Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi "penganiayaan" fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa polisi dua kali. Bersaksi di persidangan.
2019: Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi.
September 2025: Nangis di depan kamera minta maaf soal ribuan anak keracunan MBG. Di saat yang sama, aktif menyerang balik pengkritik program di media sosial.
Juni 2026: Diangkat jadi Kepala BGN , lembaga yang ngurus makan puluhan juta anak Indonesia setiap hari.
Latar belakang gizi? Nol.
Keamanan pangan? Nol.
Yang ada: loyalitas politik sejak 2018.
Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi.
Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo , dan jawaban pemerintah adalah: orang yang ikut sebar hoaks 2018.
Kader Gerindra di pemerintahan pusat saat ini:
1. Djamari Chaniago — Menko Polkam
2. Prasetyo Hadi — Mensesneg
3. Sugiono — Menteri Luar Negeri
4. Supratman Andi Agtas — Menteri Hukum
5. Fadli Zon — Menteri Kebudayaan
6. Maruarar Sirait — Menteri Perumahan
7. Rachmat Pambudy — Kepala Bappenas
8. Ferry Juliantono — Menteri Koperasi
9. Mochamad Irfan Yusuf — Menteri Haji dan Umrah
10. Angga Raka Prabowo — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
11. Muhammad Syafi'i — Wamen Agama
12. Thomas Djiwandono — Wamen Keuangan
13. Ahmad Riza Patria — Wamen Desa
14. Sudaryono — Wamen Pertanian
15. Helvi Yuni Moraza — Wamen UMKM
16. Taufik Hidayat — Wamen Pemuda dan Olahraga
17. Dahnil Anzar Simanjuntak — Wamen Haji
18. Rohmat Marzuki — Wamen Kehutanan
19. Hashim Djojohadikusumo — Utusan Khusus Presiden Iklim dan Energi
20. Hendarsam Marantoko — Dirjen Imigrasi
Gw tidak bilang semua dari mereka tidak kompeten. Tapi pertanyaan yang perlu lo tanyakan adalah dari sekian banyak jabatan strategis yang diisi kader satu partai seberapa besar ruang untuk orang lain yang lebih kompeten tapi tidak punya kartu anggota yang tepat?
Tadi pulang naik Gojek. Karena Gopay habis dan enggak bawa cash, saya mampir dulu ke minimarket untuk ambil uang di ATM. Sayangnya, di ATM antre, begitu juga di kasir minimarket. Drivernya menunggu sekitar 15 menit.
Setelah selesai, saya menyerahkan ongkos sekaligus minum dan roti untuk takjil.
Me: Ini, Pak, untuk takjil.
Him: Tapi saya Kristen, Kak. Enggak puasa.
Me: Saya juga bukan Muslim dan enggak puasa.
Karena "kesalahpahaman" ini, kami berdua terbahak-bahak di parkiran. Roti dan minuman dingin tetap dibawa Bapak Driver. Sebab begitulah seharusnya bulan Ramadan, bukan? Berkah untuk semua, bagi yang berpuasa maupun tidak.