'Stop waiting for life to be easy. Stop hoping for somebody to save you. Face some hard facts, and you could have an incredible life' - To The Bone's dialogue explains how to take control of your own life - The Economic Times https://t.co/3L5XUOCdk4
Tanah perlu bernapas karena pori-porinya hrs mengandung oksigen utk mendukung kehidupan mikroorganisme. Oksigen dari atmosfir masuk dan karbondioksida keluar, menjaga keseimbangan gas.
Menjaga alam hrs dimulai dari lingkungan sendiri. Tanamlah pohon di halaman rumah utk mjg kualitas udara dan mencegah erosi. Sisakan area tanah kosong utk resapan air hujan dan sediaan air bersih di saat kemarau. Jgn semua area dicor semen/aspal. Sebab tanah jg butuh bernapas.
Pamer KEBODOHAN. Bagi anggota DPR ini Rp10miliar bantuan rakyat tdk ada apa2nya dibandingkan duit yg dikeluarkan negara utk korban bencana. Dng pernyataannya itu, ia memamerkan empat kebodohan sekaligus: 1) dia tidak bisa membedakan antara kewajiban (negara) dan solidaritas antar warga; 2) dia lupa darimana duit negara utk korban bencana itu berasal; 3) dia membandingkan duit negara utk korban bencana dng duit solidaritas warga utk korban bencana, tetapi tdk membandingkan duit negara utk korban bencana dng duit negara utk kepentingan lainnya, spt MBG atau fasilitas utk DPR; 4) dia lupa bertanya, siapa yg merusak Sumatera dan menciptakan bencana.
Kalau negara mengalokasikan duitnya utk korban bencana itu memang sudah kewajiban/tanggung jawab negara. Sementara warga tdk memiliki kewajiban itu. Solidaritas tinggi antar wargalah yg membuat Rp10 miliar duit warga disalurkan utk korban bencana. Anggota DPR itu juga melupakan darimana duit negara utk korban bencana itu berasal. Itu duit juga dari rakyat yg dikumpulkan lewat pajak. Ingat mayoritas pajak berasal dari rakyat, bukan dari korporat.
Kalau mau membandingkan itu ya yang setara. Misal, berapa duit pajak yg dibayar rakyat pd negara dan duit negara yg dikeluarkan utk korban bencan; berapa duit yg dikeluarkan negara utk MBG - yg besarannya triliunan per hari (padahal bs dikurangi utk korban bencana) dng duit riil yg dikeluarkan utk korban bencana; berapa duit yg dikeluarkan negara utk korban bencana dng duit yg dikeluarkan negara utk fasilitas anggota DPR yg sangat tdk penting bg rakyat. Jelas2 pengeluaran itu tdk seimbang dan tidak adil.
Yang lebih parah lagi, anggota DPR itu memperkarakan duit yg dikeluarkan negara utk korban bencana, tapi tidak memperkarakan siapa yg memberi ijin pembabatan hutan dan perusakan lingkungan di Sumatera yg menimbulkan bencana, menghilangkan nyawa dan menciptakan PENDERITAAN ribuan warga. Sdh jelas negaralah yg bertanggung jawab memberikan ijin dan mengawasi ijin2 itu. Salah satu ijin itu diberikan pada perusahaan milik Presiden Prabowo yg turut andil dalam pembabatan hutan dan penciptaan bencana di Aceh. Bencana besar Sumatera-Aceh itu membuktikan negara tdk menjalankan kewajibannya utk menjaga lingkungan dan melindungi keselamatan warganya. ***
The new Japanese Prime Minister said she will deport all culturally incompatible foreigners from Japan, such as these Islamists who demand Sharia law. Do you agree?
In New Zealand, native Māori are protesting against Islamic immigration, tearing down a jihadist flag while performing the traditional Haka.
“New Zealand is a Christian nation!
The jihadists are not welcome here!”
Remember their names and faces and share their bravery with the world‼️ Anthony Aguilar (retired Green Beret Liutenant) and Josephine Guilbeau (former army intelligence officer)
Our democracy is not self-executing. It depends on us all as citizens, regardless of our political affiliations, to stand up and fight for the core values that have made this country the envy of the world.
Bahasa Indonesia ditetapkan sbg bahasa internasional oleh PBB. Netizen Malaysia ngamuk2, harusnya bhs melayu yg jd bhs internasional.
Ya, gak mugkn lah wong di malaysia aja bhs melayu udh gak dipake. Mrk lbh bangga berbhs enggres kok
Hari Kebangkitan Nasional
Bangkit Bersama