Setelah mengisi lembar presensi, Marischa berjalan ke depan kelasㅡmenuju Professor Ismene untuk berpamitan. “Professor. Terimakasih untuk kelasnya hari ini. Sampai jumpa minggu depan.”
ㅤ
Ia kembali berjalan ke depan kelas. “Terima kasih sudah berusaha keras memahami materi hari ini. Sampai jumpa minggu depan,” ucapnya lembut sambil melambaikan tangan. “Ingat, Arithmancy bukan hanya sekadar angka, tetapi pola untuk memahami cara ia berbicara.”
ㅤ
ㅤ
Ismene melangkah naik ke tingkat dua bangku murid. Manik kembarnya menyapu seisi kelas dengan senyum lembut yang terukir. “Kelas selesai. Materi hari ini bertujuan agar kalian lebih memahami bagaimana Segitiga Pascal ini terbentuk, sebelum kita melangkah lebih jauh.”
ㅤ
ㅤ
Ruangan terasa hangat, berbeda dengan udara di luar yang semakin dingin. Pun Ismene mengayunkan tangan hingga tulisan hilang sepenuhnya. “Saya ingin kalian mempelajari pola segitiga ini. Karena materi minggu depan kita akan melangkah lebih jauh lagi.”
ㅤ
ㅤ
Beberapa deret huruf mulai kembali bermunculan pada papan dan membentuk kalimat. “Tanpa kita sadari, sebenarnya pola serupa bisa ditemukan pada berbagai peradaban. Hal ini juga menunjukkan jika matematika berbentuk universal tanpa memandang waktu.”
ㅤ
ㅤ
“Beberapa nama yang berhubungan dengan pola ini adalah Al-Karaji dari Persia pada abad ke-10 dalam karya aljabarnya, Al-Fakhri. Selain itu, di Tiongkok ada Jia Xian, Yang Hui, dan Zhu Shijie yang mengembangkannya sebelum Pascal,” lanjutnya menyebutkan beberapa nama.
ㅤ
ㅤ
“Tapi ...” Nona Atreides menjeda ucapannya. Ekspresi wajah sang puan tampak lebih serius. “Penemu awalnya bukanlah Pascal, sebab sudah banyak jejak kuno tentang ini berabad-abad sebelumnya,” tutur Ismene yang melanjutkan ucapannya. Ia kembali ke depan kelas.
ㅤ
ㅤ
Ia berjalan menuju ke area tengah, mendekat pada tempat duduk para murid. “Tahun 1655, Pascal menerbitkan sebuah catatan berjudul Traité du triangle arithmétique yang membahas tentang segitiga ini secara mendalam dan ini yang membuat dunia Barat memperhatikannya.”
ㅤ
ㅤ
“Ia adalah seorang matematikawan, fisikawan, penemu, dan filsuf asal Prancis dari abad ke-17. Salah satu penemuannya yang paling terkenal adalah Pascaline, kalkulator mekanis pertama,” ucapnya melanjutkan penjelasan. Bersamaan dengan itu, tulisan muncul pada papan.
ㅤ
ㅤ
“Benar, ini adalah Pascal’s Triangle atau Segitiga Pascal. Dalam segitiga ini tersembunyi fondasi dari beberapa konsep besar, salah satunya adalah Deret Fibonacci.” Ismene bergerak pelan menuju undakan pertama. “Nama ini diberikan untuk menghormati Blaise Pascal.”
ㅤ
ㅤ
Papan besar di depan mulai memunculkan garis-garis yang saling menyatu hingga membentuk susunan angka berbentuk piramida. “Bentuknya tampak sederhana, ya?” tanya sang puan memperhatikan pola tersebut. “Tapi ada yang mengetahui bentuk apa ini? Boleh langsung disebutkan, ya.”
ㅤ
ㅤ
“Perkamen tersebut berisi peraturan yang harus dipatuhi, dan di depan ada permen yang dapat kalian ambil secara bebas,” ujar sang puan. Ia lantas menepuk kedua tangannya. “Hari ini, kita mempelajari tentang harta karun paling terkenal dalam dunia matematika.”
ㅤ