Kesalahan paling umum pas masuk kerjaan baru biasanya pengen langsung ngasih impact, buru-buru usulin perubahan minggu pertama. Ini urutan 90 hari pertama yg bener:
Hari 1-30 (Belajar): banyakin nanya, dikit ngusulin. Pahami dulu cara kerja tim, siapa pegang apa, dan 'sukses' di mata atasan lo bentuknya gimana. Trust dibangun di fase ini.
Hari 31-60 (Kontribusi): mulai ambil 1-2 hal kecil yg jelas bisa lo bantu. Menang kecil yg konsisten lebih kuat dari satu gebrakan besar yg berisiko. Tunjukin lo bisa diandelin.
Hari 61-90 (Mimpin): baru di sini lo mulai usulin perbaikan yg lebih besar. Sekarang usulan lo didengerin, karena orang udah percaya sama lo duluan.
Intinya relasi dan kepercayaan dulu, baru perubahan. Yg buru-buru mau keliatan hebat malah sering keluar duluan.
Baru males-malesan, tiba-tiba nemu kalimat ini :) :
“Kematianmu, akan datang di hari-hari biasa, disaat rencana-rencanamu yg blm selesai, dan dunia akan tetap berjalan tanpamu. Jadi, hiduplah lebih berani”
USIA YANG PALING
MENGUBAH HIDUP
ADALAH 26, 28, 30,
32, 35, 40, DAN 45.
Kalau kamu sedang berada
di salah satu usia itu,
coba terapkan 12 hal berikut
1. Jangan mengejar
semuanya sekaligus.
- Karier.
- Uang.
- Pasangan.
- Bisnis.
- Penyembuhan diri.
- Olahraga.
Kalau kamu memaksakan semuanya
dikerjakan bersamaan, yang datang
biasanya bukan kesuksesan,
melainkan kelelahan.
Fokuslah pada satu prioritas utama
di setiap fase hidup.
2. Anggap kesehatan
sebagai investasi,
bukan pengeluaran.
- Tidur minimal 7 jam.
- Rutin berolahraga.
- Makan makanan bergizi.
- Lakukan medical check-up
secara berkala.
Kondisi tubuhmu di usia 35 adalah
hasil dari kebiasaan yang kamu bangun
sejak usia 26.
3. Jangan menunggu
sampai merasa siap
atau percaya diri.
Banyak orang berpikir,
"Nanti kalau aku sudah jago,
baru mulai."
Padahal, orang yang hebat
menjadi hebat karena berani
memulai meski belum benar-benar
siap.
4. Pelajari keterampilan
yang membuat nilai dirimu meningkat.
Jangan hanya bekerja.
Teruslah belajar dan tingkatkan
kemampuanmu.
Karena orang dibayar berdasarkan
nilai yang mereka berikan, bukan
seberapa sibuk mereka terlihat.
5. Berhenti membandingkan
perjalanan hidupmu dengan orang lain.
Ada yang menikah di usia 25.
Ada yang baru menemukan
pekerjaan impiannya di usia 38.
Hidup bukan perlombaan.
Setiap orang punya waktu
dan jalannya masing-masing.
6. Kurangi pengeluaran
demi terlihat kaya.
Banyak orang terlihat kaya.
Tapi hanya sedikit yang
benar-benar memiliki kekayaan.
Jangan tertipu oleh penampilan.
7. Bangun hubungan yang sehat.
Pasangan yang tepat akan
membantumu berkembang.
Bukan membuatmu
kehilangan jati diri.
8. Berhenti mencari
pengakuan dari orang lain.
Semakin dewasa, kamu akan sadar
bahwa ketenangan hidup jauh lebih
berharga daripada sekadar mendapat
pujian atau pengakuan.
9. Berani berkata “tidak”.
Tidak semua kesempatan harus diambil.
Tidak semua ajakan harus diterima.
Fokus juga berarti berani menolak hal
yang tidak sejalan dengan tujuanmu.
10. Kumpulkan pengalaman,
bukan hanya uang.
Belajar.
Mencoba.
Gagal.
Semua itu adalah modal yang
tidak bisa diambil oleh siapa pun.
11. Jangan menunggu hidupmu berubah.
Ubahlah kebiasaanmu.
Karena hidupmu adalah hasil
dari apa yang kamu lakukan
setiap hari.
