Some Resources on Social Theory
These books offer a good overview of the ideas of classic social theorists and of recent discussions in the field.
For Chapter 1 of Joas and Knöbl: https://t.co/8TBgX5BfZZ
For the Introduction to Social Theory Now: https://t.co/SSRwLC0Zh0
Philosophy has resumed debating the nature of reality, treating metaphysics like another science and dismissing positivistic fears that its claims are meaningless. this confidence is unearned because The revival of metaphysics rests on a fatal blind spot
https://t.co/rlNWkhZuIB
Apa itu nubuat (prophecy) dan bagaimana cara kerjanya? Dalam pemikiran politik modern, masa depan biasanya dibayangkan melalui logika tradisi, revolusi, atau melalui berbagai teknik modern seperti perencanaan, modeling, dan quantitative projection. https://t.co/5rjjHIml0k
Hoy querria recomendar este manual de logica en donde si bien expone los temas que cubre cualquier manual de logica (logica proposicional y de predicados) lo que me gusta esta en que tambien ofrece algunos datos del area que al menos para mi planta el interes en profundinzar.
"Pena di tangan kanan, kopi di tangan kiri, dan kertas di atas meja. Tapi kau tidak di sampingku. Maka apa yang bisa ku tulis selain rindu?"
KH. Mustofa Bisri
Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Mas Bagus, saya hanya bisa menyarankan salah satu disertasi yang telah dipublikasikan menjadi buku yang cukup jelas mengenai hal itu. https://t.co/fZCUmSjV3o
"Impossibility" itu sebuah konklusi dari argumentasi deduktif, sedangkan "improbability" dari nalar induktif. Kebingungan ini menyeruak ketika masalah hukum dibahas dimuka publik — dan ketika kata "bukti" itu diperdebatkan oleh masyarakat awam. Dalam bahasa Inggris, "proof" adalah hasil argumentasi deduktif; lewat metodologi logik dan/atau matematik; "evidence" adalah hasil nalar induktif; hasil dari proses empiris. Of course, both translate to "bukti" dalam bahasa Indonesia. Sebelum anda menunjukan kemarahan atau ketersinggungan, ini BUKANLAH klaim bahwa Bahasa Indonesia itu inferior. Bahasa Indonesia memiliki kekuatan lain: ia lebih lentur secara sintaksis, berirama, dan memiliki ruang ambiguitas yang subur untuk puisi; dan oleh karenanya lebih efektif digunakan sebagai penggerak. Permasalahannya, kita tidak lagi fasih menggunakannya. Ruang publik kehilangan panutan dalam berbahasa." Masyarakat marah karena bahasa hukum sulit sekali dimengerti. X diisi oleh sumpah serapah.
Jika Tor Nørretranders mengklaim dalam "The User Illusion" bahwa dalam setiap detik, kita hanya memproses 16 bit informasi dari 11 juta bit yang sampai ke otak manusia melalui persepsi indera. Maka, saya memastikan bahwa 16 bit informasi itu hanya tentang diri mu.
A secret about academics is they don't really read books. They read parts, pretend they read it all. Historians excel at this. I'm compelled to complete them, even if it's not useful. Yet, I feel shame when I don't read an entire book. Dumb. Read what's useful is a good motto.
Kematian mempertemukan keluarga dan tetangga pada subuh hari, namun setelah itu yang dijumpai hanya-lah cerita kegembiraan tanpa kesedihan. Pelosok desa telah membawa seseorang lebih mengenali mengapa kehidupan selalu membawa kerelaan yang tak pernah habis ditikam kenangan.
Tidak hanya dingin bahkan lebih kejam dari itu, riuh-riuh tangisan menikam orang-orang yang ditinggal kepergiannya dipelosok kampung, yang jauh dari riuh-riuh dunia kota yang takut kematian.