Suara lembut yang membisikkan agar kamu bersabar sedikit lagi, suara yang memintamu untuk merelakan yang sudah pergi, atau suara yang menenangkan bahwa kamu aman.
Dengarkan keheningan itu. Jadikan ia pelindungmu untuk menghadapi dunia hari ini.
Sebelum dunia luar mulai menjejalimu dengan suara-suara bisingnya—berita yang berkelebat di layar, ekspektasi orang-orang, atau deru kendaraan di jalanan—luangkan satu menit untuk duduk diam.
Aku tak membenci rumahku yang retak, sebab di dalamnya pun ada jiwa-jiwa yang pernah ingin bahagia. Ibuku dulu hanyalah seorang gadis yang memimpikan cinta.
Ayahku pun seorang lelaki yang kalah oleh hidup.