Bedah buku Dies Natalis ke-17 FIB Universitas Brawijaya menjadi ruang perjumpaan gagasan melalui dua karya: "Cerita-Cerita yang (Tidak) Mungkin" dan "MBGendam 204 Penyair Indonesia: Puisi Menolak Korupsi #10".
Membaca, berdiskusi, dan merawat literasi.
Mariano Azuela pernah berada di tengah Revolusi Meksiko sebagai dokter dalam pasukan Juliรกn Medina.
Pengalaman itu kemudian menjadi bagian dari latar lahirnya "Los de abajo" (1915), novel yang merekam kekerasan perang, penderitaan rakyat, dan pudarnya cita-cita revolusi.
Salam Budaya! Dua buku dalam Dialektika Karya, Dies Natalis ke-17 FIB UB:
๐ Cerita-Cerita yang (Tidak) Mungkin โ Slamet Thohari
๐ MBGendam 204 Penyair Indonesia: Puisi Menolak Korupsi #10 โ Yohanes Padmo Adi Nugroho
4 Nov | Hall Lt. 7, Gedung A FIB UB
#PenerbitGading
Seni bukan semata urusan keindahan. Di dalamnya tersimpan sejarah, ingatan, dan kesaksian tentang ketidakadilan.
Nasirun merawat jejak karya, sementara Semsar Siahaan menjadikan seni sebagai suara bagi rakyat kecil yang terhimpit ketimpangan sosial & kekuasaan.
#PenerbitGading
Demonstrasi bisa menjadi perjuangan, tetapi juga panggung kepuasan moral. Ada yang lebih menikmati perasaan menjadi pembela keadilan daripada memahami penderitaan orang-orang yang dibela. Solidaritas kehilangan makna ketika hanya menjadi cara untuk merasa paling benar.
Mariano Azuela adalah dokter dan novelis Meksiko yang dikenal melalui "Los de abajo", salah satu karya penting sastra Revolusi Meksiko.
Ia menulis bukan hanya ttg pertempuran, tetapi jg kekerasan, kehidupan rakyat biasa, dan cita-cita revolusi yg berhadapan dg kenyataan.
Pemilu 1971 mencatat intimidasi politik, tekanan terhadap partai, serta keterlibatan birokrasi dan militer pada awal Orde Baru.
Catatan sejarah ini dibahas dalam Bincang Sore #4 bersama Willy Verbriandy dan Putri Safitri.
#PenerbitGading#BincangSore4
Gusdurian Purwakarta menggelar bedah buku "Seribu Wajah Iran" karya Afifah Ahmad sekaligus dialog lintas iman. Sebuah ruang perjumpaan untuk melawan prasangka dan merawat keberagaman.
Baca selengkapnya:
https://t.co/HnzGYIlYDA
Napoleon mengusir lawan, membungkam kritik, memelintir sejarah, lalu menjual Boxer ketika tenaganya habis.
Semuanya dilakukan atas nama kepentingan peternakan.
Dalam politik, pengkhianatan terhadap rakyat sering kali tidak datang dengan wajah penindas. Ia datang membawa janji.
Pada 1970โ1971, mahasiswa dan berbagai kelompok masyarakat menentang korupsi militer, dwifungsi ABRI, intimidasi politik, serta pelanggaran kedaulatan rakyat.
Ada demonstrasi, organisasi yang dibubarkan, gerakan yang dilarang, dan suara rakyat yang ditekan.
#OrdeBaru
Revolusi bukan hadiah dr penguasa. Ia adalah perjuangan orang miskin merebut kendali atas hidupnya.
Selama tanah, sumber daya, & hasil kerja dikuasai segelintir orang, mengganti pemimpin saja tdk cukup. Pembebasan harus mengubah struktur kekuasaan, bukan sekadar wajah yg berkuasa
Demokrasi yang Seolah-olah
Pemilu 1971 menjadi catatan gelap demokrasi Indonesia: intimidasi, kekerasan, dan pembungkaman demi konsolidasi kekuasaan Orde Baru.
Bedah sejarahnya bersama Willy Verbriandy di Bincang Sore #4.
31 Oktober 2026 | 15.00 WIB
#BincangSore4#Pemilu1971
Kita melihat peristiwa, tetapi sering luput melihat apa yang membentuknya.
Kekuasaan, sumber daya, relasi, keputusan, dan narasi saling memengaruhi di balik realitas.
Lima Lanskap: Cara Membaca Realitas karya Budi Wasono.
Preorder: Rp60.000
๐ฒ +62 813-9062-6266
#LimaLanskap
Jangan minta rakyat diam demi ketertiban saat ketidakadilan terus dibiarkan.
Demonstrasi adalah hak, solidaritas adalah kekuatan, dan perubahan membutuhkan perjuangan panjang. Tuntutan rakyat tidak boleh berhenti saat massa membubarkan diri.
#PenerbitGading#SuaraRakyat
PREORDER DIBUKA!
"Lima Lanskap: Cara Membaca Realitas" karya Budi Wasono mengajak kita membaca relasi kekuasaan, sumber daya, ketergantungan, keputusan, dan narasi di balik berbagai persoalan.
Pesan: +62 813-9062-6266
#PenerbitGading#LimaLanskap#PreOrderBuku
Selamat Hari Sumpah Pemuda. Disumpah Pemuda.
Sadar dipalak. Sadar dibakar. Sadar dimiskinkan.
Hutan terbakar, ruang hidup dirampas, rakyat menanggung akibatnya. Persatuan bukan alasan untuk diam. Cinta tanah air juga berarti melawan ketidakadilan.
Kita sering menunda menelepon orang tua, menunda pulang, dan menunda mendengarkan cerita mereka.
Dalam "Kupu-Kupu di Kamar Ayah", kenangan masa kecil mempertemukan kembali seorang ayah dan anak-anaknya. Dalam Sesal, keputusan untuk pulang datang terlambat.
Rakyat diminta berkorban demi pembangunan. Alam dikorbankan demi keuntungan. Kekuasaan menyebut semuanya kemajuan.
Perubahan bukan sekadar mengganti pejabat, tetapi membenahi kebijakan, melindungi ruang hidup rakyat, dan menghentikan perusakan lingkungan.
Kemajuan tidak selalu berarti pembebasan. Dalam "Surat kepada Seorang Hindu", Gandhi mengkritik industrialisme dan pabrik senjata yang berisiko memperbudak manusia. Kritik lama ini relevan untuk mempertanyakan industrialisasi yang mengorbankan martabat manusia dan lingkungan.