DPP PDRI Bersama Ketua & Pengurus DPD PDRI Kalsel bersama ketua BURT DPR bpk Agung Budi Santoso di Banjarmasin.
Semoga PDRI Kalsel bangkit dan maju
Menteri AHY Serahkan Sertipikat Tanah di Pekanbaru, Masyarakat: 17 Tahun Kami Menunggu.
Pekanbaru - Menteri ATRKepala BPN, @AgusYudhoyono menyerahkan 42 sertipikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat Tebing Tinggi Okura, Pekanbaru, Jumat (31/05/2024).
#AHYBagiSertipikat
Pagi tadi saya melantik Ketua dan Anggota Majelis Pembina dan Pengawas PPAT Pusat (MPPP) serta Majelis Pembina dan Pengawas PPAT Wilayah (MPPW) secara 'hybrid' dari kantor @kem_atrbpn.
Prinsipnya, ada dua hal penting dalam melaksanakan tugas: kapasitas & integritas. Selamat menjalankan tugas dengan baik agar ke depan dapat membentuk PPAT yang profesional serta bekerja sesuai dengan kode etik yang telah ditentukan.
Apresiasi Pak SBY atas pidato Pak @prabowo mengenai sikap tegas Indonesia & dukungan kpd Palestina. Sesuai dg arahan Presiden hari ini & sebagian lg menunjukkan keteguhan sikap Presiden Indonesia ke depannya, dalam membela kemanusiaan, dalam membela Palestina. #AlleyesonRafah
Sejarah mencatat, dari abad ke abad, peradaban makin maju dan berkembang. Ketidak-beradaban makin susut. Dunia makin "civilized".
Dalam peperangan, hukum dan etika makin menjadi "rules". Artinya, perang dan operasi militer ada aturannya. Ada batas-batasnya. Mana yang boleh, mana yang tidak boleh.
Mengamati apa yang terjadi belakangan ini, sepertinya hukum, etika dan norma dalam peperangan tak diindahkan lagi. Seolah cara apapun dibenarkan. The ends justify the means. Jatuhnya korban jiwa penduduk sipil dan mereka yang tidak berdosa (non combatant dan innocent people), yang sangat besar jumlahnya dan jauh melampaui batasan "collateral damage" diabaikan. Bangunan, infrastruktur dan fasilitas sipil dihancurkan tanpa perasaan bersalah. Apakah para politisi dan para jenderal sudah tidak punya hati dan kejernihan berpikir lagi? Apakah ini sebuah kemunduran peradaban dan perikemanusiaan?
Pertanyaan berikutnya adalah apakah dunia, dalam hal ini para pemimpin dunia, tidak bisa menghentikan hal-hal buruk yang membahayakan kehidupan di muka bumi ini? Tidak mampu atau tidak mau? Bagaimana jika perang yang tidak beradab ini, dengan dalih untuk memenuhi kepentingan nasional pihak-pihak yang berperang, dianggap sebagai "a new normal" dan mendapatkan pembenaran sejarah?
Apa yang tengah terjadi di dunia saat ini juga merupakan pertanda dan sekaligus bukti kembalinya "geopolitics of hard power" atau juga "geopolitics of the new ideology"? Adakah "clash of civilizations" yang kerap diidentikkan dengan geopolitik pasca Perang Dingin kini telah digantikan dengan "clash of nations"?
Saat ini dan ke depan, mestinya dunia makin bersatu dan berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan global yang amat mendasar, seperti menyelamatkan bumi dari krisis iklim dan lingkungan serta mengatasi kemiskinan sejagat dan berbagai ketidak-adilan. Bukan justru mengobarkan peperangan di sana sini apalagi makin menjauh dari keberadaban dan nilai-nilai kemanusiaan.
Saya berpikir, apakah ketidak-mampuan kita untuk menghentikan sesuatu yang membahayakan ini lantaran "tangisan dunia" (call for peace and humanity) selalu kandas dalam diplomasi dan upaya global untuk mencari solusi? Kandas karena tak mampu menghadapi mereka-mereka yang memiliki "hak veto" dalam tatanan dan mekanisme PBB? Kalau memang begitu adanya, situasi di tiga kawasan yang saat ini tengah bergolak, utamanya Timur Tengah dan Eropa (Ukraina), kemudian ketegangan yang amat tinggi di Asia Timur dan Asia Tenggara ini, benar-benar membahayakan perdamaian dan keamanan internasional. Mengapa saya katakan demikian? Karena, yang saat ini tengah berhadap-hadapan, baik langsung maupun tidak langsung, di ketiga "flash points" tersebut adalah para pemegang hak veto. Maknanya, setiap ada prakarsa politik untuk mengakhiri peperangan ("peace proposal") akan selalu kandas jika salah satu pemegang hak veto tidak menyetujuinya.
