@LambeSahamjja anak anak odp yang dari segala jurusan dan bidang, HR, IT, Accountant, Legal, semuanya dikasih target sales buat nyari orang buka rekening mandiri atau ngga ada sanksi
@LambeSahamjja gue ada feeling, dia ngasih program mbg karena impulsive sesaat, mungkin dia tahu kalo mines nya apa aja, tapi karena udah dikasih tau ke publik pas zaman kampanye jadi mau ga mau harus lanjutin
@txtdrjkt Langsung aja tegur, tunjukin tiket nya, kalo emang bener ngapain ngalah, kebiasaan banyak orang seenaknya kadang kadang ngotot juga pengen dapet kursi ini, atau tukeran. Kesalahan pemilihan kursi orang lain bukan hal darurat buat kita
@LambeSahamjja memang itu risiko naik transum tapi ga ada salahnya buat tau tata tertib dan menjaga etika selama di transum, jangan teriak teriak kenceng, lari lari (takut ketabrak), buang makanan/minuman, bahkan ada yang pernah muntah atau kencing sembarangan di transum
@LambeSahamjja sebenanrya memang ga masalah namanya transum buat umum tanpa mandang golongan atau umur, yang diperhatikan mungkin karena banyak kasus anak anak yang tidak dijaga orang tua nya sehingga membuat kegaduhan dan membuat tidak nyaman penumpang lain
gakkkkk!!! jujur itu bikin job market ancur2annn. Sejak adanya MSIB (wich sebelum ini) banyak company yg persyaratannya “minimal semester 2” anjir sem 2 seharusnya fokus matkul bukan jd budak company/corporate.
NIAT nya mungkin bagus, tp efek lainnya ada banget dan juga parahhh.
@txtdrkuliner sebenarnya ada, tapi langsung banyak dipake ngebotram, langsung gelar tiker, bawa bekal dan lain lain (bukan hal yang buruk sih), tapi mungkin pihak mall takut sampahnya aja berceceran
@tanyarlfes Hidup apa nder yang kamu jalanin selama ini sampai kamu bisa berfikir kayak gitu? Apakah setiap jalan ke mall atau ke tempat lain selalu berdua? Sama keluarga? Sama pacar? Sampe kamu sinis kepada orang lain yang hidupnya ga kayak kamu, jujur coba napak dikit
🚨 RED FLAG !
TANDA KAMU PERLU
CARI TEMPAT KERJA BARU
1. Gak ada kesempatan berkembang.
Kerjaan itu-itu aja, gak ada training, gak ada arahan,
bahkan skill kamu gak bertambah.
Lama-lama bukan berkembang, tapi jalan di tempat.
2. Gaji sudah gak sebanding.
Tanggung jawab terus bertambah, tapi apresiasi dan
penghasilan tetap sama.
Energi habis hanya untuk bertahan, bukan bertumbuh.
3. Work-life balance cuma slogan.
Lembur dianggap loyalitas, cuti dipersulit, pulang tepat
waktu malah bikin gak enak.
Kerjaan mulai menguras hidup bukan sekedar waktu.
4. Lingkungan kerja penuh drama dan toxic.
Atasan maunya dipuji, rekan kerja saling menjatuhkan,
bullying dianggap bercanda.
Datang kerja terasa lebih melelahkan secara mental
daripada fisik.
5. Semua hal di-micromanange
Sedikit-sedikit diminta update, sering dikritik tanpa solusi.
Lama-lama kerja jadi takut salah, dan hilang inisiatif.
6. Kamu mulai kehilangan versi terbaik dirimu.
Mood mudah rusak, tidur kepikiran kerjaan, semangat
hilang pelan-pelan. Kadang burnout bukan karena kerja
keras tapi karena lingkungan yang salah.
@hoshirsn Pengalaman pribadi, tidak ingin mengeneralisir suatu generasi, tapi melihat dari teteh, abang, mas mba millenial ataupun gen z, pressure ini datang dari boomer dan gen x yang membuat baby blues, pressure sana sini, ngomong enteng merasa pengalaman mereka paling paling
@mukaikhlas anjir pemikirannya langsung menyimpulkan gitu wkwkw, ibarat kata dengan lu bilang nasi goreng enak, itu yang reply story pasti bilang "oh berarti mie goreng ga enak yah"