Mujahidin Al-Qassam menjebak pasukan Zionis dalam penyergapan ketat di Juhr Al-Dik, menargetkan mereka dengan peluru individu, dan menghabisi mereka dari jarak dekat.
Tiga kendaraan Zionis di hancurkan dan sebuah Buldozer di pinggiran kamp Al-Shati dengan peluru "Al-Yassin 105"
Anda masih bingung menentukan pilihan calon presiden Republik Indonesia tahun 2024 ?
Yang penting tidak ada Gibran dan bauknya Jokowe.
Pilih saja pasangan Anies Muhaimin (AMIN) selesai.
Pasukan elit Qassam melakukan operasi bypass di belakang garis musuh, dan mampu menghabisi sejumlah tentara-tentara pendudukan yang bersembunyi di salah satu lokasi dari jarak nol.
Rumah sakit sipil menjadi sasaran, ketika dunia sedang tertidur, dan slogan-slogan hak asasi manusia, hukum internasional, kemanusiaan, dan pengeluaran Jenewa telah hilang. Semua itu tidak ada artinya selama sasarannya adalah orang muslim.
Jangan heran, karena merekalah orang-orang yang di besarkan dalam relung Al-Qur'an, mereka adalah generasi narasi, mereka menguasai narasi ayat-ayat dalam perkataan dan perbuatan.
Orang-orang ini tidak lulus dari Royal Military College di London Atau Amerika, begitu pula para penguasa Arab dan Anak-anaknya, mereka lulus dari masjid dan kalangan Hafidz, mereka di didik oleh Ahmed Yassin, Al-rantisi dan Muhammad Al-Dhaif. Pendidikan yang tidak berkarat.
Keistimewaan dari Hamas adalah mereka hanya berperang melawan kekuatan militer yang di dukung secara finansial dan meliter AS dan negara-negara Barat lainnya.
Beda dengan kebiadaban tentara Israel yang suka brutal dan membabi buta menyerang rakyat sipil di Gaza.
Pada mulanya Jokowi dan pendukungnya menjanjikan banyak harapan memperbaiki Indonesia yang terseok-seok bangkit kembali seusai Reformasi 1998.
Eh..! Ternyata JOKOWI MERUSAK SENDI-SENDI DEMOKRASI.
Contoh : Adik ipar jokowi Langgar Etik Berat, dan Dicopot dari Ketua MK.
Puas ??