Kendari – Kasus bayi dengan kelainan bawaan langka di RSUD Kota Kendari secara medis dikenal sebagai cyclopia atau alobar holoprosencephaly.
Kelainan ini terjadi akibat gangguan perkembangan otak sejak awal kehamilan, di mana otak depan gagal terbagi menjadi dua hemisfer sebagaimana mestinya. Akibatnya, bayi dapat lahir dengan satu mata di bagian tengah wajah, tidak memiliki hidung atau telinga, serta ukuran kepala yang tidak berkembang normal. Selain itu, organ tubuh lain juga sering mengalami gangguan.
Secara medis, cyclopia tergolong sangat jarang dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah. Mayoritas bayi dengan kondisi ini hanya mampu bertahan beberapa jam setelah dilahirkan karena fungsi organ vital tidak sempurna.
👉 Fenomena ini menyoroti pentingnya kelainan kongenital, cyclopia, dan holoprosencephaly sebagai isu kesehatan yang membutuhkan pemahaman publik lebih luas.
Kendari – Kasus bayi dengan kelainan bawaan langka di RSUD Kota Kendari secara medis dikenal sebagai cyclopia atau alobar holoprosencephaly.
Kelainan ini terjadi akibat gangguan perkembangan otak sejak awal kehamilan, di mana otak depan gagal terbagi menjadi dua hemisfer sebagaimana mestinya. Akibatnya, bayi dapat lahir dengan satu mata di bagian tengah wajah, tidak memiliki hidung atau telinga, serta ukuran kepala yang tidak berkembang normal. Selain itu, organ tubuh lain juga sering mengalami gangguan.
Secara medis, cyclopia tergolong sangat jarang dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah. Mayoritas bayi dengan kondisi ini hanya mampu bertahan beberapa jam setelah dilahirkan karena fungsi organ vital tidak sempurna.
👉 Fenomena ini menyoroti pentingnya kelainan kongenital, cyclopia, dan holoprosencephaly sebagai isu kesehatan yang membutuhkan pemahaman publik lebih luas.
tubuh lainnya.
Alih-alih menyerah, almarhum justru menunjukkan sisi optimisme yang luar biasa dengan membagikan proses pengobatannya secara terbuka kepada publik. Ia kerap menyebut sesi kemoterapi rutin yang dijalaninya setiap tiga minggu sekali sebagai “Spa Day”
Perjalanan kesehatan Vidi Aldiano merupakan sebuah kisah perjuangan yang sangat tangguh di tengah puncak kariernya. Musisi berbakat ini pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal jenis Clear Cell Renal Cell Carcinoma stadium 3 pada akhir tahun 2019.
https://t.co/hN4RN2qubZ
Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura pada Desember 2019. Meski sempat dinyatakan pulih, tantangan baru muncul pada tahun 2021 ketika sel kanker diketahui telah menyebar atau mengalami metastasis ke beberapa titik di bagian