Bloomberg memberitakan kalau hubungan Presiden dengan para konglo makin panas..
Prabowo ingin para konglo itu untuk nyumbang lebih banyak ke negara
Lewat apa? Beli patriot bonds, ambil alih lahan ilegal, pemeriksaan pajak, RUU Perampasan Aset, bahkan mewacanakan pajak kekayaan.
Masalahnya, Prabowo melakukan itu dengan cara yang dianggap keras.
- Dia menyerang konglo secara verbal (oligarki rakus, greednomics)
- Sentralisasi ekspor yang bikin eksportir tambang dikontrol
- Menindak secara hukum para konglo seperti mencabut PSN, menindak bisnis ilegal konglo, dll.
Akibatnya, para konglo ini ketakutan...
Ada beberapa taipan yang sengaja menjual saham dan obligasinya, lalu melarikan dananya ke Singapura, Hong Kong, bahkan ke Swiss.
Ada yang diversifikasi aset ke emas, kripto, dll.
Menurut artikel ini, Prabowo sebenarnya mau menata ulang oligarki-oligarki agar tunduk pada agenda negara…
Cuma artikel ini berpesan: jangan sampai dianggap sewenang-wenang supaya tidak menurunkan kepercayaan investor atau bikin capital flight.
===
Berarti kalau masalahnya seperti itu
Pemerintah perlu sedikit lebih berhati-hati dan memperbaiki komunikasi
Niat pemerintah mungkin bisa dipahami, tapi kalau caranya sembrono, grasak grusuk dan terlalu terburu-buru
Maka reaksi negatifnya akan begitu besar.
FOTO: BPMI SETPRES/CAHYO
Setelah gelombang buzzer tolak Rafale redup, sekarang terbit gelombang buzzer tolak rudal BrahMos... Masalahnya narasi yang mereka bawakan adalah "masa rudal x jaraknya hanya x dengan harga x", alias argumen sampah yang tidak bisa kita jadikan "topik diskusi"... Ini menarik 😂😂
Katanya stop kegiatan merusak alam, ya ini udah bener kegiatan biar alam gak rusak, katanya gak mau ada penambahan batu bara yang rusakin pulau indah dan eksotik itu, ya ini udah dilakukan ya pengorbanan sedikitnya si byarpet mulu, biar merasakan kek saudara di luar pulau J.
pernah mikir gini gak?
kan pak SBY tuh orang militer juga ya, jendral juga
tapi beliau tuh gak gitu-gitu amat kan ya
ini kenapa segala dimilterin njirr
Menjadi orang dekat Presiden itu memang ada etikanya , menjadi pejabat publik juga ada etikanya, semua melalui pendidikan etika dan moral yang harus dilalui Sebelum menjadi pejabat publik.
Jadi jangan heran kalau pejabat karbitan sekarang nyaris tak punya etika.
Guys, aku mau ngomong...
Gue bukan Jokowi fanboy.
Tapi kalau lo liat kondisi Indonesia sekarang terus bandingin sama kabinet era beliau, Sri Mulyani, Retno, Mahfud, Luhut, sama Pak Bas. Gue harus ngomong FAKTA:
Itu lineup yang susah banget ditandingin.
Bukan karena mereka SEMPURNA.
Tapi karena mereka udah diuji, krisis COVID, perang dagang, geopolitik panas. Dan masing-masing tetep berdiri.
Sri Mulyani? Dua kali jaga APBN dari ancaman resesi.
Retno? Bikin Indonesia diajak bicara di forum yang biasanya kita cuma nonton.
Mahfud? Berani ngomong hal yang banyak pejabat takut bilang.
Luhut? Satpam segala urusan yang entah kenapa selalu kelar.
Sekarang kita ngerasain sendiri bedanya. Dan ini bukan soal politik, ini soal kapasitas.
Setuju? atau ada yang mau dibantah?
#prabowo #jokowi #kabinet
Kuncinya kabinet Jokowi itu di:
Pak Luhut, dia bak Patih GajahMada.
Karena Jokowi itu tidak punya kuasa di partai, bahkan bukan elite partai.
Jokowi juga tidak punya kuasa di legislatif, lagi-lagi karena tidak punya partai.
Luhut yang gebrak semua masalah per-elitan itu, sampai si Emak curhat:
"Pak Jokowi kalau tidak ada PDIP, aduh kasihan"
Pak Prabowo masalahnya malah beda:
Pak Prabowo ketua partai, suara partainya besar.
Jadi di legislatif tidak ada masalah.
Justru kekurangan Jokowi jadi kelebihan Prabowo.
Tapi kelebihan Jokowi, malah jadi kekurangan Prabowo.
Pak Jokowi di periode II tidak ada lagi beban, jadi bisa full out memberontak tidak jadi petugas partai dan memilih lebih bela rakyat, "Saya akan Lawan".
Pak Prabowo sekarang dilema, milih pro rakyat tapi dimusuhi loyalisnya atau pro loyalis tapi dimusuhi rakyat?
Pak Jokowi blusukan ketemu rakyat langsung, bahkan random datangi tempatnya jadi tidak bisa disetting.
Pak Prabowo jarang blusukan, jadi informasinya sudah difilter ketat oleh sekelilingnya. Akhirnya malah terlihat Prabowo salah data mulu pas pidato.
Pak Jokowi relawannya sangat kuat dan dijaga, bahkan masih solid walau sudah tidak menjabat lagi.