Nah, kalau begitu, mungkin akan ada yang berkesimpulan bahwa tidak akan ada solusi apapun ke depan, termasuk untuk menghentikan peperangan di Gaza maupun di Ukraina. Apa benar-benar begitu? Wah, malang benar dunia ini.
Saya punya pendapat, meskipun barangkali saya diejek karena pikiran saya dianggap terlalu elusif dan tidak "doable". Tidak mengapa. Paling tidak apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi renungan.
Tidak mungkin tak ada solusi yang bisa dilakukan oleh dunia. Sejak bersekolah di sekolah dasar, guru saya selalu mengajarkan "di mana ada kemauan, di situ ada jalan". If there is a will, there is a way.
*SBY*
Cikeas, 1 Juni 2024
Tekankan Kerja Sama Elemen Bangsa, Demokrat Optimis Masa Depan Indonesia Gemilang di Bawah Prabowo-Gibran
Melani Leimena Suharli
Anggota Komisi VI DPR RI FPD
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat
Selamat & sukses kpd Menteri ATR/Kepala BPN RI sekaligus Ketum Partai Demokrat, @AgusYudhoyono, atas dedikasi yang diterima sebagai "Tokoh Pendorong Investasi Dalam Negeri Melalui Reforma Agraria & Pemberantasan Praktik Mafia Tanah"
"Indonesia Property & Bank Award 2024".
Pagi ini dari Nusa Dua - Bali, saya hadir memberikan Pidato Kunci dalam World Water Forum ke-10 yang bertemakan “Water for Shared Prosperity” atau “Air untuk Kemakmuran Bersama”.
Tema tersebut sangatlah relevan untuk dibahas, karena setidaknya mencakup tiga prinsip utama yang saling terkait.
Pertama, pengelolaan air harus selalu berorientasi pada “kemakmuran”,
yang mempunyai arti lebih luas dari sekedar kekayaan materi semata.
Kedua, “aksesibilitas yang berkeadilan”, yang merupakan wujud dari pengelolaan dan akses terhadap air yang dilaksanakan seadil-adilnya untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga negara.
Ketiga, adalah “keberlanjutan”. Ini merupakan manifestasi dari asas berbagi yang lintas generasi. Mengutip apa yang disampaikan Mahatma Gandhi, bahwa “bumi, udara, tanah dan air bukanlah warisan dari nenek moyang kita, namun merupakan pinjaman dari generasi penerus kita”.
Untuk menjamin ketiga prinsip tersebut, setiap negara seyogyanya mendirikan badan berskala nasional yang mampu mengintegrasi dan mensinkronisasi kebijakan, strategi dan aksi terkait dengan manajemen air. Sehingga upaya-upaya tersebut dapat meredam konflik kepentingan dan ego-sektoral diantara para pemangku kepentingan.
Terakhir, itu semua hanya bisa terwujud jika adanya kepemimpinan yang efektif yang mampu menyelaraskan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor untuk tercapainya “Air untuk Kemakmuran Bersama”.
Pagi tadi saya mengikuti upacara pembukaan World Water Forum yang ke-10. Di depan para pemimpin dunia dan tamu-tamu dari beragam profesi, Indonesia menyatakan komitmennya untuk mengupayakan pemanfaatan air untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Tidak boleh ada ketimpangan. Pengunaannya juga harus kita jaga bersama.
Selaku Menteri @kem_atrbpn, kami berkomitmen mendukung upaya ini utamanya dalam memberikan kepastian hukum dari lahan air & kebijakan-kebijakan yang bisa mengakomodasi terwujudnya cita-cita kita bersama.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional
20 Mei 2024
Semangat Membangun Indonesia Lebih Maju Lagi Tetap Jaga Persatuan Dan Kesatuan Dalam Bhineka Tunggal Ika.
Saksikan Halal Bihalal Kartini Demokrat
Selasa, 30 April 2024 | Pukul 13.00 WIB yang disiarkan secara live streaming di semua akun official Partai Demokrat.
Ketua Umum PDRI Vitri Mallarangeng memberikan sambutan di acara Rakorda DPD PDRI Jateng (18/05) Di Hotel Candi Indah Semarang.
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti, juga memberikan Sambutan di acara Rakorda DPD PDRI Jateng.
@pdemokratjateng