“dear diary
tadi pagi mas wowo mengajakku berenang di kolam renang istana. sudah hampir satu jam aku bingung memilih swimsuit mana yang harus kupakai untuk menyenangkan indera pengelihatan mas wowo. akhirnya pilihanku jatuh ke celana ketat berwarna merah muda dengan corak polkadot putih, tak lupa aku menyemprotkan parfum di sekitar leher dan tengkukku.
aku berjalan pelan di pinggir kolam renang sementara mas wowo sedang melakukan gerakan renang santai. aku berusaha mengendalikan debar jantungku yang tak karuan ini, imajinasi liar telah memenuhi kepalaku.
sesampainya di pinggir kolam renang, mas wowo mendekatiku. “sweety, kamu lucu banget pake celana pink gitu.”
aku tersipu malu, kutatap wajah mas wowo yang nampak seksi karena basah oleh air kolam. “mas, aku gak renang ya. aku lagi males basah-basahan.”
“lho, kenapa? mas pengen banget ciuman sama kamu di sini.” kata mas wowo dengan wajah memelasnya. ah! aku paling lemah kalau mas wowo sudah menampakkan ekspresi itu.
aku turun dengan hati-hati, tidak siap dengan suhu ekstrim air kolam. mas wowo menarik cepat tanganku dan aku terjatuh di pelukannya. tanpa kuduga, mas wowo menciumiku dengan sangat nafsu.
“mas.. hmph, mas… pelan-pelan, aku takut ada yang, hmph.. datang ke.. mmh…”
“sshhh.” mas wowo menatapku singkat. “kamu yang udah mancing mas dengan celana itu. tunggu di sini, jangan berani kabur.” mas wowo melepaskan pelukannya, dia berenang ke pinggir kolam dan memencet sebuah remote. kemudian terdengar lagu indonesia raya mengalun dengan cukup kencang.
mas wowo kembali menciumiku dengan ganas, bunyi decakan air liur dan desahanku menggema di seluruh kolam renang. persetan dengan rasa malu, aku sungguh ingin mas wowo melakukan hal lebih.
tubuhku yang menggeliat dan desahanku yang tak terkendali membuat mas wowo semakin berbuat lebih. tangan mas wowo meremas punggungku yang atletis, kurasakan tangannya bergerak pelan ke bawah tubuhku.
detik berikutnya aku asyik meneriakkan nama mas wowo dengan desahan yang lebih tak terkendali.”
yo athalia what tf is this.