hi! i think i owe all of you this. i’m moving from this account for good. not out of drama or anything like that, but because the spark’s just gone. i’ve been trying to find joy in writing here again, but lately it feels more like pressure than peace. it’s no one’s fault because you guys have been nothing but kind and supportive to me, but i guess my heart isn’t here anymore.
tbh i never expected this little trauma dumping space to reach so many people. it was supposed to be quiet, private, and small space for a girl like me (LOL). yet somehow it grew into something bigger and something that meant a lot. and maybe that’s why it’s hard to say goodbye. because you all have been so kind. so kind it almost makes me feel guilty for leaving. but i think somewhere along the way, the comfort turned into pressure, not from yall, but from me. from wanting to live up to something that maybe i have already outgrown.
i don’t find joy here anymore. i only feel the weight of what this place used to mean. and i think when a space starts to feel like that, maybe it’s time to step away. maybe someday we will meet again, in another quiet corner of the internet, maybe you will come across a “familiar” writing style somewhere else and think, “oh this feels like ira’s” and maybe it is! so until then, see you when i see you! <3
like our mother audrey hepburn once said, in gratitude and love, i end.
thank you for for reading and for being here through it all. you guys have been a friend, truly.
kurang lebih ada belasan—atau mungkin puluhan—negara dan tiga benua yang telah aku sambangi sejak usiaku genap dua tahun.
jejak langkah yang tersebar di berbagai penjuru dunia, dari hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur hingga hamparan sunyi yang seolah menelan suara. aku telah melihat langit dengan warna yang berbeda-beda, laut dengan karakter yang tak serupa, serta bangunan-bangunan megah yang berdiri sebagai saksi peradaban.
namun, dari semua yang pernah kutatap, tak satu pun mampu membuai indra penglihatanku seperti potretmu yang bahkan buram ini. dan mungkin, di situlah letak keajaibannya, bahwa bahkan tanpa bentuk yang sepenuhnya jelas, kamu tetap menjadi salah satu hal sempurna yang pernah kulihat.
that’s my two cents i genuinely logged in just to say this because o was so GREGET seeing people blame each other or even the actors, when in reality, you’re all navigating a system engineered by a capitalism heavy business model designed exactly for this outcome. thank you ❤️
menurut pengamatanku, behavior ini adalah dampak dari model bisnis yang dilakukan industrinya sendiri (anjay si paling ahli) tapi i’m double majoring in business & information system jadi otak ku nggak kosong-kosong amat kok guys LMAO. ini aku izin breakdown ya kenapa aku bisa punya konklusi seperti itu 🫶🏻
first of all, sekarang ship on-screen partner itu udah jauh berkembang. dulu mungkin cuma dua aktor yang kebetulan punya chemistry bagus, terus fans suka fan servicenya, dan selesai. tapi sekarang mereka itu udah jadi produk bisnis yang terstruktur. industri udah bukan lagi jual A dan B sebagai individu. mereka jual A×B sebagai satu unit brand.
brand itu artinya:
1. punya identitas visual (logo, warna, simbol)
2. punya narasi yang konsisten
3. punya positioning
4. punya monetization strategy
and your favorite ships literally have all of that.
artinya karena yang dijual sekarang sebenarnya bukan cuma acting atau project mereka. yang dijual adalah dynamic ship tersebut, eksklusivitas, dan narasi romantis yang dikemas terus-menerus, dan akhirnya membuat emotional engagement dari konsumen lebih kuat, retention fandom lebih kuat, dan gong utamanya adalah spending per fan melejit gak karuan.
official ship jadi semacam sub-brand yang punya brand equity sendiri. bahkan kadang brand ship lebih powerful daripada brand individu kalau dipisah. dari sini lah masuk ke dampak psikologis konsumen. karena branding official ship itu konsisten dan terkonstruksi, dan otak manusia itu suka konsistensi jadi kalau selama bertahun-tahun selama bertahun-tahun narasinya “A dan B”, konsumen udah pasti bakalan menginternalisasi eksklusivitas itu.
maka setelah terbentuk persepsi eksklusif dan ketika salah satu di ship sama orang lain, it feels like disruption. konsumen secara otomatis menganggap itu sebagai gangguan untuk brand identity. apalagi kalau fans udah invest uang, waktu, dan emosi secara gila-gilaan (which is yang diharapkan oleh pihak industri). karena semakin besar investment, semakin besar resistensi terhadap perubahan. itu basic consumer behavior.
jadi ketika ada “ghost ship” reaksi keras itu sebenarnya bisa dibaca sebagai usaha mempertahankan stabilitas brand yang sudah mereka percaya dan dukung. walaupun secara objektif, aktor itu profesional yang wajar banget punya chemistry dengan aktor lain. tapi karena industri sendiri yang membangun ilusi eksklusivitas dan memperlakukan ship sebagai entitas semi-permanen, konsumen akhirnya menganggapnya permanen. timbul semacam “legalitas fana” karena brand-nya dikemas sangat resmi dan terstruktur, jadi begitu ada yang keluar dari pola itu, reaksi dari konsumen jadi lebih emosional.
jadi menurutku sendiri itu bukan semata-mata soal fans posesif atau halu. itu semua adalah konsekuensi logis dari strategi bisnis yang menciptakan brand attachment dan emotional dependency. semakin kuat brand dibangun, akan semakin sulit konsumen menerima bahwa brand itu sebenarnya adala dua profesional yang fleksibel. dan itu menurutku akar kenapa fandom zaman sekarang jadi gampang gam terima kalau idol mereka di-ship-in dengan orang lain.
Ftd- honestly asking plis jangan salty, kenapa ya ghost ship tuh sekarang kayak haram banget gitu rasanya. Padahal perasaan dulu banyak dan pada adem ayem aja 😭
i’m really touched by this 😭😭😭😭 if any of you guys don’t mind, shall we interact and be friends in my other corner??? just let me know first and i’ll pick you up there LOL
@phukissed huhuhuhu IRAAA T____T aku keknya lebi sedi tau gabisa interaksi sama kamu de daripada tau kalo kleponserabi uda ending... sayang banget makasi ya iraa uda nyisihin waktu berharga kamu buat nulis semua tulisan canti kamu itu <3 semoga bisa ketemu dilain waktuu
guys i’m so sorry i can’t reply to all your sweet words one by one, but please know i’ve read everything and i’m literally sobbing my ass out 😭😭 huhu thank you for staying with me from the days i was still a mere high schooler with endless latsol utbk all the way to now when i’m preparing for my internship and pre-thesis 😭 time fliessss # terharu nya tuh ada banget nyo 😭😭😭😭😭😭
anywaysss i won’t delete this account because all of you and pond and phuwin will always be such a big part of my youth. this space means a lot to me, and i want to leave it here as a reminder of everything we have shared!! and as a small token of my gratitude for all of you, i’m planning to make a special episode of kleponserabi in PDF form it’s like kind of a farewell gift 🥹
so if you’re interested, you can fill in the form below!! let’s just call it… freebies for farewell!! but a disclaimer i can’t promise when i will be able to send the PDF. it could take a month, three months, or even a year. i’ll try my best!! ❤️
https://t.co/vWtYgohjw4