— Review TKA D3G2S1
MATLAN
1. MATI BERDIRI TEWAS MENGENASKAN
2. SEMAKIN DIITUNG SEMAKIN NGGAK JAUH JAWABAN DARI OPSI
3. RAJA IBLIS GK WORTH IT BNGT BELAJAR INI
4. polinom, matriks, vektor keluar seuprit doang
@unsouledpvpb@vheiinn@ssenttourasap@elbetnaa iyakannn, itu tuh ada kunci nya cuy, satu frasa sakti yang jadi game changer, "based on text" nah disitu gaada itu, makanya gw mikir ini tuh tipe soal nya dinalar bukan reading, jadilah sugar, temen gw jawab nya mix easily
@elbetnaa ini planning support challange kan, terus yang this infography suitable to who itu jawaban nya apa aja sih, aku jawab nya parents, teacher sama student
"BUKTIKAN BAHWA KAMI TIDAK BOLEH AKSI DISINI, BUKTIKAN SECARA HUKUM. KITA BICARA SECARA HUKUM, TAPI BAPAK TIDAK PUNYA DASAR."
guys kakak ini sedang memasaaaak 🔥🔥🔥
Saya mau cerita sedikit tentang anak saya, mahasiswa TRISAKTI yang kemarin ikut demonstrasi. ❤️
Lagi ramai tuduhan mahasiswa yang turun ke jalan itu bayaran 100 ribu. Nah, saya jadi ingin ikut cerita. 😅
Anak saya 19 tahun. Latar belakang pendidikannya dari sekolah internasional, dan sekarang menjadi mahasiswa Universitas Trisakti.
Alhamdulillah, selama ini kami mampu memberikan pendidikan yang baik, kehidupan yang nyaman, dan memenuhi segala kebutuhannya.
Ketika dia bilang ingin ikut demonstrasi, saya tidak melarang. Justru saya SUPPORT PENUH!
Lucunya, bukannya pulang membawa uang, dia malah chat minta emaknya isi e-wallet karena takut ATM-nya dibekukan. YA SAYA TRANSFER DONG! 🤣
Tidak lama kemudian dia mengirim pesan:
“Doain Ma, aku takut asline.” 🥹
Bahkan sempat bertanya, “Nek ditangkep?”
Saya jawab, “Tak bebasin!” 🤣
Sebagai ibu, tentu saya khawatir. Tapi di balik rasa khawatir itu, saya justru merasa bangga.
Bangga karena anak saya tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar peduli terhadap apa yang terjadi di negaranya.
Saya bisa memberikan pendidikan terbaik yang saya mampu, kehidupan yang nyaman, dan segala fasilitas yang dibutuhkannya. Tetapi saya tidak ingin semua kenyamanan itu membuatnya tumbuh menjadi manusia yang tidak peduli terhadap keadaan orang lain.
Jadi ketika ada yang begitu mudah menuduh mahasiswa yang turun ke jalan sebagai mahasiswa bayaran, saya cuma bisa tersenyum.
KALAU SOAL SIAPA YANG BAYAR ANAK SAYA, JAWABANNYA SAYA, EMAKNYA SENDIRI! 😭🤣
Saya yang membiayai pendidikannya. Saya yang memberikan uang sakunya. Saya yang mengisi e-wallet-nya. Dan saya pula yang deg-degan menunggu dia pulang.
Tapi satu hal yang tidak pernah saya beli adalah HATI NURANINYA.
Anak saya tidak perlu turun ke jalan demi uang 100 ribu. Dia ikut karena punya kepedulian dan ingin menyuarakan aspirasi yang diyakininya.
Tidak semua anak yang hidup berkecukupan tumbuh menjadi pribadi yang apatis. Dan tidak semua mahasiswa yang turun ke jalan pantas dituduh bayaran.
Bagi saya, keberhasilan mendidik anak bukan hanya ketika kita mampu memberikan kehidupan yang nyaman, tetapi ketika di tengah segala kenyamanan itu, anak tetap memiliki empati terhadap kehidupan orang lain.
Dari seorang ibu yang bangga, sekaligus deg-degan menunggu anaknya pulang dengan selamat. ❤️
UANG SAKUNYA DARI EMAKNYA, TAPI IDEALISME DAN HATI NURANINYA MILIK DIA SENDIRI! 🇮🇩❤️
#trisakti
@idextratime Bener kata gerard kemarin, MU itu di semua posisi TOLOL
Mau benerin lini tengah, bek lu Maguire, Martinez
Mau benerin lini belakang, tengah lu Santos, Tielemens
yg beneran bs main bola cmn 4 org Bruno, Mbeumo, Cunha, Lemmens
Fatimah Azzahra : "Kedepannya tolong jangan diklaim lagi MBG itu tujuan utamanya untuk stunting. Jujur saja sebut untuk ekonomi!" Kritik lugas dari Fatimah Azzahra ini menohok langsung ke jantung narasi pemerintah.
@AnakKampoeng78@sammi_ananta@Aimanwicaksono@ichsanudin_Noor basic logic mas, anak sma juga ngerti makro ekonomi gini mah, satu satu nya yang merupakan opini hanyalah bahwa indonesia sedang dikerjai karena gaada bukti eksplisit, selain itu, semuanya merupakan korelasi logis
pantauan sekitar UOB. kata bapak grabnya “bikin macet aja nih ya yang demo”.
Orang-orang kayak bapak ini yang bikin Prabowo jadi presiden. Murni narik ojek karena tolol, nggak bisa bedain mana pendemo, mana aparat. Udah miskin, masih belain Prabowo. Bukannya sadar diri, malah makin keblinger.
@prabowo@Gerindra