Yakin sih, ini memang mengikuti bahasa rilis pemerintah. Tapi justru di situ persoalannya: media tidak boleh berhenti pada bahasa rilis. Harus tetap kritis, termasuk mendorong investigasi menyeluruh soal penyebab kecelakaan dan tidak begitu saja menerima framing otoritas bahwa ini semata-mata karena cuaca buruk.
Framing yang lebih mendahulukan βselamatβ daripada βmasih hilangβ juga berbahaya. Orang yang masih hilang bukan angka yang bisa ditutup oleh kabar bahwa sebagian penumpang telah selamat. Pada momen seperti ini, media mestinya memberi pressure kepada pemerintah agar seluruh sumber daya dan bala bantuan dikerahkan habis-habisan untuk pencarian dan penyelamatan. Setelahnya, kejar siapa yang bertanggung jawab dan mengapa kecelakaan ini bisa terjadi.