Phillipines brothers and sisters, be steadfast on your path. The power is, and should always be, in your hand. Fight! For your cause is just! MABUHAY ANG PAGLABAN
Kayaknya emang orang pada ga ngeuh aja
🖥️ Komputer itu cepet, kalau sebuah Aplikasi bisa jalan decently di RAM 256 MB - 1 GB, kenapa kita perlu 32 GB sekarang? Chrome itu ada dari 2008, Firefox 2002.
Web app itu bukan barang baru. Itu udah dari zaman adanya XHR. Yaitu tahun 1999. Jadi komputer zaman itu juga udah bisa ngelakuin SPA. Waktu itu namanya AJAX.
🛜 Network itu gratis, emang kalian pernah bayar bandwidth di rumah sendiri? Kan enggak. Yang jadi ga gratis karena yg disambungin itu ga cuma di dalam rumah.
Jadi bukan bandwidthnya, bandwidth yang ngebatasin itu hardwarenya. SFP+ itu bisa 10 Gbps.
Nah terus kenapa pelanggan dibatesin? Ya kan segitu itu, dipake buat jutaan pelanggan.
Jadi batasan itu sebenarnya ya "artificial" aja, supaya Quality of Service nya sama. Kalo dilepas, percaya deh yang FO-FO itu bisa 1 Gbps + kecuali satu operator kesayangan kita semua. Ya kan pak @papanberjalan ?
Yang bikin bandwidth mahal ya operasinya. Bayangin aja kalo BTS tiba-tiba dimatiin krn belum bayar upeti, FO cable tiba-tiba diputus preman.
Makannya bandwidth mahal itu ya salah pemerintah. Ekonomi lesu, premanisme, banyak pengangguran, ya orang nyari duit dengan berbagai cara, termasuk malak.
Nah duit buat bayar malak tadi itu yang diterusin ke biaya bandwidth. Karena mahalnya itu makannya satu port dipake banyak orang supaya ROInya balik.
Jadi kuncinya bandwidth murah ya, hilangkan premanisme, permudah izin, dan jangan kong-kalikong ama ISP.
Anehnya tuntutan di atas ga ada di 17+8 padahal katanya digital native :P