Pak Prabowo sejak terpilih, bahkan tidak pernah mengundang resmi relawannya untuk sekedar bertemu dan saling nyapa. Akhirnya terpecah-pecah sendiri kurang solid.
Pak Jokowi pidato selalu pendek-pendek, jadi langsung inti-inti pentingnya.
Prabowo bisa berjam-jam, akhirnya hilang focus inti pesannya tapi kayaknya sekarang sudah mengurangi durasi pidatonya
Jadi pak Prabowo harus memilih pro rakyat dan cuma merangkul loyalisnya yang mau dan bisa kerja sehingga dicintai rakyat. Yang gak bisa kerja kasih jabatan komisaris saja.
Atau lebih merangkul semua loyalisnya tanpa peduli , mereka bisa kerja atau tidak demi rakyat, dan pura-pura tidak tau.
Lalu sisa jabatan menteri yang kosong, dikasih kepada orang yang bisa kerja, berpengalaman, bukan cuma pintar teori tapi beneran sudah teruji mental bahkan kinerjanya dalam waktu yang lama.
moment pidato kenegaraan pak SBY.
tanpa di sadari jaman pak SBY tuh banyak bgt yg dibuat untuk kesejahteraan rakyat, contohnya BOS, wajib belajar 12 tahun gratis digaungkan jaman dia, askes/jamsostek, ajakan untuk cintai produk indonesia sampe pertamina dibikin pasti pas supaya rakyat yakin pake produk dalem negeri, gas elpiji, subsidi pendidikan universitas, bidik misi, KPK dan masih banyak lagi. Tanpa terlalu memberatkan rakyat dgn pajak2 yg berlebihan, selalu melibatkan pakar2 ahli dibidangnya untuk ambil keputusan.
Mungkin infrastruktur ga terlalu banyak tapi tanpa sadar beliau membangun dari sisi SDM dan kesejahteraan sosial dulu.
tambah in kalau ada gaes..
Presiden Finlandia Alexander Stubb.
- Bisa Finnish, Swedish, English, French, and German.
- Phd.
- Triathlete.
- Sudah menghasilkan sekira 20 buah buku dan hasil karya tertulis tentang hubungan internasional.
- Kebijakan LN bagus.
- Sempat hadir di acara baca buku untuk anak🥳
@KapudS640 krisis memang tidak selalu bisa dihindari.
tapi cara pemimpin merespons krisis sering kali menentukan apakah rakyat merasa ditemani atau ditinggalkan.
Kalian tau ga sih, Pak SBY dulu pas jaman
krisis global mau naikin bensin
400 PERAK doank aja dia pidato loh Live di TV2..
beliau minta maaf ke rakyat dengan wajah yg sedih.
Minta maaf berkali2 harus ambil keputusan itu.
Dia juga banyak kekurangannya, tapi sumpah gw kangen dengan pemimpin kek gitu, yg bertanggung jawab, yg punya empati ke rakyat!
Bukan malah denial bilang rupiah lemah ga ngaruh! Rakyat cuma butuh makan, ga mimpi jadi kaya! 4jg 4jg
cc:threadris_kaanisya
@voltaireanism@Trystanto2 Tau Pak Marty Natalegawa itu bukan pas jadi Menlu, tapi sejak di UN.
Di koran hari itu, ada foto dia jadi headline pas abstain sendirian terkait hukuman tambahan ke Iran.
Sejak itu, respect sangat. Lihat bapak ini kayak keren banget. Mantap lah, value-nya masih terjaga.
Pertama, "emang ada apa dengan Diplomat?"
Dari pengamatan gw, Diplomat nih salah satu pekerjaan di Indo yang isinya orang2 well-dressed yg paham sama peraturan fesyen.
Makanya, kalo ditanya "Siapa Pejabat Indo yang style-nya paling keren?", maybe jawabannya "Marty Natalegawa"
Marty Natalegawa, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, adalah sosok diplomat yang memancarkan wibawa luar biasa di panggung internasional.
Dengan suara tenang namun tegas, ia membawa Indonesia bukan hanya sebagai negara berkembang, melainkan sebagai aktor kunci yang mampu menjembatani perbedaan dan membangun perdamaian.
Gaya diplomasinya yang elegan, penuh visi, dan berpegang teguh pada prinsip, kerap membuat lawan bicaranya terkesan sekaligus menghormati.
Lahir dari latar belakang pendidikan kelas dunia, Marty menempuh studi di London School of Economics (BSc), University of Cambridge (MPhil), dan meraih gelar Doktor di Australian National University.
Pengalaman karirnya pun luar biasa: dari Duta Besar untuk Inggris dan Irlandia, Perwakilan Tetap Indonesia di PBB, hingga memimpin Kementerian Luar Negeri di masa Indonesia memegang keketuaan ASEAN.
Ia berperan penting dalam mendorong ASEAN Community, inisiatif East Asia Summit, serta berbagai upaya resolusi damai di kawasan.
Menyaksikan kiprahnya, hati ini terharu dan bangga. Marty Natalegawa membuktikan bahwa anak bangsa Indonesia mampu bersanding setara dengan para pemimpin dunia, membawa nama harum Tanah Air dengan integritas dan kecerdasannya.
Beliau adalah inspirasi bagi generasi muda bahwa diplomasi bukan sekadar negosiasi, melainkan perwujudan martabat bangsa.
Indonesia patut berbangga memiliki putra terbaik seperti Marty Natalegawa 🇮🇩