These Malaysian and Singaporean blames Indonesian for the haze and not Indonesian's government really pissed me off.
Didn't you know that people in Borneo/Kalimantan literally the direct victims of this haze?! Do you think we do nothing?!
"Etika" yang dijunjung di dunia kerja Indonesia ini kebanyakan soal pakaian, penampilan, atau sopan santun sama atasan.
Tapi bukan etika soal ngasih gaji yg LAYAK, jam kerja yg manusiawi, job desk yg sesuai, keamanan pulang shift malem terutama buat perempuan.
And so on..😀
BAYANGIN
ORANG YANG MENINGGAL KARENA JATUH GARA-GARA MELEWATI JALANAN BERLUBANG (FASILITAS PUBLIK YANG BOBROK BANGET), LALU SEMUANYA DIBILANG "TAKDIR"… PADAHAL ITU BUKAN TAKDIR, ITU KESALAHAN PEMERINTAH DAERAH YANG MALAS PERBAIKI JALAN.
“CUMA DI ERA PRABOWO TIMNAS JUARA”
Oke, gue list ya. Cuma di era Prabowo:
Karhutla nggak kelar-kelar.
Puluhan anak ISPA karena karhutla, tapi katanya nggak disorot pemerintah.
Banyak pengungsi bencana NTT yang meninggal.
Masalah di Aceh dan Sumut nggak kelar-kelar.
40.000 anak keracunan MBG.
Harga bahan pokok naik signifikan.
Anggaran kebuang buat antek-anteknya yang nggak penting, terutama Wantimpres.
Jadi, kapan aki-aki itu sadar?
Apakah Indonesia masih bisa diselamatkan dgn keadaan saat ini?
1. 85% penghasilan dr pajak pdhl hasil bumi melimpah
2. Kabinet tergemuk sedunia, gaji dr APBN
3. Gaji DPR No 4 tertinggi di dunia pdhl UMR kita masuk kategori terendah
4. Subsidi BBM dan gas dihapus
Lanjut...