TRIK JAM TIDUR
BIAR PAS BANGUN GAK LEMES
1. Kalau lo harus bangun jam 7 pagi
Tidur di: 21.45 / 23.15 / 00.45 / 02.15
2. Kalau lo harus bangun jam 8 pagi
Tidur di: 22.45 / 00.15 / 01.45 / 03.15
3. Kalau lo harus bangun jam 6 pagi
Tidur di: 20.45 / 22.15 / 23.45 / 01.15
4. Kenapa jamnya aneh?
Karena tidur itu siklus (±90 menit),
kalau bangun di tengah siklus = badan lo
makin capek.
Saya bikin postingan ini tanggal
28 Maret 2026.
Ini bukan kebetulan.
Ini memang sudah di takdirkan untuk kamu.
Siapapun yang baca postingan ini.
Kapanpun kamu baca.
Pokoknya 1 bulan dari kamu baca postingan ini.
Bakal ada penawaran kerja sama dari orang yang tidak pernah kamu pikirkan. Dia datang begitu aja. Tanpa kamu harapkan, tanpa kamu tunggu bahkan kamu lupa kenal di mana dengan orang ini.
Di momen ini kamu bakal kaget
"kok bisa ya rezeki datang dari pintu yang tidak pernah kamu duga".
Kemudian kamu akan ingat dengan postingan ini.
Yang kedua kamu akan menerima kabar yang sangat membahagiakan, yang akan membuat kamu bersujud syukur hingga menangis
"Ya Allah besar sekali nikmat yang kamu hadirkan hari ini 🥺"
Ini bukan hanya soal uang atau pekerjaan. Ini bisa juga tentang kamu menemukan jodoh, kamu menerima kabar kehamilan, kamu diterima di universitas impian. Kamu mendapatkan beasiswa. Pokoknya apapun hal yang selama ini membuat kamu
over thingking dan merasa tidak pantas akhirnya terbantahkan.
Kalian ingat baik baik ya.
1 bulan semenjak kamu membaca postingan ini.
Aamiin
Iran's Supreme Leader Ayatollah Khamenei was martyred this morning.
They thought it would immediately bring the end of the Islamic Republic...
Instead, what followed was 18 hours of unprecedented Iranian strength (still ongoing)
This is just the tip of the iceberg.
Bentar, 70 ribu pasukan???
Kenapa kok spesifik banget 70 ribu??? 😰
Jangan2 konspirasi Dajjal sebenernya sdh turun, hanya saja lg bekerja di balik layar Israel dan US, itu bener?
Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini.
Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga.
Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit. Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini. Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas. Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?
Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi. Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.
Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya.
Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya. Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang.
Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru.
Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing.
Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way. *SBY*
Indonesia is invited by Trump not to keep the peace in Gaza, but to help launder an injustice — if it accepts, it will be an accessory to genocide https://t.co/wRSIawgL1G