Menko AHY berharap pembangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny dapat selesai sesuai target dengan kualitas terbaik sehingga menjadi tempat yang lebih aman, lebih layak, dan lebih nyaman bagi para santri untuk belajar, mengaji, serta mempersiapkan masa depan mereka.
"Kita ingin menghadirkan lingkungan yang nyaman, lebih aman dan lebih layak sehingga para santri dapat fokus belajar dan mengembangkan diri," kata AHY.
Kunjungi Ponpes Al-Khoziny, Menko AHY: Tragedi 67 Syuhada Tak Boleh Terulang, Keselamatan Santri Tak Bisa Ditawar
SIDOARJO – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny yang merenggut 67 nyawa harus menjadi pelajaran bersama agar keselamatan peserta didik menjadi prioritas dalam setiap pembangunan fasilitas pendidikan.
Di sela peninjauan, Menko AHY juga berbincang dengan para kiai dan santri mengenai aktivitas pendidikan yang akan kembali berjalan setelah pembangunan rampung. Menurutnya, infrastruktur pendidikan yang baik harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus mendukung proses pembentukan karakter generasi muda.
"Dari situ saya merasa kita bisa menghadirkan sesuatu yang lebih baik, lebih nyaman bagi para santri agar mereka bisa lebih tenang, lebih fokus pada proses belajar mengajar, mengaji, belajar agama, dan membangun akhlak yang mulia," tutur Menko AHY.
Menteri Dody menyebut, dari total pagu indikatif Kementerian PU 2027 sebesar Rp98,47 triliun, sebagian dialokasikan untuk program IBM. Anggaran itu terbagi untuk sektor seumber daya air dan kegiatan Cipta Karya.
Program IBM yang disiapkan Kementerian PU mencakup sejumlah kebutuhan dasar warga.
Di antaranya perbaikan jaringan irigasi, penyediaan air minum, sanitasi berbasis masyarakat, pengelolaan sampah, pengembangan kawasan ekonomi, hingga pembangunan jembatan gantung.
Mengawali pekan ini (22/6), saya bersama jajaran @KemenkoInfra menghadiri Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI membahas Rencana Kerja Anggaran TA 2027. Dalam kesempatan tersebut, saya ingin menegaskan bahwa infrastruktur tidak dibangun sekadar untuk membangun infrastruktur, tetapi pada akhirnya diorientasikan untuk mendukung berbagai agenda prioritas nasional. Mulai dari ketahanan pangan, energi, air bersih, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, konektivitas, hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai Kementerian Koordinator yang mengoordinasikan lima kementerian teknis beserta berbagai instansi terkait lainnya, kami terus berupaya memastikan arah pembangunan nasional tetap on the track dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar yang dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membuat kehidupan masyarakat semakin layak akan terus menjadi prioritas. Kami juga terus melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan agar setiap program berjalan dengan baik dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
Saya meyakini bahwa di balik berbagai keberhasilan pembangunan nasional terdapat peran penting infrastruktur dan konektivitas bagi masyarakat. Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah, kami akan terus mengawal berbagai program prioritas nasional agar manfaat pembangunan dapat mengalir hingga ke daerah serta menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang semakin merata, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Kemarin (19/6), di Desa Muara Beres, Kab. Bogor, saya bersama sahabat-sahabat dari berbagai komunitas lingkungan, dan anak-anak muda Generasi Z turun langsung menyusuri serta membersihkan aliran Sungai Ciliwung dalam gerakan #AyoMuliakanSungai.
Sungai adalah urat nadi kehidupan. Memuliakan sungai artinya kita berkomitmen menjaga ekosistem, mencegah bencana banjir, sekaligus membuka ruang ekonomi kreatif yang seimbang bagi warga sekitar mulai dari budidaya bambu bersama Abah Jatnika hingga produk kreatif hasil olahan sampah.
Ke depan, ada dua komitmen penting yang ingin kami wujudkan bersama. Pertama, pilot project Green Corridor yaitu rencana penataan sempadan sungai sepanjang 11 km di Muara Beres menjadi ruang hijau publik yang ramah lingkungan, aman untuk jalan kaki atau jogging, sekaligus menekan emisi karbon.
Kedua, tata ruang sebagai panglima dimana pembangunan harus tertib. Kawasan yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau atau biru tidak boleh dialihfungsikan secara ilegal demi mencegah banjir dan longsor di masa depan.
Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kita butuh kolaborasi dari hulu ke hilir. Kalau kita jaga alam, insya Allah alam akan jaga kita. Yuk, bareng-bareng kita rawat sungai kita!
Mentrans menilai pembangunan infrastruktur dasar seperti toilet dan renovasi sekolah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di kawan transmigrasi.
Menteri Iftititah mengatakan, Kementrans saat ini juga tengah menawarkan sejumlah kawasan kepada investor untuk dikembangkan menjadi pusat pendidikan vokasi yang mendukung industri pariwisata.
Selain pendidikan vokasi, Mentrans mendorong penguatan kemampuan bahasa asing bagi masyarakat di kawasan transmigrasi. Salah satunya, kemampuan berbahasa Mandarin yang dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat lokal mengingat semakin banyak wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Sebagai langkah awal, Wamen Afriansyah dijadwalkan akan melakukan inspeksi lapangan untuk menindaklanjuti berbagai laporan yang disampaikan serta memperoleh informasi yang komprehensif dari para pihak terkait.
Terkait usulan revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Wamen Afriansyah mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk serikat pekerja, untuk aktif memberikan masukan kepada DPR RI yang saat ini menginisiasi proses revisi regulasi tersebut.
Selain itu, Wamen Afriansyah menegaskan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan Desk Ketenagakerjaan Polri dan berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan persoalan ketenagakerjaan guna mewujudkan hubungan industri yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan.