Akun resmi Partai Social Media wilayah Solo Raya ~ SuBoSuKaWonoSraTen ~ Social Media Party | Objectivity, Fairness and Justice for All | Non Populis Party |
Tuips! Berhubung ada indikasi upaya2 membajak akun kami, maka silakan follow akun cadangan kami 👉 @PartaiSocMedia.
Jadi jika terjadi apa2 pada akun yg ini kami tetap masih bisa menyuarakan kebenaran
Besok kami akan umumkan relawan door to door #JKW4P
Bagi teman2 di seluruh pelosok Indonesia yg berniat bergabung dan memberi sumbangsih nyata silakan DM kami. Jokowi memanggil kalian!
Sampai disini semoga paham bahwa keputusan Jokowi yg seolah menyakiti minoritas itu sesungguhnya justru utk melindungi minoritas.
Jokowi sedang berusaha keras menghindari trigger yg dapat membuat suasana tak terkendali.
Jika itu sampai terjadi, kira2 siapa yg paling dirugikan?
Tapi jika keputusan itu bisa membuat golongan minoritas terhindar dari terulangnya mimpi buruk Mei 1998 maka itulah pengorbanan yg harus dilakukan Jokowi.
Ingat, kondisi Solo sekarang sedang panas2nya. Dan Ngruki meskipun berada di Sukoharjo tapi masih masuk wilayah Solo Raya.
Mereka tidak akan berbalik dukung Jokowi karena pembebasan Abu Bakar Baasyir, bahkan berterima kasih pun tidak! Sebaliknya Jokowi justru berpotensi ditinggalkan pendukungnya sendiri.
Maka untuk saudara2 dari kalangan minoritas yg saat ini mungkin sedang kecewa bahkan marah pada keputusan Jokowi tersebut, harap berpikir sampai kesini.
Membebaskan Abu Bakar Baasyir sama sekali tidak menguntungkan Jokowi secara elektoral, bahkan merugikan.
Bayangkan, orang operasi plastik saja bisa diframing seolah dikeroyok demi menciptakan trigger, maka apa isu yg bakal mereka hembuskan jika terjadi apa2 pada Abu Bakar Baasyir di penjara menjelang pilpres ini?
Hanya menunggu trigger saja maka situasi tak terkendali di kota Solo bisa terulang. Dan pemicu itu bisa bermacam2 bentuknya. Salah satunya jika terjadi apa2 pada Abu Bakar Baasyir di penjara, meski akibat alami sekalipun.
Inilah yg sebisa mungkin sedang dihindari oleh Jokowi!
Kota Solo kini dibuat panas dan mencekam. Kita tentu tidak ingin kerusuhan rasial Mei 1998 kembali terulang di Solo. Tapi tak ada yg bisa menjamin sejarah tak terulang jika situasi panas seperti ini dipelihara terus.
Dan semakin dituruti tuntutan mereka semakin menjadi. Jika sebelumnya mempermasalahkan paving di depan balaikota kini mempermasalahkan lampion yg sejak bertahun2 selalu menghiasi kota Solo menjelang Imlek.
Entah besok mempermasalahkan apa lagi?