@DahliaKurtz These two children in Gaza. Murdered by Israeli Nazis. Two brothers who didn’t have a bomb shelter. Israeli Nazis shot they while trying to protect each other. We’re where your fucking tears for them and every other child murdered in Palestine by your demonic IDF!
INNALILLAHI..... Telah dibunuh dengan keji bapak H. Ermanto Usman SETELAH tampil di podcast Bongkar NAMA-NAMA BESAR KASUS KORUPSI JICT (Jakarta International Container Terminal)
https://t.co/NtfH0YPz7A
Terlalu sakit, terlalu pilu, memikirkan tragedi yang menimpa Arianto Tawakal, murid usia 14 tahun yang dibunuh oleh seorang oknum Brimob…
Ibu-Bapak yg saya cintai, tren kesewenang-wenangan sudah mencapai sebuah titik di mana kita harus berkaca: kita ingin dikenal sebagai bangsa dengan budaya seperti apa? Apakah di mata Tuhan Allah dan di mata dunia, kita ingin dikenal dan dikenang sebagai masyarakat yang beringas dan liar?
Saya tetap yakin di segenap aparat hukum kita, mayoritas anggota merupakan manusia yang baik. Namun, peristiwa ini harus menjadi peringatan keras untuk mengembalikan profesionalisme sebagai kiblat utama lembaga penegak hukum.
Kematian Arianto Tawakal ini ekstra sedih bagi saya, karena tujuh bulan lalu saya sangat terinspirasi diajarkan oleh sesama tahanan di penjara yang beragama Islam tentang makna kata “Tawakal”, di tengah perjuangan saya untuk mengungkap kebenaran dan mendapat keadilan.
Tambah heran, bahwa kelakuan oknum Brimob ini juga terjadi di bulan suci Ramadan dan di bulan suci pra-Paskah. Saya tidak bisa membayangkan trauma yang dirasakan keluarga Arianto. Innalillahi wa innailaihi roji’un…
Turut berduka yang mendalam; saya dan Ciska doakan Allah SWT menyelimuti keluarga Arianto dengan segala kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi tragedi ini…
It’s too painful, too excruciating, to think about the tragedy that befell Arianto Tawakal, a 14-year old schoolboy who was killed by a member of Indonesia’s police paramilitary unit (Brimob)…
My dearest colleagues, this trend of ever-greater impunity has reached a point where we have to reflect: what kind of a society do we want to be known and remembered as? Do we want to be seen in the eyes of the Almighty and in the eyes of the world, as a savage and atrocious people?
I remain convinced that each and every one of our law enforcement agencies consists primarily of good human beings – but this incident MUST be a harsh wake-up call for us to return professionalism as the central guiding principle for our security forces.
It adds an extra layer of sadness for me that around 7 months ago, I was so inspired being taught the meaning and concept of “Tawakal” (utmost thriving followed by surrender to God’s Will) by Muslim fellow inmates in prison, as I was fighting to expose the truth and obtain justice for myself. It’s also bewildering to think that this depravity by a paramilitary police officer took place in the Holy Fasting Month of Ramadan and the Holy Month of Lent…
I can’t imagine the trauma that Arianto’s family is experiencing right now… We belong to Allah and indeed to Allah we shall return…
My deepest condolences to Arianto’s family; Ciska and I pray that God provides any and all strength and resilience to them in confronting this senseless tragedy…
Brimob itu satuan elit tempur POLRI!
POLRI itu untuk sipil! gk perlu satuan elit!
Agustus Lalu, Ojek ditabrak!
Februari Sekarang... Anak 14 Thn Meninggal dianiaya!
Miris!
IKAN BUSUK DARI KEPALA!
KAPOLDA PAPUA BARAT DAYA ex Pimpinan BRIMOB, dikasih @ListyoSigitP jabatan biar naik dari Kombes ke Brigjen, karena sama-sama Akpol 91!
Alhasil :
Kasus anak PTSD di Olah,
Kasus Asusila Sekda di Olah.
Malah skrg dikasih Proyek Pembangunan WOW! oleh Penjual Jargon IKAN BUSUK DARI KEPALA!
Kebusukannya kecium kemana-mana!
Perbaikan kaga ada!
Tapi sibuk pencitraan...
saya sedang disini,,,
saya bersama ini itu...
Siswa SD 10 tahun di NTT bunuh diri karena tak bisa membeli buku & pensil.
Yang harus diminta pertanggungjawaban:
1. Bupati
2. Gubernur
3. Kementerian Perempuan & Perlindungan Anak
4. Kementerian Kependudukan & Pembangunan Keluarga
5. Kemendikdasmen
6. Kemensos
7. Presiden
Proyek pertama saya di Project Multatuli. 🔥
Bantu identifikasi koordinator penjarah di rumah Sri Mulyani dan Nafa Urbach yang ternyata pakai mobil mercy merah dan diduga kuat punya pengusaha mebel asal Solo.
