu dibawain oleh-oleh, dia atau Istrinya yang kerumah kirim oleh-oleh. Mempermudah yang ada di Bumi, maka kau akan dipermudah dengan yang ada di Langit ☺️
Kalau ngeliat yang no 3 jadi inget kisah ini
Jadi nanti, di masa ketika seluruh manusia sudah ditetapkan tempatnya di neraka atau surga, seorang penghuni surga teringat dengan temannya selama di dunia. Akhirnya dikarenakan dia ingin bertemu dengan temannya lagi tadi, dia mencari temannya tadi ke seluruh penjuru surga.
Setelah sekian lama mencari, orang ini tidak bisa menemukan temannya tadi, lalu bertanyalah dia kepada Allah
“Ya Allah, dahulu hamba memiliki seorang sahabat karib di dunia, tapi hamba tidak bisa menemukannya, dimanakah dia yaAllah?”
Allah menjawab
“Dia di neraka”
Lalu orang itu berkata kepada Rabb nya
“YaAllah, sungguh tidaklah sempurna kenikmatan yang ku dapatkan di surga ini kecuali teman hamba di sini yaAllah”
Lalu Allah menjawab
“Angkatlah teman mu dari neraka, selama di hatinya terdapat iman sebesar zarrah”
Dan akhirnya orang itu langsung buru2 menyelamatkan temannya tadi dari neraka.
Karena peristiwa ini penduduk neraka keheranan. Mereka bertanya2 tentang apa yang sudah dilakukan oleh orang yang diselamatkan tadi sampai2 bisa diangkat dari neraka.
Lalu mereka bertanya kepada malaikat penjaga neraka
“Apa yang dilakukannya? Apakah bapaknya syahid? Atau saudaranya syahid? Apakah dia mendapatkan syafaat dari malaikat? Atau para nabi?”
Malaikat penjaga neraka pun menjawab
“Tidak, tidak dan tidak, dia mendapaatkan syafaat dari temannya selama hidup di dunia”
Dan akhirnya penduduk neraka pun bergumam
“Seandainya kita bisa hidup di dunia lagi, pasti kami akan menjadi orang yang beriman dan kami pasti kami akan memilih milih teman kami”
Tau ga ini dimana? Adem ya kelihatan hijau2 subur, tempat ini namanya Thaif lokasinya beberapa puluh kilometer dari Mekkah.
Di tempat ini Rasulullah dulu pernah dilempari batu sampai babak belur ketika mencoba dakwah di tempat ini. Dan karena hal tersebut tempat ini sampe mau ditiban gunung lho sama malaikat Jibril🥹
Begini cerita lengkapnya
Rasulullah dulu berangkat ke Thaif ditemani Zaid bin Haritsah tanpa menunggangi unta. Beliau berjalan kaki tuh niatnya supaya orang2 Quraish ga curiga. Bayangin aja, berhari hari Rasulullah jalan ke Thaif gimana capeknya itu 😭
Ternyata niat Rasulullah ini udh ketahuan duluan sama Abu Lahab, pamannya Rasulullah yang emang sedari awal udh musuhin Rasulullah. Dia langsung naik kuda ke Thaif, OFC dia sampe lebih cepet dibandingkan Rasulullah yang jalan kaki.
Sesampainya disana Abu Lahab langsung ketemu sama pemimpin2 nya warga Thaif dan jelek2in Rasulullah dan bilang jangan percaya sama Muhammad karena dia pendusta.
Dan benar aja, ketika Rasulullah sampai ke Thaif untuk berdakwah boro2 disambut, Rasulullah malah dilempari batu oleh warga Thaif yang sudah terpengaruh ucapannya Abu Lahab. Rasulullah sampai babak belur berdarah dilempari batu. Sahabat Rasulullah yg menemani beliau yaitu Zaid bin Haritsah pun ikut terluka ketika berusaha ngelindungin Rasulullah.
Akhirnya Rasulullah pun keluar dari Thaif, dengan kondisi yang babak belur berdarah2 beliau berhenti untuk istirahat di sebuah kebun milik Utbah bin Rabiah, yang juga merupakan orang yang memusuhi Rasulullah.
Tapi, saking parahnya keadaan Rasulullah, Utbah bin Rabiah pun yang udah jelas2 memusuhi Rasulullah sampai ga tega, akhirnya dia mengutus budaknya untuk memberikan Rasulullah bantuan.
Ketika Rasulullah istirahat beliau berdoa
"Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu atas lemahnya kekuatanku dan sedikitnya usahaku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Engkaulah Tuhan semesta alam, Pelindung orang-orang yang lemah dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapa hendak Engkau serahkan diriku. Kepada orang yang jauh yang menyerangku ataukah kepada Zat yang dekat yang mengatur urusanku. Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. Aku berlindung terhadap cahaya wajah-Mu Yang menerangi kegelapan dan karenanya membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat, dan kemurkaan-Mu yang akan Kautimpakan kepadaku. Engkaulah Yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya dan upaya selain dan Engkau."
Saat itu pun waktu sudah hampir gelap, setelah Rasulullah berdoa beliau berusaha berjalan kembali ke Mekkah, dan ketika sudah berjalan beberapa waktu malaikat Jibril datang ditemani 2 orang malaikat penjaga gunung.
Malaikat Jibril berkata
"Wahai Muhammad, Tuhan mengizinkanmu untuk menimpakan dua gunung itu pada penduduk Thaif."
Tau ga respond Rasulullah?
Beliau malah bilang ke jibril “jangan, mereka itu tidak tau apa2, seandainya mereka tau apa yang aku bawa pasti mereka akan beriman, walaupun bukan mereka semoga anak2 nya, kalau bukan anak2 nya semoga cucu2nya beriman”
Dan benar saja, beberapa tahun kemudian, seluruh warga Thaif pun beriman, dan bahkan dari sana muncul seorang yang meriwayatkan Hadist Rasulullah paling banyak, yaitu Abu Hurairah.
Tentang umroh dan perjalanan spiritual.
Ada temen yang dulu pergi umroh terus pas pulang aku tanya: gimana rasanya umroh?
Terus dia jawab "I feel nothing:.
Kemarin, pas ulang tahun aku juga memberi hadiah untuk diriku sendiri: daftar buat melengkapi rukun Islamku.
Ibuku pernah bilang, tanah suci bukan cuma buat mereka yg udah soleh-solehah aja, tetapi juga buat para pendosa yg lagi berjuang menjadi pribadi yg lebih baik.