"Biarlah nanti dibalas di akhirat."
Stop normalisasi kalimat2 kaya gitu.
Kalau kita kebiasaan ngeliat ketidakadilan duniawi dengan frasa "biar Tuhan yang balas", kita sedang memberi panggung buat koruptor berikutnya.
Keadilan akhirat itu porsi Tuhan (bagi yg percaya dan penganut agama)
Tugas kita sebagai warga negara adalah memastikan koruptor dimiskinkan, dihukum berat, dan dihakimi di sini.
Sekarang juga.
Reminder to:
• Gibran menyuap mahasiswa UBK 300 juta
• Korupsi emas jampidsus 74KG
• Kasus keracunan mbg
• Korupsi 10M Kebun Binatang Surabaya
• Korupsi pengadaan kipas angin Kopdes 1,8 Triliun
• pemotongan anggaran perpusnas 377 M
• Dana belanja pendidikan Indonesia terendah, hanya 1,3%
• BBM Pertalite Mulai langka
Saking gaada berita baik di negara ini🥲���
disiram air kencing, ditendang, dipukuli, ditelanjangi, transpuan juga manusia. ga ada satu alasanpun yang membenarkan tindakan kekerasan ke sesama manusia hanya karena identitas gender atau orientasi seksual. merasa berhak jadi polisi moral tapi moral lu aja gaada njing kesel gw
kadang gw pengen mengajak orang2 berpikir sekular. karena moralitas pun sebenarnya tidak harus dari agama.
tapi ya gimana ya. masih banyak orang2 di sini yang berbuat baik mainly demi pahala atau karma. kalau gak ada itu, langsung merasa bebas berbuat jahat.
Dua profesor Harvard nulis buku How Democracies Die , kasih 4 tanda peringatan pemimpin otoriter:
a. Menolak aturan main demokrasi
b. Pengkritik dicap pengkhianat / antek asing
c. Menoleransi kekerasan terhadap lawan
d. Membungkam kebebasan sipil
Yang bikin merinding?
Buku ini terbit 2018.
Tidak ada satu pun nama Indonesia di dalamnya.
Tapi entah kenapa checklist-nya terasa sangat... familiar.
Demokrasi tidak mati karena tank di jalan.
Ia mati perlahan , sambil semua terlihat berjalan "sesuai prosedur".
Kita lengah, kita yang rugi.
Bukan:
Hate seeing people exercise.
Tapi:
Just hate seeing rich people.
Karena kalau yang diposting itu jogging keliling kompleks, lari CFD, atau futsal tiap Jumat, hampir gak ada yang ribut.
Orang bereaksi bukan karena aktivitasnya.
Tapi simbol yang ikut nempel di aktivitas itu.
Pilates.
Padel.
Membership jutaan.
Outfit olahraga belasan juta.
Brunch setelah workout.
Story estetik jam 10 pagi di hari kerja.
Olahraganya cuma 1 jam.
Lifestyle-nya yang dipamerin seharian.
Dan ketika sesuatu terasa seperti penanda kelas sosial, komentar sinis pasti lebih gampang muncul.
Lucunya, kalau besok pilates bisa dilakukan gratis di lapangan dekat rumah, kemungkinan besar separuh nyinyirnya langsung hilang.
Jadi masalahnya bukan exercise.
Tapi privilege yang kelihatan lewat exercise.
Hati2 dengan akun blue check / akun info umum tertentu yang post video2 berita viral. Mereka itu lagi panen followers. Sekarang2 dia post yang anti rezim, tapi lama2 dia suapin propaganda pro rezim nantinya. Kebanyakan akun2 informasi umum modusnya kayak gini
📢BREAKING🚨
European Parliament resolution of 21 May 2026 on the cases of human rights and environmental defenders Andrie Yunus and Muhammad Rosidi in Indonesia.
For the first time after 10 years, the EU Parliament has passed a resolution in regards to human rights issue in Indonesia, specifically on the Case of Acid Attack Against @KontraS Deputy Coordinator Andrie Yunus and Environmental Activist from Bangka Belitung Muhammad Rosidi.
The Uni Eropa parliament also calls the Indonesian Government @Kemlu_RI for a swift, thorough, transparent and independent investigation to both attacks.
🔗Full version of the document
https://t.co/chC0iIkODo
Padahal isu gaji guru ini sensitif banget loh tapi bisa-bisanya keceplosan ngomong begitu. Bener-bener jahat lu bisanya menyakiti dan menyiksa rakyat doang monokotil goblok
Lah gueeeee idealis iya makan iya lolos mulu iya
Jangan mau dikrangkeng sama yang namanya guilt tripping dan oongan nyinyir kalo masalah idealisme
Marx aja pinjam dulu seratus terus kerjaanya ke engels, santai aja, yang penting jaga terus api perlawanan, sekecil apapun