KEDAULATAN MULAI MENYINGSING DI UFUK TIMUR.
Oleh : Muhammad Said Didu
Terdapat 5 (lima) kedaulatan yg sudah dikuasai oleh Oligarki dan Asing, yaitu : (1) Ekonomi, (2) Politik, (3) Hukum, (4) Wilayah, dan (4) Sumber Daya Alam.
Saat ini mulai terlihat ada langkah nyata Pemerintah untuk mengembalikan kedaulatan tersebut ke Negara dan Rakyat.
Saat ini terdapat 10 kebijakan yang terindikasi merupakan langkah pengembalian kadaulatan, yaitu :
1) Pengambilalihan Kebun Sawit sktr 5 juta Ha.* Pelaksanaan kebijakan ini dikoordinir oleh tim Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dikoordinir oleh Bapak Menhan Jend TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin
2) Penertiban Tambang sktr 4,3 juta Ha.* Seperti halnya dengan pengambilalihan Perkebunan Sawit juga dilakukan oleh Tim PKH yang dipimpin Oleh Menhan Jend TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.
3) Penertiban Tambang Timah. Pelaksanaan kebijakan ini dikoordinir oleh Tim PKH yang dipimpin oleh Menhan Bpk Jend TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.
4) Gertakan Penertiban Kawasan Industri IMIP Morowali. Penertiban kawasan IMIP sebenarnya sangat ditunggu karena diduga bahwa IMIP adalah lokasi dimana kedaulatan negara sudah tidak ada. Kedatangan Tim PKH yg dipimpin oleh Menhan Bpk Jend TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin masih dianggap baru gertakan krn belum ada tindak lanjut.
5) Pencabutan Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan. Pencabutan 28 izin perusahaan perusak lingkungan di Aceh-Sumut-Sumbar patut diberikan apresiasi. Kita tunggu tindak lanjut dari Tim PKH yang dipimpin oleh Jend TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin
6) Pengembalian Asset TNI seluas 85.224 Ha di Lampung. Kebijakan ini semoga menjadi tanda dimulainya langkah pengembalian asset negara yang dirampok oleh Oligarki bekerjasama dengan aparat dan penegak hukum - termasuk perampokan asset eks BLBI.
7) Penghentian dan Pembatasan Impor Beberapa Komoditas Pangan. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kemandirian dan menjaga kedaulatan pangan. Menteri Pertanian Pak Amran Sulaeman ditugaskan oleh Presiden untuk pasang badan melaksanaman kebijakan ini.
8) Penertiban Pemalsuan Kualitas Beras dan Penertiban Kepemilikan Penggilingan Padi oleh Oligarki. Gejala menuju terjadinya monopoli komoditas beras terjadi 10 tahun terakhir yaitu dengan semakin tergusurnya perusahaan penggilingan padi rakyat oleh penggilingan padi skala besar milik oligarki. Selain itu monopoli perdagangan beras juga porsi yang dikuasai oleh Oligarki makin meningkat dengan cara manipulasi kualitas beras medium yg kemudian dikemas dg merek tertentu kemudian dijual dg harga beras Premium. Perbedaan harga (keuntungan) yg diperoleh oleh Oligarki dari permainan kualitas ini sktr Rp 5.000 atau sekitar Rp 40%. Menteri Pertanian Pak Amran Sulaemannsangat keras mengawasi kebijakan ini.
9) Pendirian BUMN untuk Hentikan Monopoli dan Kemandiran. Beberapa BUMN didirikan dan direncanakan didirikan untuk hentikan monopoli oligarki dan wujudkan kemandirian. Program dan kebijakan ini dikoordinir oleh CEO Danantara, Pak Rosan Roeslani.
10) Hilirisasi Sumber Daya Alam Oleh BUMN. Hilirisasi hasil tambang yang selama ini diserahkan ke Perusahaan dari China dan swasta lain, saat ini Rezim Prabowo menugaskan BUMN melaksanakan hilirisasi.
*Program ini dikoordinir oleh CEO Danantara Pak Rosan Roeslani
Ada beberapa pertanyaan kritis tapi mengarah ke “sinis” atas semua program tersebut, antara lain : (1) itu hanya ganti pemain, (2) itu hanya membuka pintu untuk negosiasi, dan (3) harusnya hukuman berupa pidana, denda, pengambilan asset, dan hukuman kepada pejabat dan aparat hukum yg jadi beking mereka
Tapi apapun kecurigaan yg terjadi adalah hal yg wajar, tapi fakta tidak bisa dibantah bahwa baru kali ini ada Presiden yg berani tegas kepada Oligarki - walau baru mulai.
Semoga Bapak Presiden Prabowo melanjutkan program merebut kembali kadaulatan di bidang Hukum, Politik, Ekonomi, Wilayah, dan Sumber Daya Alam dan menambah “pasukan” yang mau dan mampu menegakkan kembali kedaulatan.