@mari_hx1 O homem q tem q usar a camisinha, não a mulher tomar anticoncepcional. Anticoncepcional pode aumentar a chance de trombose, AVC, SOP e pd fuder com teu ciclo. O prazer dele não compensa o risco a sua saúde e bem-estar. Se quiser usar, faz umas consultas primeiro.
@_m4nh1628 Ví dụ như trường THPT Bùi Thị Xuân đã không cần phải mặc ��o dài nữa rồi. Nếu các học sinh nữ cùng nhau, tất cả ghi đơn ý kiến cho nhà trường, tạo ra làn sóng phẫn nộ với nội quy buộc phải mặc áo dài thì kiểu gì cũng bỏ thôi à.
@_m4nh1628 Thật ra thì chính phủ không bắt, mà trường trong miền Nam tạo ra nội quy tuân thủ như vậy. Có thể nói là đa số các trường ở miền Nam Việt Nam không biết nghĩ cho các học sinh nữ, mình không nói toàn bộ vì vẫn còn có những trường công nằm trên top đã bỏ.
HOT TAKE: Most of these men mistakenly think that a woman's greatest fear is loneliness. You're 100% wrong. her greatest fear is getting married, having children, becoming a domestic servant, living a boring and miserable life with a worthless husband, and realizing She wasted her time with you. She wants a life filled with purpose, growth, and genuine happiness on her own terms. The real fear is losing herself in a life that was never truly hers to begin with.
손가락으로 네 보지를 잔뜩 쑤시던 도중
오줌이 마렵다며 화장실에 보내달라는 널 보곤
네 앞에 배변 패드를 깔아 주며
"여기에 싸"라고 말할 거야.
그 말에 차라리 참겠다며 버티려는 널 보고
"그럼 잘 참아봐."라며 강아지처럼 네 발로 세운 뒤
손가락으로 클리를 천천히 애태우듯 만질래.
그렇게 계속 클리를 괴롭혀지다
네가 갈 거 같으면 클리를 괴��히던 손을 멈추고
아랫배를 꾸욱 누르며
요도 근처를 손가락으로 문지를 거야.
그러다 네가 결국 참다못해 쌀 거 같아서
화장실로 도망가려고 하면
목줄을 손으로 꽉 잡고 못 도망가게 한 뒤에
보지를 손가락으로 괴롭히며
오줌을 바닥에 싸지르게 할래.
#로망트
First and foremost, your woman should not be on birth control loaded with synthetic hormones that hijack her fertility. Get off of it.
Track her cycle. She can only get pregnant ~5–7 days a month anyway.
LEARN the Mother Nature rhythm. As a man, don’t just outsource this to her.
Know the phases. Lead accordingly. Earth runs on cycles. So does she. Keep up, man.
"We don't need feminists
anymore."
785 husbands were killed by wives over 5 years but 800 wives are killed by husbands every 30 days.
https://t.co/KFEq69nxAn
Jujur benci bgt dengan pemikiran lelaki jenis ini.
Mereka itu yang memimpika perempuan “sebersih mungkin”, harus perawan, nggak pernah pacaran sama siapa pun, cinta mati tanpa syarat, nggak mata duitan, selalu khawatir dan dukung dia sepenuh hati. Tapi kalau dipikirin, biasanya lelaki macam ini nggak punya apa-apa buat dikasih ke perempuannya.
Jangankan harta atau kenyamanan hidup, pemikiran yang matang, usaha yang sungguh-sungguh, atau tanggung jawab emosional pun mereka nggak punya. Mereka cuma mau ambil segalanya, tapi nggak mau kasih apa-apa.
Kasihan banget anak-anak yang lahir dari rahim perempuan yang nikah sama cowok begini.
Dari sisi psikologi, dampaknya sangat serius dan jangka panjang:
Anak-anak yang lahir nanti, mereka berkemungkinan tumbuh di lingkungan yang sangat tidak seimbang. Mereka melihat ayahnya sebagai sosok yang entitled: selalu menuntut kesempurnaan dan pengorbanan total dari sang ibu, tapi dirinya sendiri nggak pernah memberi contoh yang baik.
-> Akibatnya, anak laki-laki cenderung meniru pola yang sama: menganggap perempuan itu “harus melayani” tanpa mereka perlu berkembang atau bertanggung jawab.
-> Sementara anak perempuan sering menginternalisasi bahwa nilai dirinya tergantung seberapa “bersih” dan pengorbanannya, sehingga mereka tumbuh dengan harga diri rendah, takut gagal jadi “istri sempurna”, dan mudah masuk ke hubungan toxic yang sama seperti ibunya.
Secara emosional, anak-anak ini sering mengalami insecure. Mereka nggak melihat contoh cinta yang sehat yang saling memberi, melainkan hanya melihat satu pihak (yakni, ibu) yang terus-menerus mengorbankan diri sementara ayahnya pasif atau bahkan destruktif. Akibatnya muncul kecemasan, depresi, rasa tidak aman yang dalam, dan kesulitan membangun hubungan dewasa yang sehat nanti. Mereka belajar bahwa “cinta” itu bukan soal saling menghargai, tapi soal satu orang yang harus rela menderita demi yang lain.
Intinya, pemikiran lelaki seperti ini bukan cuma merusak perempuan yang mereka nikahi, tapi juga merusak generasi berikutnya. Anak-anaknya lahir dalam lingkungan yang penuh ketidakseimbangan emosional, dan itu akan membawa luka psikologis yang mereka bawa seumur hidup kalau nggak ada intervensi yang tepat.
Makanya aku benci. Karena ini bukan soal “idealisme”, tapi egoisme yang dibungkus romansa murahan, dan korbannya bukan cuma perempuan, tapi juga anak-anak yang nggak minta dilahirkan di tengah pola pikir yang rusak itu.
🚨VEJA: Mulher viraliza ao mostrar os
cuidados do marido com ela durante o pós-parto:
"Um dia você estará no pós-parto, e realmente fará diferença com quem você se casou”