Baccalaureato in Filosofia e Master in Teologia presso l’Università Parahyangan. Licenza in Diritto canonico presso la Pontificia Università Gregoriana, Roma.
Konsili Trente hanya menegaskan kembali 73 Kitab Kanon seperti yg sudah dikanonkan sejak 382, 393, 397 yg jumlahnya juga 73 Kitab. Konsili Trente menegaskan kembali karena Luther, cs mengajarkan sebaliknya
Tapi bukankah konsili yang disebutkan (382 lokal roma, 393 397 afrika utara) bukan merupakan konsili ekumenis sehingga tidak berlaku universal dan tidak infalibel?
kemudian, gereja katolik roma baru mendogmatisasi secara infalibel kanon di Konsili Trent 1546 setelah reformasi?
Amanat Agung yg harus dijunjung tinggi adalah Amanat Agung Yesus dalam Matius 28: 19-20. Maka, seharusnya pengikut Yesus Kristus juga menaati kehendakNya, misalnya dalam Yoh 17: 21: membangun persekutuan dan bukan perpecahan.
@PostinusGul Keduanya memilih jalan yang berbeda dan yaudahlah, tapi misi amanat agung keduanya tetap melakukan, contoh sebagai jemaat Gereja Lutheran (HKBP) dan berbangsa Batak, tentu terimakasih yang tidak terhingga untuk RMG dari Jerman sudah mengabarkan kabar baik ke Bataklanden/Tapanuli
Tapi sejujurnya aku lebih penasaran kenapa Keuskupan Roma tidak pakai kanon Patriarkat Ethiopia Tewahedo yang isinya lebih banyak lagi.
Soalnya kalau masalah pengurangan kanon di Gereja Barat sudah banyak yang bahas 🗿
@marc0berth Tinggal konsisten saja dengan argumen Anda. Jika Anda dan denominasi Anda menolak Deuterokanonika karena tidak dikutip langsung oleh PB, maka seharusnya minimal 8 Kitab lain dalam PL yg tidak dikutip langsung oleh PB harusnya Anda tolak. Tapi mengapa tidak demikian?
Ini salah salah satu khas penganut Sola Scriptura. Ketika kita tunjukkan rujukan akademis, maka argumen utamanya: "tidak ditemukan kutipan langsung yang diambil dari Kitab-Kitab Deuterokanonika". Sudah lama saya amati ini. Dan ini, sangat lemah, tidak akademis!
@PostinusGul Iya, buku tersebut memang menggunakan sumber baik dari septuaginta dan teks masoretik, namun tidak ditemukan kutipan langsung yang diambil dari kitab-kitab deuterokanonika di dalamnya. Karena pembahasan yang diangkat itu dimensi textual criticism bukan canonicity.
Lha, kapan saya katakan daftar Alkitab ketika saya rujuk buku itu? Saya rujuk buku itu untuk membantah twit Flow yg mengatakan bahwa PB hanya mengutip Kitab Ibrani. Itu salah. Septuaginta malah lebih banyak dirujuk
@PostinusGul Sekali lagi saya tegaskan, buku/penelitian yang Romo maksud itu dimensinya lagi membahas "septuaginta sebagai teks/bahasa"(textual criticism) bukan "septuaginta sebagai daftar kanon"(canonicity).
Kalau membaca sejarah Gereja, bacalah secara utuh, objektif, dan jujur. St. Hieronimus awalnya "mempertanyakan" otoritas kanonik dari 7 Kitab Deuterokanonika itu, tapi akhirnya ia tetap akui dan setia pada otoritas Konsili dan Magisterium Gereja yg telah mengkanonkan 73 Kitab
@PostinusGul Setau saya, Cardinal Cajetan, salah satu bebuyutan Luther, bahkan kurang setuju dgn Deuterokanon. Bapa Gereja seperti Jerome dan Eusebius lebih memercayai kanon yg lebih sedikit daripada 73. Perseturuan terkait kanon dalam Gereja Katolik diselesaikan dalam Council of Trent
6. Kebijaksanaan 9: 13: “Manusia manakah dapat mengenal rencana Allah, atau siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan?”
Roma 11: 34: “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?”
Dalam Konsili apa denominasimu menetapkan bahwa Deuterokanonika itu Kitab Apokrifa? Apakah seorang Martin Luther punya otoritas merevisi atau mengubah hasil Konsili-Konsili? Karena Anda penganut Sola Scriptura, di mana dalam Alkitab disebutkan bahwa Deuterokanika = apokrifa?
@PostinusGul Mengutip Septuaginta bukan berarti sudah pasti mengutip kitab2 Deutrokanonika, Deutrokanonika sendiri adalah kitab apokrifa atau tidak resmi
5. Kebijaksaan 7: 26: Karena kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda dari kegiatan Allah, dan gambar kebaikan-Nya.Ibrani 1: 3: Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan
12. Bagaimanakah mereka dapat menentukan bagi Gereja, mana kitab yang diinspirasikan oleh Roh Kudus, dan mana yang tidak. Padahal para rabi itu menolak Kristus?
11. Para Rabi Yahudi ini menolak 7 Kitab yang kemudian kita kenal Deuterokanonika. Para rabi itu adalah orang -orang yang menolak Kristus, mereka tidak percaya kepada Kristus bahkan sampai saat ini.