Lagi bengong terus keinget pas hidup lg rock bottom, sisa uang di rekening 50rb
Also ga privileged buat bisa minta ini-itu ke orangtua
Tapi bisa survive, padahal waktu di posisi itu mikirnya udah gelap bgt
Yeah, it will pass. Defeat is temporary 💪🏻
Udah mau bulan Juli, alias babak pertama tahun 2026 udah mau selesai
Buat yg lagi nata hidup atau masih ngerasa ‘gitu-gitu aja’, smoga ada remontada & hal-hal baik buat kita di babak kedua tahun ini
30 Desember 2025. Chelsea imbang 2-2 lawan Bournemouth. Abis match itu selesai, Enzo Maresca masuk ke dressing room buat ganti baju, terus pergi gitu aja dari Stamford Bridge.
Gak ada kata-kata ke pemain, gak ada motivational speech, gak ada salam perpisahan yg emosional. Dia bahkan ga hadir di post-match press conference. Willy Caballero alias asistennya lah yg wakilin waktu itu. Pemain bingung, semua pun bingung.
Hitungan jam, muncul berita kalo Enzo Maresca & Chelsea udah pisah jalan. Ada yg bilang Maresca resign, ada yg bilang dipecat Chelsea. Ini terjadi cuma sebulan setelah Maresca dapet award Premier League Manager of the Month November & menang 3-0 lawan Barcelona di UCL.
Apa yg bikin Maresca x Chelsea kandas? Padahal abis finis di peringkat 4 EPL, juara Conference League, juara Club World Cup pula.
Nih, Chelsea kan abis juara CWC format baru ya, di final ngebantai PSG pula. Logikanya, moral tim lg bagus, mestinya petinggi & pelatih bersinergi dong buat upgrade skuat lebih lebih lagi? Tapi behind the scene, yg terjadi gak gitu.
Awal musim, Levi Colwill cedera ACL. Apes banget, huge blow buat Chelsea.. di sini, Maresca minta klub beli bek tengah baru. Tapi, petinggi-petinggi bilang ke dia buat gak usah terlalu ngurusin transfer, tapi fokus ngelatih aja. Maresca disuruh develop Josh Acheampong.
Abis itu, Maresca juga punya konflik sama divisi medis. Jadi, di struktur klub under ownership BlueCo ini, mereka punya tim medis yg berdiri sendiri, dan tiap H-2 sblm matchday rapat sm Maresca. Bahas apa? Detail rekomendasi menit maksimal pemain buat main di satu match sesuai level fitness mereka.
Konfliknya di mana? Maresca sering mainin pemain di atas menit rekomendasi yg dikasih. Reece James yg kaki kaca & diminta maksimal sekian menit, pernah dia mainin full 90 menit di 3 laga berturut-turut.
Belom lagi conflict of interest sama sporting directors Chelsea yg isinya ada 5 orang dengan ide & ego masing-masing. Mereka ikut ngontrol divisi medis, dan nyetir arah transfer klub.
Hal yg bikin kondisi makin renggang itu komentar Maresca setelah Chelsea menang 2-0 lawan Everton, tiga minggu sblm dia cabut. Maresca bilang “Sejak saya gabung klub ini, 48 jam terakhir adalah 48 jam terburuk karena banyak orang yg ga support kami [dia & pemain].”
Maresca bilang di situ dia gak nyinggung fans, walau kalo kata ESPN dia sendiri ga pernah ngerasain support dr fans Chelsea. Kalo nyambungin teorinya, 48 jam = 2 hari. Sesuai periode rapat yg biasa dia lakukan bareng divisi medis, H-2 matchday. Which is artinya.. ya itu, subtle ditujuin ke petinggi klub.
The Athletic dapet info dr ordal klub yang bilang kalo Maresca dirasa agak berubah sejak juara CWC. Dia kayak mau jadi main character, gabung agensi Jorge Mendes, dan di balik layar udah flirting2 sama City soal peluang jd suksesor Pep Guardiola di summer 2027. Walau, rekan-rekan terdekat Maresca ngebantah itu.
Maresca cabut, ditunjuk lah Liam Rosenior yg lagi ngelatih klub satelit BlueCo (Strasbourg) buat gantiin dia. Rosenior dinilai lumayan oke & sevisi juga sm Chelsea yg mau mainin pemain-pemain muda. Simple-nya dia mihak kebijakan dan visi petinggi klub, plus suka maksimalin pemain-pemain muda.
Gitu kurang lebih ceritanya… jadi, Chelsea gimana?
salah satu podcast yang aku suka karena deep banget kalimatnya :
"Apa hak aku menjelekkan seseorang yang udah menyakitiku, di saat aku tau bisa aja di akhir hayatnya dia jauh lebih baik daripada aku"🥹