⚠️ WARNING ❗[Sensitif & Disturbing]
Video: https://t.co/iHqkEXjCDA
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026). Insiden yang melibatkan sebuah mobil pikap dan dua truk tersebut menewaskan 13 orang yang merupakan rombongan pengantar pengantin, sementara lima korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Berdasarkan keterangan Polres Indramayu, kecelakaan melibatkan mobil pikap Daihatsu Grand Max bernomor polisi E 8559 RB, truk wing box B 9260 TEV, dan truk Hino los bak E 8846 BA.
Seluruh korban tewas diketahui merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, yang baru saja mengantar rombongan pengantin ke Kecamatan Kandanghaur. Setelah acara selesai, mereka pulang bersama menggunakan satu mobil pikap yang dikemudikan oleh Warkidi dengan memilih melintasi Jalur Pantura Indramayu.
Perjalanan awalnya berlangsung lancar hingga kendaraan tiba di Desa Kiajaran Kulon. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, mobil pikap kemudian berhenti di lajur kanan untuk melakukan putar balik.
Namun nahas, saat sedang berhenti untuk berbalik arah, mobil pikap tersebut ditabrak dari belakang oleh truk wing box yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Benturan keras membuat pikap terdorong hingga masuk ke jalur berlawanan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Hino los bak yang tidak sempat menghindar sehingga kembali menghantam mobil pikap. Benturan beruntun itu membuat kendaraan ringsek parah dan para penumpang yang berada di bak terbuka terpental ke badan jalan.
Akibat kerasnya tabrakan, tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Warga bersama petugas kepolisian dan tim medis segera melakukan evakuasi terhadap para korban yang berserakan di jalan.
Seluruh korban kemudian dilarikan ke RS Mitra Plumbon Widasari dan RS Bhayangkara Losarang. Namun, sebagian besar mengalami luka berat, terutama cedera di bagian kepala. Pada Minggu malam, empat korban yang dirawat di RS Mitra Plumbon dinyatakan meninggal dunia, disusul enam korban lainnya yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Losarang.
Dengan demikian, total korban meninggal dunia mencapai 13 orang, sedangkan lima korban lainnya selamat namun masih menjalani perawatan akibat luka yang diderita.
Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mendalami faktor kelalaian dan kondisi kendaraan yang terlibat dalam insiden tragis tersebut.
Gue mau nampol kalian pakai kenyataan.
Dan gue jamin, kalian belum siap dihantam realita ini.
Apa yang Fatimah Azzahra lakuin baru-baru ini di TV nasional, dan wakil BEM yg dulu.
Gue cap sebagai:
Entertainment Politik.
Kritik yang seharusnya tajam, malah berakhir cuma jadi HIBURAN.
Jadi bahan trending semalam, panen impression dan engagement di Twitter, lalu besoknya orang lupa dan lanjut hidup seperti nggak ada apa-apa.
Kenapa bisa gitu? Gue bahas di sini.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
@prophetofzorck Gw klo liat kelakuan biadab kek gini juga emosi dan biasa ngedoain hal" buruk, tpi pas emosi udah reda gw keinget wasi yg ngebunuh hamzah. Dia tobat trs masuk surga anjirrr.
Tpi yg kek gini misal masuk surga hisabnya selesai kapan y wkwkwk.
pas kuliah sering banget dosen ngomong "jangan sampai melihat peristiwa sejarah pakai lensa dan standar masa kini"
dulu mah saking seringnya denger, sampe mikir siapa juga yang gitu buset. sekarang baru agak paham kenapa itu diulang-ulang terus.
@Beng2cocho@direktoridosen Terlepas dari rasa takut gmn? Emng sengaja g mau punya keturunan, krn ngelahirin anak juga ada hal yg harus dipenuhi,mungkin juga dari trauma pas tumbuh dewasa jadi milih buat g punya anak.